
Drrrttttt... Drrrttttt... Drrrttttt...
Drrrttttt... Drrrttttt... Drrrttttt...
Ponsel Rahmat Rakin yang diletakkan di kamar terus saja bergetar.
Tetapi tidak ada yang mengangkatnya karena saat itu Tuan Rakin sedang berada di kamar cucunya, bermain bersama cucunya.
"Silakan tinggalkan pesan suara karena nomor yang anda tuju tidak--"
Tut tut tut.....
Arifin mematikan ponsel itu dengan kesal lalu kembali menelpon sebanyak tiga kali lagi.
Tetapi karena panggilannya terus tidak diangkat, maka pria itu menggertakan giginya dan melihat ke arah supir yang membawa mobilnya.
"Percepat laju kendaraan!!!" Perintah pria itu yang sangat cemas akan Amira yang dikabarkan oleh anak buahnya telah dibawa ke sebuah gudang bersama dengan suaminya.
"Baik Tuan," jawab sang supir menambah kecepatan mobilnya diikuti banyaknya rentetan mobil yang mengikuti mereka dari belakang.
Drrrttttt... Drrrttttt... Drrrttttt...
Tiba-tiba ponsel Arifin bergetar memperlihatkan nama penelpon adalah anak buahnya yang baru saja memberinya kabar.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya pria itu pada salah seorang anak buahnya yang dari dulu Memang ditugaskan untuk menyusup di keluarga maherson.
"Mereka berdua masih baik-baik saja, tapi saat ini kami semua sedang dalam perjalanan menuju gudang itu. Sekitar 10 menit lagi kami akan tiba di sana,, Dan mungkin, saat itu saya sudah tidak bisa lagi mengabari tuan." Ucap pria dari seberang telepon langsung membuat Arifin merasa lega.
"Bagus, kami akan tiba dalam 5 menit lagi." Ucap Arifin.
"Ini tidak bisa, sebaiknya Tuan menghubungi polisi karena yang ada di sana adalah para pembunuh bayaran. Jumlah mereka sekitar 30 orang dengan persenjataan yang lengkap. Saat ini sedang hujan deras, cuaca seperti ini,,, saya rasa akan sulit bagi kita untuk menyelamatkan mereka." Kembali terdengar suara dari seberang telepon langsung membuat Arifin menggertakan giginya.
Seandainya hanya menyerang saja tanpa harus menyelamatkan seseorang maka itu adalah perkara yang mudah, tetapi jika ada Sandra, maka sangat sulit untuk mengalahkan musuh.
Maka pria itu menutup teleponnya dan kembali menghubungi keluarga Rakin agar keluarga itu membantunya.
Sementara itu, di gudang tempat penyekapan, Amira sudah kembali diikat di kursi tempatnya setelah kembali dari toilet.
"Sekitar 10 menit lagi, jadi kita masih bisa makan sampai kenyang sebelum bergerak." Jawab salah seorang pria langsung membuat Amira menggertakan giginya lalu dia menoleh ke arah pengawal yang berdiri di sampingnya.
'Dia ini hanya pengawal kecil, tidak akan mampu jika aku menyandranya.' ucap Amira dalam hati sembari memegang erat tali yang mengikatnya.
"Hei!! Kau di yang di sana, bergabunglah bersama kita!!!" Tiba-tiba salah seorang pria yang duduk memakan daging memanggil pria yang berada di samping Amira.
"Ahh, tapi in,," pria itu merasa ragu untuk meninggalkan Amira dan Fernando.
"Jangan khawatir, mereka berdua diikat. Jadi tidak mungkin bisa pergi dari tempat itu. Lagi pula kita dekat dengan mereka jadi mudah untuk mengawasinya," ucap pria yang sedang membolak-balik daging di panggangan, jadi pria yang berada di samping Amira kemudian bergabung bersama teman-temannya.
__ADS_1
Fernando menatap istrinya, "kau baik-baik saja?" Tanya Fernando dengan cemas.
"Iya,"jawab Amira sembari melihat orang-orang yang sedang tertawa terbahak-bahak. Salah satu pria sesekali melihat ke arah mereka, dan Amira dengan cepat memahami intensitas pria itu menoleh ke arah mereka.
Maka dengan segera Amira memegang tali yang mengikat tangannya di belakang Lalu perempuan itu membayangkan tali itu berpindah ke dunia ajaib.
"Ng!" Amira merasa lega ketika tali yang mengikat tangannya telah berpindah ke dunia ajaib, tangannya kini bebas.
Jadi dia segera mengeluarkan sebuah pil dari dunia ajaib.
Dan setelah sang pria selesai menoleh ke arah mereka dan kembali menikmati daging, maka Amira dengan cepat mengulurkan tangannya dan memasukkan pil itu ke dalam mulut suaminya.
Fernando sangat terkejut karena Amira bisa melepaskan ikatan yang begitu kuat di tangan mereka.
Tetapi itu tidaklah penting, pria itu dengan cepat menelan pil yang diberikan oleh istrinya.
Maka hanya dalam satu menit, Fernando menjadi sangat mengantuk lalu pria itu langsung tertidur di tempatnya.
"Sekarang saatnya," ucap Amira segera menyentuh suaminya dan mengirim pria yang pingsan itu ke dunia ajaib.
Setelah itu, dia mengeluarkan pistol dari dunia ajaib dan menggunakan kemampuannya ia menembak ke arah saklar lampu.
Dor!!
__ADS_1
Srssrrr!!!!!