Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
201. Tidak mudah percaya


__ADS_3

"Kau diam saja? Atau Aku akan memaafkanmu Kalau kau mau menghabiskan minuman dalam gelas ku ini! Lalu setelah itu, aku tidak akan mengungkit hal ini lagi." Ucap Amira sembari menyodorkan gelasnya ke arah Hana.


Wajah Hana menjadi sangat pucat, "a,, a,, apa?" Ucap perempuan itu sembari menelan air liurnya yang terasa pahit.


Amira sangat menikmati wajah Hana yang kini menjadi sangat pucat.


'Ayolah... Jangan membuang waktuku terlalu lama, dan akui saja kalau gelas ini memang berisi racun. Lalu setelah itu katakan pada semua orang bahwa kau dan Leona, beserta teman-temanmu yang lain yang merencanakannya!!!' ucap Amira dalam hati begitu tidak sabar untuk membuat semua orang mengetahui kedok Leona dan teman-temannya.


Tetapi melihat Hana yang hanya diam saja dan terlalu lama berpikir, maka Amira kembali berkata, "Baiklah, kalau kau tidak mau mengakuinya, maka saat ini juga aku akan memanggil penanggung jawab di tem--"


"Tidak!!!" Sela Hana, 'aku tidak mungkin membuat orang-orang di sini tahu bahwa aku meracuni Amira. Pokoknya aku hanya perlu membujuk Amira dan menyelesaikan masalah ini secara diam-diam.' ucap Hana dalam hati lalu dengan bibir gemetar dia menatap perempuan di depannya.


"Amira,, Aku minta maaf, Aku memang menaruh sesuatu ke dalam minuman itu. Tapi, bisakah kau melupakan masalah ini dan aku akan memberikanmu penawarnya?" Tanya Hana dengan hati yang begitu berharap agar Amira mau menyelesaikannya secara diam-diam.


Tetapi Amira tersenyum, lalu berkata, "Apakah kau pikir aku semudah itu? Kau mempermainkan ku, dan dengan seenaknya ingin meminta maaf? Apakah kau pikir segala sesuatu bisa diselesaikan dengan minta maaf?"

__ADS_1


"I,, itu,,," Hana kembali menelan air liurnya yang terasa begitu pahit, bahkan seperti duri yang meluncur ke tenggorokannya dan menusuk tenggorokannya dengan begitu kejam.


"Begini saja, kau minum juga racun ini lalu kita berdua sama-sama meminum obat penawar darimu. Maka begitu, aku akan percaya bahwa kau benar-benar memberiku obat penawar!" Kata Amira langsung membuat Hana melototkan matanya.


Dia sama sekali tidak memiliki obat penawar untuk racun itu, dia hanya berbohong pada Amira karena berpikir bahwa Amira adalah perempuan yang sangat mudah ditipu.


Sama seperti ketika mereka masih bersekolah dan perempuan itu begitu lugu untuk mempercayai semua orang.


Tapi siapa sangka....?


"Baiklah, karena kau tidak mau, maka aku harus memanggil polisi dan dokter untuk menangani masalah ini." Kata Amira dengan tangan lentiknya kini mengambil ponsel dari tas miliknya dan hendak memanggil polisi ketika Hana berkata.


"Ahh,, Jadi kau mau meminumnya?" Ucap Amira kini menyodorkan gelas pada Hana sembari memperhatikan perempuan di depannya yang sudah sangat pucat.


Leona dan teman-temannya yang melihat hal itu langsung terkejut dan dia melangkah mendekat ke arah Hana dan Amira.

__ADS_1


Hal itu tak luput dari perhatian Amira jadi perempuan itu mempercepat langkahnya, "kau bilang di gelas ini tidak ada racun, jadi cobalah meminumnya juga supaya aku bisa percaya padamu!!" Ucap Amira dengan suara yang lantang langsung menarik perhatian semua orang.


"Apa? Racun?"


"Mereka bilang di gelas itu ada racun?"


Beberapa orang yang sedang memegang minuman merasa tangan mereka bergetar dan meletakkan minuman mereka, karena takut mendengar kata racun yang diucapkan oleh Amira.


"I,, itu,," Hana gemetar.


"Apa yang terjadi?" Tanya Leona yang kini tiba di depan meja sembari menatap dua perempuan yang saling berpandangan.


"Ahh, Leona,, kita bertemu lagi." Amira melemparkan senyumnya ke arah Leona, "temanmu ini, dia memberiku minuman berisi racun, dan dia bilang tidak ada racun di sana. Jadi aku hanya ingin mengetesnya dengan coba membuatnya meminum racun ini.


"Ahh,, tidak! Tadinya dia sudah mengakui bahwa di gelas ini ada racun. Dan Dia berkata akan memberiku obat penawarnya asalkan aku tidak mengatakannya. Tapi kau tahu kan? Aku adalah orang yang sangat berhati-hati.

__ADS_1


"Jadi tidak mungkin aku mempercayainya begitu saja, aku berniat untuk membuktikannya dengan kami berdua meminum minuman beracun ini dan sama-sama meminum penawarnya." Ucap Amira mengejutkan semua orang.


Bahkan Leona dan teman-temannya juga sangat terkejut karena tidak menyangka bahwa Amira bisa mengetahui adanya racun di dalam minuman yang sudah mereka siapkan untuk Amira.


__ADS_2