Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
113. Diajak pindah ke rumah utama Barata


__ADS_3

Keesokan harinya, kira-kira pada pukul 10.00 pagi, keluarga ketiga Barata dikejutkan dengan datangnya Rena Barata bersama beberapa pelayan.


Saat itu, yang berada di depan adalah Fernando dan ayahnya, jadi mereka langsung menyambut perempuan itu lalu mengajak Rena memasuki rumah kecil mereka.


Sambil mendesah panjang, Rena duduk di kursi yang sudah usang sembari menatap rumah yang sempit, tempat tinggal keluarga ketiga.


"Ada apa Ibu kemari?" Tanya Bayu yang merasa sangat aneh dengan kedatangan tiba-tiba ibunya, yang mana perempuan itu selama ini tak pernah menginjakkan kaki di kediaman mereka.


Rena mendesah nafas dengan panjang lalu perempuan itu memalingkan wajahnya dari dinding-dinding yang hampir terkelupas di rumah itu lalu menatap Bayu putranya, "Apakah hanya kalian berdua di rumah?" Tanya perempuan itu yang merasa aneh bahwa dia tidak melihat para perempuan di rumah tersebut.


"Ahh, itu, Aulia dan Amira masih tidur." Jawab Bayu.


Rena merasa marah dengan dua menantu keluarga Barata yang masih tertidur pada pukul 10.00 pagi, sementara suami-suami mereka telah bangun dan mengerjakan aktivitas rumah.


Sebab tadinya ketika perempuan itu tiba dia sedang melihat Fernando baru selesai menyapu rumah.

__ADS_1


Tetapi mengingat bahwa Amira sangat disukai oleh keluarga Rakin, maka Rena mengurungkan niatnya untuk memarahi kedua menantu Barata.


"Sepertinya mereka kelelahan sampai masih tertidur pada pukul 10.00 seperti ini." Kata Rena lalu perempuan itu melihat ke arah pelayan yang datang bersamanya, "pergilah ke kediaman kita dan bawa beberapa makanan kemari, mereka pasti belum memasak, sebab kedua perempuan di rumah ini belum bangun." Perintah Rena pada pelayan.


"Baik," jawab sang pelayan, lalu dua orang pelayan yang datang bersama Rena segera pergi untuk melaksanakan perintah Rena.


Tetapi Bayu berkata, "Ibu tidak perlu cemas, kami sudah memesan makanan online, jadi sebentar lagi akan tiba. Tapi Bu, ada urusan apa ibu tiba-tiba datang ke rumah kami? Di sini nih sangat sumpek dan tidak bagus untuk kesehatan ibu, jadi--"


"Hah!!" Sela Rena, "Di sini memang sangat sumpek karena tempatnya kecil dan juga sudah tua!!. Olehh sebab itu, ibu akan membawa kalian kembali ke kediaman keluarga Barata, agar seluruh keluarga Barata kembali berkumpul bersama.


"Ibu sudah menyuruh para pelayan membersihkan kamar yang akan kalian tempati di rumah. Jadi sekarang, mulailah berkemas dan setelah jam makan siang nanti, kalian akan pindah ke rumah utama!!" Ucap Rena membuat Bayu maupun Fernando begitu terkejut.


Ucapan cucunya membuat Rena mengerutkan keningnya lalu perempuan itu berkata, "apa yang kau katakan?!! Apakah pendapat seorang perempuan lebih penting dari pendapat seorang lelaki?!! Dua perempuan itu berasal dari keluarga yang tidak berguna, sedangkan kalian berasal dari keluarga Barata dengan status yang tinggi!! Kalian berdua adalah penentu keputusan di rumah ini!!!"


Melihat ibunya yang tampak emosi, Bayu langsung menganggukkan kepalanya, "ibu tenanglah, dan jangan terlalu emosi. Pokoknya nanti, kami masih harus membicarakannya, sebab kenyamanan istri serta menantuku adalah prioritas kami." Ucap Bayu.

__ADS_1


"Hah!! Jadi kau berpikir bahwa kediaman utama keluarga Barata tidak lebih nyaman daripada tempat kumuh ini?!! Apakah kau berpikir bahwa ibu akan memakan kalian di rumah itu?!!" Kesal Rena memandangi putranya yang kini lebih membela menantu Barata ketimbang ibunya sendiri.


"Maaf Bu,, Sepertinya aku sudah salah berbicara." Ucap Bayu membuat Rena kembali mendesah.


"Pokoknya, setelah jam makan siang nanti, kalian sudah harus berangkat ke kediaman utama dan tinggal di sana!!!" Kata Rena sembari berdiri, lalu perempuan itu masih menatap dua pria yang duduk di hadapannya sebelum melangkah pergi bersama salah satu pelayan yang masih tinggal menjaganya.


Begitu Rena pergi, Fernando dan Bayu menghela nafas, lalu kedua pria itu saling tatap satu sama lain, "Putraku, Bagaimana menurutmu?" Tanya Bayu pada Fernando.


"Hm,, rumah utama memang sangat nyaman dari segi fasilitas, Di sana juga ada pelayan yang akan bekerja, jadi Amira tidak perlu lagi dibentak untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi di sana ada keluarga pertama dan kedua yang tidak menyukai kita. Aku cemas mereka akan menindas kita jika kita pindah ke sana," ucap Fernando dengan cemas.


"Hah, kau benar, Ayah selalu sedih saat melihat mereka terus merendahkan keluarga kita." Ucap Bayu sambil mengheran nafas memikirkan masalah kepindahan mereka.


"Pokoknya Ayah harus membicarakannya dengan ibu dan aku juga akan membicarakannya dengan Amira," ucap Fernando langsung diangguki oleh Bayu.


@Interaksi

__ADS_1



Biasalah manusia, malah biasanya yang palsu di kira asli, jadi nyesel gak ketulungan deh... nangis gak ada guna...


__ADS_2