
Sementara Ardan, begitu dia melihat Amira dia yang sudah berlutut di tanah dengan tubuh gemetar Dia berkata, "Tolong maafkan kata-kata saya terakhir kali, saya benar-benar tidak berniat mengatakan itu dengan tulus. Tolong,, Tolong selamatkan cucu saya yang sedang sekarat.
"Tuan uban sudah kabur ke luar negeri setelah memperparah keadaan cucu saya dan sekarang saya hanya bisa mengharapkan Nona Amira untuk melakukan pengobatan terhadap cucu saya. Apapun yang Nona Amira inginkan akan saya penuhi Tapi tolong sembuhkanlah cucu saya."
🐾🐾🐾
Amira memperhatikan pria yang tampak tak berdaya di depannya, tetapi dia sama sekali tidak kasihan Karena di masa lampau Sudah berapa banyak orang yang meninggal atas perbuatannya???
Di masa lalu dia adalah seorang pelakor, berapa banyak perempuan yang telah Ia sakiti setelah suaminya dan hartanya direbut,,,, jadi pemandangan seperti ini adalah hal biasa bagi Amira, karena di kehidupan sebelumnya Amira sudah lebih banyak melihat perempuan yang bersujud memohon kepadanya sembari menangis.
Para perempuan itu tidak melakukan kesalahan apapun, tetapi Amira tidak mengasihinya dan apalagi pria yang ada di depannya ini, pria yang sudah menghinanya pria yang sudah merendahkannya, tidak ada kasihan untuk dia!!!
Dia adalah mantan pelakor yang berhati dingin....!!!!!
Jadi Amira berkata, "Aku tidak akan meminta apapun, aku hanya berharap kau bisa menepati semua kata-kata yang keluar dari mulutmu. Setelah kau menepati semuanya itu maka aku akan memaafkanmu!!!"
__ADS_1
Ardan sangat terkejut ia mengangkat wajahnya menatap Amira dan berkata, "A,, apa?? Tapi bagaimana bisa saya mendapatkan sebuah nyawa??? Itu adalah hal yang mustahil apalagi sebuah nyawa yang berharga,,,,"
"Kau bilang semua nyawa yang berharga?" Amira tersenyum menghina, "benar, sebuah nyawa yang berharga menurutmu itu seperti apa? Apakah nyawa dari seorang pelayan atau kanyawa dari seorang pewaris?" Amira tertawa menghina lalu dia membuka pintu pagarnya dan menutupnya.
Benar, orang-orang yang kaya selalu menganggap ada nyawa yang berharga dan ada nyawa yang tidak berharga.
Jadi biarkan orang kaya itu menjadi pusing atas pikirannya sendiri, biarkan dia pergi mencari sebuah nyawa yang berharga menurutnya!!!
"Nona Amira?!!" Teriak Ardan langsung menatap ke dalam kediaman Amira, tetapi Amira sudah berjalan pergi dan sama sekali tidak ada niat untuk berbalik menatap pria itu.
Jadi Ardan di papah oleh asistennya kembali ke dalam mobil dengan pria itu duduk sembari dipenuhi rasa penyesalan karena tidak bisa menyelamatkan nyawa cucunya.
"Kamu bilang kalau nyawa yang berharga yang dimaksud Amira itu harusnya kita menculik Dani saja?" Tanya Ardan.
"Itu,, saya pikir Dani tidak akan disakiti oleh Amira, sebab Dia adalah pria yang sudah disembuhkan oleh Amira dan melupakan cucu keluarga Rakin. Cukup mengambilkannya saja dan membawanya kekediaman Tuan lalu menyuruh Amira datang menjemputnya.
__ADS_1
"Bukankah Amira akan langsung datang dan menyembuhkan cucu Tuan? Ini tidak akan melukai Dani, Tapi hanya saja kita meminjamnya sebentar." Ucap sang asisten yang berpikir bahwa Dani adalah satu-satunya jalan keluar.
Lagi pula hubungan Amira dan Dani juga sangat baik, jadi perempuan itu tidak akan membiarkan Dani sampai terluka.
Jadi satu-satunya pilihan bagi Amira ialah menyelamatkan dari dengan cara menyelamatkan cucu keluarga Zahir kah. Dan lagi tidak akan terjadi apa-apa pada Dani!!!
Ardan memikirkan ucapan asistennya, dan dia benar-benar setuju dengan ucapan pria itu cucunya akan terselamatkan dan Dani akan baik-baik saja!!!
Maka begitu, Ardan menganggukkan kepalanya, "Ayo pergi ke sekolahnya." Ucap Ardan langsung diangguki oleh sang asisten, lalu mobil segera berjalan menuju sekolah tempat Dani bersekolah.
Begitu mereka tiba, dilihatnya mobil mewah milik keluarga Rakin yang menunggu Dani sudah terparkir di sana.
"Kita tidak bisa melakukan ini, keluarga Rakin mengawasi cucunya dengan sangat baik." Ucap Ardan yang jelas tahu bahwa keluarga Rakin tidak akan membiarkan apapun terjadi pada satu-satunya cucu pewaris mereka.
Tetapi sang asisten yang duduk di kursi kemudi langsung tersenyum dan berkata, "Tuan hanya perlu duduk di sini dan saya akan menanganinya."
__ADS_1
Ardan yang mendengar itu begitu heran karena tidak tahu Apa rencana asistennya itu, tetapi dia hanya menganggukkan kepalanya karena saat ini, cucunya jauh lebih penting daripada apapun itu.
Lagi pula, mereka tidak berniat untuk melukai Dani, hanya meminjam pria itu sebentar.