Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
184.


__ADS_3

Setelah makan malam selesai, Fernando tiba-tiba saja mendapat telepon dari Mahesa.


"Halo?" Ucap Fernando yang merasa ragu-ragu mengangkat telepon itu.


Pria itu menjawab telepon sembari menatap ke arah istrinya yang juga memperhatikannya.


"Halo adik sepupu, Apakah malam ini kau sedang sibuk?" Tanya Mahesa dari seberang telepon.


"Ya, aku agak sibuk karena ada acara bersama istriku," jawab Fernando.


"Ah,, begitu ya, padahal aku berharap kau punya waktu untuk bertemu denganku sebentar, karena aku ditugaskan oleh nenek untuk menjadi penanggung jawab untuk acara penyambutanmu.


"Dan kau tahu kan aku tidak bisa membahas masalah ini di jam kantor, dan lagi pula, aku terlalu sibuk untuk mengurusi masalah ini.


"Jadi aku hanya ada waktu malam ini, jadi Aku mau kau datang ke cafe xx sekarang!" Ucap pria dari seberang telepon langsung membuat Fernando menatap ke arah istrinya yang juga ikut mendengarkan percakapannya dengan Mahesa.


Dan mendengar itu, Amira langsung menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia mengiyakan permintaan Mahesa.


Melihat tanggapan istrinya, maka Fernando langsung berkata, "Baiklah, aku ke sana sekarang."


"Ok," jawab Mahesa dari seberang telepon langsung diikuti oleh nada dering telepon yang dimatikan.

__ADS_1


Tut tut tut....


Setelah panggilan itu selesai, Fernando menyimpan ponselnya lalu menatap istrinya yang sedang duduk di depannya.


"Kita pergi sekarang?" Tanya Fernando.


"Tidak." Jawab Amira dengan santai.


"Tidak?" Tanya Fernando yang tidak mengerti dengan istrinya, baru saja perempuan itu menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa mereka akan menemui Mahesa, tapi Sekarang..?


Apakah perempuan itu berubah pikiran?


"Hm,," Amira mengambil gelasnya yang berisi anggur lalu meminumnya dengan perlahan sebelum mengangkat kepalanya menatap suaminya.


"Jadi,, kau mau menyiksanya dengan membuatnya menantikan kedatangan kita, tapi sebenarnya kita tidak akan pergi menemuinya?" Tanya Fernando yang merasa bahwa pikiran istrinya terlalu licik!


Amira tersenyum, 'suamiku ini benar-benar polos,,,' pikir perempuan itu dalam hati lalu berkata, "dia tidak berniat membicarakan masalah pengangkatan mu sebagai Direktur."


Ucapan istrinya benar-benar membuat Fernando merasa kebingungan, jadi pria itu menatap istrinya dengan intens sambil berkata, "Kenapa kau berpikir seperti itu? Bagaimana kalau Mahesa sebenarnya bersikap tulus dan--"


"Karena Ayah sudah menelponku bahwa keluarga pertama dan kedua sudah berencana dengan nenek untuk membatalkan pengangkatan mu sebagai Direktur. Itu sebabnya mereka menunda acara pengangkatan mu karena mereka memiliki rencana lain," ucap Amira langsung membuat Fernando tercengang di tempatnya.

__ADS_1


Pria itu sama sekali tidak menyangka bahwa ada kejadian seperti itu, jadi Fernando menghembuskan nafasnya lalu pria itu kembali meneguk anggur yang ada di atas meja.


Tingkah suaminya langsung membuat Amira menahan tawanya, 'dia minum banyak alkohol lagi, sepertinya malam ini akan seru,' pikir Amira dalam hati sembari menggoyang-goyang gelas anggur miliknya.


Setelah itu, Amira terus memperhatikan suaminya yang banyak minum anggur, 'Apa yang sedang dia pikirkan sampai meneguk anggur sebanyak itu?' ucap Amira dalam hati yang melihat suaminya sudah menghabiskan terlalu banyak anggur, dan wajah pria di depannya sudah sangat memerah.


"Sayang, kau baik-baik saja?" Tanya Amira melihat pria di depannya yang sudah tampak sayu.


"Hm,," Fernando tersenyum mengangkat wajahnya menatap istrinya, "aku rasa aku terlalu bodoh untuk menjadi suami dari perempuan pintar sepertimu." Ucap Fernando diikuti dengan raut wajah pria itu langsung berubah sedih.


"Hm,, aku rasa aku juga terlalu bodoh sampai mau menjadikanmu satu-satunya pria dalam hidupku." Ucap Amira sembari meletakkan gelas anggurnya lalu dia berjalan mendekati suaminya.


Cup!


"Tapi aku senang karena suamiku ini terlalu menggemaskan!" Ucap Amira membuat Fernando menatap istrinya dengan kelingan melingkupi seluruh tubuhnya dan pikirannya.


Hanya karena dia menggemaskan lalu Amira mau bersamanya???


Pertanyaan itu terngiang-ngiang dalam kepala Fernando sampai akhirnya dia tidak bisa lagi menahan rasa mabuknya dan jatuh tertidur dipelukan Amira.


@info.

__ADS_1


Maaf ya, akhir-akhir ini otor tidak update rutin karena kesibukan di dunia nyata yang ternyata lebih memusingkan daripada dunia haluπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2