Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
135. Taruhannya di naikkan


__ADS_3

Gerald yang melihat sang petugas kini mulai ragu akhirnya tersenyum lalu dia berkata pada petugas itu, "hanya satu surat dariku yang menghuni perumahan kelas 2 dan kau akan dipecat dari jabatanmu. Lalu kau mau membiarkan orang-orang yang berasal dari tempat kumuh ini menyinggungku?" Tanya Gerald yang merasa percaya diri bisa lolos dari situasi itu.


Bagaimanapun, orang-orang yang menghuni rumah kelas 3 di Luxury Grand house mungkin bisa menaikkan gengsi mereka karena berada di perumahan mewah, tetapi tetap saja mereka tidak akan bisa bersinggungan dengan penghuni kelas 2, apalagi kelas 1 yang diberikan lebih banyak fasilitas eksklusif.


Oleh sebab itu, sang petugas kemudian menatap Fernando dan Amira, lalu berkata, "tuan dan nyonya mohon perhatiannya dan kasihanilah saya, kali ini saja biarkan taruhan ini tidak perlu kita--"


"Heh!! Kau berkata demikian karena dia adalah penghuni perumahan kelas 2? Lalu Apakah kau sudah bertanya pada kami rumah kelas berapa yang kami huni?" Kesal Amira menatap sang tugas membuat petugas itu langsung tercengang dengan keberanian Amira.


Bahkan Gerald pun tak menyangkah Amira akan berkata seperti itu. Jadi dia menggerakkan giginya lalu berkata, "emangnya kau menghuni perumahan kelas berapa?"


"Heh!! Tentu saja kami berada di kelas 1!!" Ucap Amira mengejutkan sang petugas hingga pria itu gemetar di tempatnya, karena tak menyangka dirinya akan menyinggung seorang penghuni dari perumahan kelas 1.

__ADS_1


Bahkan dia malah membela penghuni perumahan kelas 2 di depan mereka!!!


Juga Gerald yang mendengar itu sangat tidak percaya bahwa keluarga Barata bisa membeli rumah di perumahan di kelas 1, sedangkan mereka sendiri menempati rumah kumuh yang bahkan tak setara dengan perumahan kelas 1 di Luxury grand house.


Jadi Gerald berkata, "Aku tidak akan pernah percaya bahwa sampah seperti kalian bisa membeli rumah di sini!! Apalagi sok berkata bahwa kalian berada di perumahan kelas 1?!! Itu sungguh konyol dan tak akan pernah masuk akal, bahkan jika aku harus mendorong mobilku keliling kota!!!!"


Ucapan Gerald benar-benar membuat Amira tertawa terbahak-bahak.


Maka Fernando yang melihat wajah istrinya hanya bisa mengangguk pasrah membuat Amira begitu senang lalu dia berkata, "kalau aku bisa membuktikan kami tinggal di perumahan kelas 1 maka apa yang akan kau lakukan?"


Gerald mengerutkan keningnya, 'hm,, dia pasti hanya membual saja, lagi pula seluruh perumahan kelas 1 dimiliki oleh keluarga-keluarga besar, Jadi tidak mungkin perempuan ini apalagi keluarga Barata sanggup mendapatkan rumah itu dari mereka.

__ADS_1


'Kalau begitu, ini kesempatanku untuk lepas dari taruhan kami sebelumnya!! Dan aku akan mempermalukan mereka dengan cara menaikkan taruhanku!!!' ucap Gerald dalam hati lalu pria itu tersenyum sinis menatap dua orang di depannya.


Pria itu dengan percaya diri menggerakkan bibirnya, "Kalau kalian bisa membuktikan bahwa kalian tinggal di perumahan kelas 1, maka aku akan mendorong mobilku mengelilingi seluruh kompleks ini dan mengetuk seluruh pintu rumah lalu meludah di depan rumah mereka dan menjilat kembali ludahku!!


"Tapi kalau kalian tidak bisa melakukannya maka kalianlah yang harus melakukannya!!!" Ucap Gerald dengan penuh percaya diri serta senyum merendahkan menghiasi wajahnya.


Dia sangat percaya diri akan melihat kedua orang itu melakukan hal memalukan dalam seluruh mereka!!


Dan dia percaya taruhannya akan menang sebab keduanya tidak mungkin menolak taruhan itu, atau jika tidak, maka keduanya sendiri pun akan kembali malu karena saat itu sudah ada banyak orang yang berkumpul di dekat mereka. Beberapa bahkan mendengarkan percakapan mereka.


Jadi taruhannya harus dinaikkan!!!

__ADS_1


__ADS_2