
Sang pria tua mengerutkan keningnya melihat pemuda di depannya, lalu pria itu berkata, "kau pikir rumahku apa hingga aku harus mengijinkanmu meludah di depan rumahku?!! Dasar pemuda tidak sopan!! Cepat pergi dari sini!!!"
Bentakan pria tua itu membuat Gerald semakin gemetar, tetapi kalau dia tidak melakukan hal tersebut di depan rumah pria tua itu maka dia tidak bisa lanjut ke rumah kedua.
Dan hal itu akan membuat Amira menjadi marah dan bisa saja merekamnya hingga menyebarkannya di internet.
Maka dengan cepat Gerald langsung meludah ke tanah.
Hal itu membuat pria tua menjadi sangat marah, "sialan!!! Kau pikir kau siapa?!! Beraninya kau!!!" Bentak pria tua itu berbalik ke rumah mengambil sebuah batang sapu untuk memukuli Gerald.
Tetapi ketika dia kembali pria tua itu sangat terkejut melihat Gerald sudah membungkuk di depan ludahnya sendiri dan pria itu menjilati ludahnya yang telah berada di tanah.
"Pria gila!!!" Teriak pria tua itu yang merasa bahwa adegan seperti itu tidak di pantas diperlihatkan pada cucunya.
Maka pria tua itu dengan segera berlari ke arah Gerald dan memukuli pria itu.
__ADS_1
"Sialan!!" Teriak pria tua itu mendaratkan sebuah pukulan di bokong gerak membuat Gerald terjatuh ke tanah, lalu diusir dari rumah itu dengan menggunakan sapu.
Namun Gerald langsung berjalan ke mobilnya sembari mendorong mobilnya pergi ke rumah kedua.
Namun belum 1 meter mobilnya berjalan ketika dia merasa sangat jijik dengan hal yang baru saja ia lakukan.
Huekkkkk....!!
Pria itu muntah di jalanan membuat semua orang menutup mulut mereka dengan rasa jijiknya terhadap pria itu.
Amira merasa puas melihat adegan itu, jadi dia menatap pada sang penanggung jawab dan petugas yang ada di dekatnya, "tolong pastikan dia mengunjungi seluruh rumah di kompleks ini, kecuali rumah saya." Ucap Amira langsung diangkuti oleh sang penanggung jawab.
"Nyonya Tenang saja, akan saya pastikan dia mengunjungi seluruh rumah." Ucap sang penanggung jawab itu langsung membuat Amira merasa sangat puas.
Amira lalu menatap suaminya sambil berkata, "aku sudah membalaskan dendam, dan sekarang saatnya mengobati lukamu. Ayo kita pergi sekarang." Ucap Amira langsung diangguki oleh Fernando.
__ADS_1
Sebelum pergi, Fernando menyerahkan kunci mobilnya pada sang petugas agar petugas itu mengantar mobilnya ke kediamannya.
Setelah itu, Fernando mengendarai mobil yang didapatkan Amira dari keluarga Rakin, lalu mereka pergi ke rumah mereka.
Pria itu sangat terkejut ketika mereka memasuki sebuah rumah yang begitu besar dan membuatnya sangat tercengang.
"Ini,, kau yakin keluarga Rakin memberikan rumah sebesar ini untuk kita?" Tanya Fernando sembari melihat ke arah istrinya yang duduk dengan tenang memainkan ponselnya.
Mendengar pertanyaan suaminya, Amira mengangkat wajahnya menatap suaminya sambil tersenyum, "tentu saja, kalau tidak begitu, mana mungkin kita bisa tinggal di sini?" Ucap Amira sembari memperhatikan suaminya yang kini kembali menatap rumah baru mereka dengan wajah tercengang-cengang.
Pria itu fokus memandangi desain taman rumah tersebut, semuanya berisi tanaman-tanaman yang sangat mahal dan bisa dipastikan bahwa kebun itu telah menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk beberapa tanaman saja.
Bahkan perawatannya, Fernando tidak bisa membayangkan berapa uang yang akan ia keluarkan untuk satu bulan nya demi membayar gaji tukang kebun.
Bukan hanya itu saja, para pelayan yang membersihkan di dalam kediaman dan menjaga rumah itu.....!!!
__ADS_1
'Apakah gajiku sebagai Direktur di perusahaan Barata akan cukup untuk menggaji mereka semua?' Fernando menelan air liurnya sembari menjalankan mobil itu ke sebuah bagasi luas yang masih tampak kosong.