Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
171


__ADS_3

Setelah keluar dari dunia ajaib, Amira melihat jam tangannya, bahwa dia sudah berada di dunia ajaib selama 30 menit.


Perempuan itu tidak ingin membuat Bos Kasino terlalu cepat mendapatkan ketenangan karena disembuhkan dari penyakitnya, jadi Amira memanggil seorang pelayan untuk memijatnya.


Para pelayan yang ditugaskan untuk memijat Amira membutuhkan waktu 30 menit untuk memijat perempuan itu lalu mereka turun ke bawah untuk pergi ke depan membeli sesuatu yang diperintahkan oleh Amira.


"Ya ampun, kulit Nyonya sangat halus dan lembut. Itu adalah kulit terbaik yang pernah tersentuh selama aku melakukan kursus untuk menjadi pemijat profesional."


"Ah,, kau benar, memijat Nyonya selama 30 menit tidak terlalu membosankan karena kita juga bisa menikmati keindahan kulit dan tubuh nyonya. Aku sangat iri pada Nyonya!!!"


"Iya,, Tuan begitu beruntung memiliki istri sempurna seperti Nyonya!"


Dua pelayan yang saling berbincang-bincang sambil berjalan melewati Arifin dan bawahannya langsung membuat Sidom menjadi sangat panas mendengar nya.

__ADS_1


'Sialan!!! Jadi perempuan itu meninggalkan kami selama 1 jam bukan pergi membuat obatnya, tapi malah pergi untuk menikmati pijatan dari para pelayannya??? Dasar perempuan sialan!!!' geram Sidom langsung berbalik menuju tuannya untuk menyadarkan tuannya yang telah bermandi keringat.


Tetapi, dia belum menyentuh Arifin ketika Arifin dengan suara yang begitu lemas berkata, "kau berani membantah perintahku?"


Sidom yang melihat tuannya benar-benar mempercayai Amira meski sudah terbukti bahwa Amira tidak pergi meracik obat langsung membuat Sidom merasa sangat marah.


"Baiklah Tuan, jika dalam 30 menit lagi dia tidak muncul maka aku akan langsung membawa Tuan pergi dari sini untuk menemui dokter!!! Setelah itu aku akan membawa seluruh orang-orang kita untuk menghancurkan rumah sialan ini!!!" Geram Sidom merasa marah sambil berbalik untuk kembali berlutut ke dinding.


Dan setelah 15, menit akhirnya Amira turun dari lantai 2 sambil tersenyum memperhatikan dua orang yang ada di ruang tamunya.


"Ada apa?" Tanya Amira.


"Semua bahan-bahan tambahan yang Nyonya perlukan untuk mendekorasi telah tiba." Ucap kepala pelayan langsung membuat Amira tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi melihatnya." Kata Amira segera berdiri lalu dia menatap Arifin yang menatapnya dengan mata setengah terbuka menandakan bahwa pria itu sudah cukup menderita.


'Sepertinya dia sudah cukup merasakan bagaimana jadinya dirinya jika aku tidak ada untuk menyelamatkannya.' pikir Amira dalam hati melihat pakaian tebal milik Arifin yang sudah sangat basah hingga ke kursi yang ditempati oleh pria itu.


Jadi Amira menghela nafas lalu dia mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya dan melemparkannya ke atas meja di depan Arifin.


"Setelah kau selesai makan itu, segera tinggalkan rumahku!!!" Ucap Amira lalu dia berbalik pergi bersama kepala pelayannya meninggalkan Arifin yang kini merasa lega melihat kotak yang tergeletak di atas meja.


Sidom yang melihat hal itu langsung berdiri menghampiri kotak itu dan membuka kotaknya.


Didapatinya sebuah pil yang terlihat begitu indah.


"Berikan," ucap Arifin dengan suara yang begitu berat sembari membuka telapak tangannya.

__ADS_1


Tetapi Sidom, pria itu melihat tuannya sambil berkata, "Bagaimana kalau sebenarnya ini bukanlah obat melainkan sebuah racun? Dia langsung menyuruh kita pergi begitu saja,, mungkin saja dia--"


"Diam!" Tegas Arifin.


__ADS_2