Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
48.


__ADS_3

'Kau yakin itu racun? Tapi bagaimana bisa aku melihat racun di gelas itu?' tanya Amira pada Mei Mei sembari memperhatikan pria yang tersenyum menuangkan anggur ke gelas Amira.


*Tentu saja!! Demi melindungi setiap orang yang terpilih oleh negeri ajaib maka siapapun yang sudah terpilih dapat melihat racun yang tersembunyi.* Kata Mei Mei menjelaskan.


'Ah,, begitu,,' Angelina menganggukkan kepalanya sembari mengulurkan tangannya mengambil gelas yang telah diisi oleh anggur.


Lalu haruskah aku meminum anggur ini atau mengabaikannya?' tanya Amira pada Mei Mei..


*Tentu saja, tapi kau harus mengeluarkan sedikit air sungai lalu perlahan teteskan pada minumanmu, itu akan menetralkan racun dalam anggurnya.


Amira mengikuti perintah Mei Mei sebelum meminum anggur miliknya, 'Hm,, ini anggur terbaik yang pernah ku coba di dua kehidupanku,' pikir Amira merasa beruntung.


Melihat Amira sudah meminum racunnya, Bos kasino lalu mulai mengorek informasi dari Amira.


Amira dengan senang hati mengatakan beberapa hal yang diketahui yang ditembak olehnya bahwa hal-hal umum seperti itu telah diketahui oleh Bos Kasino.


Jadi dengan cepat Bos Kasino menjadi bosan dan meletakkan garpu beserta sendoknya.

__ADS_1


"Hanya itu yang bisa kau beritahukan padaku? Sepertinya kau menahan-nahan informasimu dan kalau seperti ini maka,,," Bos Kasino menghelan nafas sembari melirik uang tunai yang masih terbuka di meja di samping mereka, "Jangan harap semua uang tunai itu bisa menjadi milikmu." Ucap Bos Kasino.


Amira juga ikut meletakkan sendok dan garpunya lalu perempuan itu menatap ke arah uang di atas meja, 'Orang ini benar-benar berpikir bahwa aku orang bodoh yang mudah ia tipu, tapi sayang sekali, hal itu tidak akan terjadi.' pikir Amira dalam hati sembari berkonsentrasi mengeluarkan sebuah racun yang telah Ia racik secara pribadi.


Perempuan itu lalu menatap Bos Kasino sembari berkata, "Tentu saja aku akan mengatakan semuanya, tapi kita belum selesai makan, Bukankah masih ada makanan penutup?" Tanya Amira sembari tersenyum membuat sang Bos Kasino beberapa detik menatap Amira.


'Perempuan ini benar-benar tidak mudah dihadapi, Sepertinya dia sengaja mengulur-ulur waktu. Tapi sayang sekali, kau sudah meminum racun yang kuberikan jadi ada ataupun tidak ada informasi yang kau berikan padaku padahal akhirnya kau akan tetap mati di tanganku!!' ucap Bos Kasino dalam hati sembari pria itu kembali bertepuk tangan lalu beberapa pelayan memasuki ruangan.


Pelayan itu membereskan semua makanan di atas meja lalu menggantinya dengan makanan penutup.


Amira dengan senang hati langsung menikmati makanannya, dan ketika pria di depannya lengah sedikit, Amira menggunakan kesempatan untuk menuangkan racun pada makanan pria di depannya.


"Hah,, Terima kasih atas makanannya," ucap Amira setelah dia menghabiskan makanan penutup lalu perempuan itu membersihkan bibirnya dengan sapu tangan.


"Tidak perlu berterima kasih, lagi pula ini bagian dari bayaranmu untuk mengatakan informasi yang kau miliki." Kata bos mafia sembari mengambil sapu tangan dan ikut membersihkan sudut bibirnya.


Amira tersenyum, "Baiklah, aku akan mengatakannya sekarang,,," ucap Amira sembari menahan ucapannya menatap pria di depannya.

__ADS_1


Bos Kasino yang kebingungan melihat Amira kini terdiam langsung mengerutkan keningnya lalu pria itu hendak berbicara ketika dia merasakan tubuhnya mulai melemas dan perlahan-lahan rasa kantuk menguasai sepuruh tubuhnya.


"Selamat tidur," ucap Amira tersenyum pada pria di depannya lalu melihat pria itu akhirnya tumbang dengan kepala yang masuk ke piring di harapan pria itu.


"Hah,, dasar bodoh!!! Nikmati tidurmu dan biarkan aku mengambil semua uangmu." Ucap Amira langsung berdiri lalu memindahkan seluruh uang di atas meja ke negeri ajaibnya.


Perempuan itu kemudian pelan-pelan membuka pintu lalu menatap para pengawal yang melihat ke arahnya.


"Dimana toiletnya?" Tanya Amira.


"Ke arah sana lalu belok kiri," ucap salah satu pengawal yang memperhatikan amirah lalu membiarkan perempuan itu pergi.


Tak ada satupun pengawal yang curiga untuk masuk memeriksa karena mereka melihat Amira keluar dengan tangan yang kosong dan terlebih tidak ada sedikitpun keributan dari ruangan apalagi perintah untuk menyuruh mereka masuk.


Tentu saja mereka tidak berani menerobos sembarangan kecuali atas izin Tuan mereka.


'Hm,, pengawal itu benar-benar tidak curiga, bahkan tidak ada yang mengikuti,' pikir Amira merasa menang lalu perempuan itu segera keluar lewat pintu belakang meninggalkan restoran.

__ADS_1


Duduk di dalam mobil, Amira meregangkan punggungnya setelah perjuangannya mendapat uang secara cuma-cuma.


'Aku kaya mendadak!!!'


__ADS_2