
"Meminun minuman keras, begadang, makan tidak teratur, makan makanan sebarang,,, kau akan lebih cepat mati daripada perempuan yang bersamamu tadi." Kata Amira langsung membuat wajah Arifin menjadi pucat pasi.
Semua yang dikatakan Amira adalah kebenaran, dia sudah 1 bulan berhubungan dengan Kirana, setiap hari minum alkohol, begadang dan bahkan kadang satu hari dia tidak pernah makan sesuap nasi pun!!!
"La... Lalu... Apa yang harus kulakukan agar kesehatanku kembali pulih?" Tanya Arifin dengan perasaan yang begitu cemas.
Amira bersandar sembari menatap pria di depannya dengan rasa bosan, "tidak mudah, bahkan dengan seluruh kekayaanmu, kau tidak akan pernah bisa kembali pulih." ucap Amira membuat tubuh pria di depannya gemetar ketakutan hingga keringat dingin membasahi seluruh keningnya.
Untuk apa seluruh harta yang ia miliki Jika dia harus mati? Tidak ada gunanya!!
"Ja.. jadi,,, maksudmu adalah,, apapun yang aku lakukan tidak akan bisa membuatku sembuh dan bulan ini aku akan,,, mati?" Tanya Arifin dengan bibir gemetar.
Selama ini dia tidak pernah ketakutan sampai seperti saat ini, tetapi mendengar perkataan perempuan di depannya ini, dia benar-benar ketakutan membayangkan dirinya hanya punya waktu satu bulan untuk hidup di dunia, bahkan hidup itu pun tidak akan mudah baginya.
Ia akan hidup seperti orang tua sekarat yang penyakitan!!!
__ADS_1
Amira mengangkat bahunya, "mungkin saja." Jawab perempuan itu dengan acuh.
"Mungkin? Itu artinya belum ada kepastian bahwa aku akan mati di bulan ini bukan?" Tanya Arifin sedikit merasa lega karena adanya celah untuk memperpanjang umurnya.
Amira kembali mengangkat bahunya sembari perempuan itu menatap seorang pelayan yang berjalan ke arah mereka.
"Nona, ini adalah pesanan Nona, dan ini adalah bukti pembayaran beserta kartu kredit Nona." Ucap pelayan tersebut menyerahkan semua barang yang ada di tangannya pada Amira.
Amira mengambil barang tersebut sembari tersenyum ke arah pelayan, "Terima kasih, kau boleh mengambil ini," ucap Amira menyerahkan salah satu paper bag yang lebih kecil.
Sang pelayan jelas terkejut, paper bag kecil itu berisi sebuah gelang seharga 2,5 juta, tidak mungkin dia mengambil barang tersebut dari pelanggannya.
Jadi pelayan itu membungkuk ke arah Amira, "Terima kasih atas kebaikan hati Nona, tetapi mohon maaf, saya tidak bisa menerima benda tersebut karena peraturan di toko kami bahwa pelayan tidak boleh mengambil barang dari pelanggan." Kata Sang pelayan.
Amira mengangkat alisnya lalu perempuan itu meletakkan paper bag kecil itu di atas meja, "Oh,, kalau begitu, letakkan saja barang ini di sini, aku tidak menyukai barang yang terlalu murah!" Kata Amira membuat sang pelayan begitu terkejut dengan kesombongan Amira.
__ADS_1
Bahkan pria yang ada di depan Amira pun juga terkejut, 'perempuan ini memang bukan Perempuan biasa, padahal bonus dari toko ini pun sangat berarti untuk dikenakan, karena akan menjadi bukti bahwa orang tersebut telah membeli barang yang begitu mahal dari brand ini,' pikir sang pria.
"Terima kasih atas pelayanannya. Aku sangat puas berbelanja di toko ini." Ucap Amira langsung berdiri meninggalkan tempat itu dengan senyum dan sorot penuh kemenangan.
'Aku tidak akan bersikap mudah pada bos Kasino itu, karena jika iya, maka dia akan menganggap enteng diriku,' pikir Amira dalam hati sembari berjalan santai meninggalkan toko itu untuk mencari toko lain.
Sementara Arifin yang melihat kepergian Amira, pria itu langsung menyusul Amira dan mengikuti perempuan itu sampai ketika Amira memasuki sebuah tokoh dengan brand yang sangat terkenal.
'Sial!! Dia orang yang begitu kaya jadi pastilah akan sulit merayunya dengan uang, Jadi apa yang bisa kugunakan untuk membuatnya mau membantuku?' pikir pos Kasino dalam hati.
@interaksi
hehe.. kemampuan Amira tercermin dari kemampuan otor, makanya reder mesti ati-ati, awas nanti otor racunin online kalo pada gak like novel ini!!!!
__ADS_1