
Begitu mereka akan tiba di kediaman Fernando, Bayu sengaja memarkirkan mobil di pinggir jalan, lalu dia melihat Aulia sedang ternganga menatap kediaman Fernando dan Amira.
"Astaga,, rumah di depan kita ini sangat besar dan mewah, kalau seandainya kita memiliki rumah ini maka tidak ada lagi orang yang bisa menginjak-injak kita. Bahkan keluarga Barata pun harus membungkuk pada kita saat mereka bertemu dengan kita." Ucap Aulia yang merasa begitu terkesan dengan rumah paling besar dan paling mewah yang pernah ia lihat selama 40 tahun dia hidup di dunia.
Bayu yang melihat reaksi Aulia langsung teringat dengan reaksinya ketika dia pertama kali menginjakkan kaki di rumah itu, tetapi pria itu tidak terlalu memikirkannya.
Ia mengambil ponselnya dan menyalahkannya.
Pria itu menatap Aulia dengan seksama sambil berkata, "kalau rumah ini adalah menantu kita, Bagaimana kau akan memperlakukan Amira?"
Pertanyaan suaminya langsung membuat Aulia tertawa mengejek, "kalau rumah ini adalah rumah milik menantu kita, maka aku akan bersujud di kakinya dan mencium kakinya sebanyak tiga kali!!! Aku akan menjadi pelayannya dan tidak akan pernah berani berbicara dengannya ketika tidak mendapat izin darinya!!!" Ucap perempuan itu sembari menggertakan giginya karena dia tahu hal seperti itu adalah sebuah kemustahilan.
"Bagus, aku sudah merekam ucapanmu barusan,,"ucap Bayu mematikan ponselnya lalu pria itu segera menyalakan mesin kendaraannya.
Aulia yang melihat itu hanya bisa berdecak kesal, "untuk apa pula kau merekam itu? Memangnya hal itu akan jadi kenyataan??" Kesal Aulia sembari bersandar dengan mata perempuan itu masih tertuju pada rumah paling besar yang ada di depan mereka.
Sementara Bayu, pria itu tersenyum melajukan mobilnya ke arah pintu gerbang langsung membuat Aulia mengeryit kan keningnya.
"Apakah kau mau mempermalukan kita?? Untuk apa kita pergi ke gerbang rumah itu? Memangnya kau pikir mereka akan membukakan pintunya untuk kita?!!" Gerutu Aulia yang merasa bahwa suaminya sudah kehilangan separuh otaknya hingga dia tidak tahu kemana harus melajukan mobil.
__ADS_1
Tetapi perempuan itu langsung ternganga ketika pintu gerbang yang besar dan mewah itu tiba-tiba saja bergeser, lalu memberi mereka jalan untuk masuk ke dalam.
"A,, aa,, apa yang terjadi???" Tanya Aulia yang kini gelagapan di dalam mobil sembari melihat ke arah rumah yang tampak begitu mewah di depannya.
Mobil mereka terus melaju ke rumah memasuki kediaman rumah itu hingga terparkir di sebuah parkiran yang sangat luas.
"Ini,, Mengapa kita ada di sini???" Tanya Aulia pada suaminya dengan tangan perempuan itu agak gemetar karena dia tidak menyangka bahwa suatu saat mereka akan memasuki rumah seperti itu.
"Kalau mau tahu turunlah, kalau tidak ya tidak usah!!!" Ucap Bayu segera turun dari mobil lalu dia menutup pintu mobilnya dan berjalan ke arah rumah.
Aulia yang masih berada di atas mobil langsung meraba sabuk pengamannya dan melihat suaminya berjalan ke dalam rumah disambut oleh beberapa orang pelayan yang membungkuk ke arahnya.
Dia melihat para pelayan yang tadi membungkuk pada suaminya kemudian membungkuk juga ke arahnya, jadi hal itu membuatnya kaget.
Tetapi lebih terkejut lagi ketika dia sudah masuk dan melihat rumah mewah itu sangat menyilaukan matanya, terutama ketika dia melihat Amira dan Fernando sedang duduk bermalas-malasan di sebuah sofa dalam rumah tersebut.
"I,,, i,, ini,, apa yang kalian lakukan di situ?" Tanya Aulia dengan langkah yang kaku mendekati dua orang yang sedang melihat ke arahnya.
Tatapan Amira terlihat sombong, sementara Fernando tersenyum ke arahnya sambil berkata, "Selamat datang di rumah kami Bu."
__ADS_1
Selamat datang di rumah kami.
Selamat datang di rumah kami.
Rumah kami.
Rumah kami.
Ucapan putranya benar-benar membuat Aulia menghentikan langkahnya dan perempuan itu terpaku di tempatnya dengan mulut yang tak bisa tertutup.
Dia benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat dan dengar, seolah-olah dia berada di suatu mimpi yang sangat aneh dan tidak mungkin menjadi kenyataan.
Setelah beberapa saat, Bayu yang pergi mengganti pakaiannya kini kembali dengan pakaian rumahnya, lalu pria itu duduk di sofa sembari menatap ke arah istrinya yang masih terpaku di tempatnya.
"Coba kalian dengarkan rekaman ini," ucap Bayu kemudian memutar rekaman yang Iya simpan di ponselnya.
"Kalau rumah ini adalah rumah milik menantu kita maka aku akan bersujud di kakinya dan mencium kakinya sebanyak tiga kali!!! Aku akan menjadi pelayannya dan tidak akan pernah berani berbicara dengannya ketika tidak mendapat izin darinya!!!" Suara Aulia terdengar jelas dari ponsel itu membuat Amira langsung tertarik dan mengambil ponsel ayah mertuanya.
"Kalau begitu, mulai hari ini ibu akan menjadi pelayan kita?" Ucap Amira sembari tersenyum menatap Aulia langsung membuat Aulia tersadar dari keterpakuannya.
__ADS_1