
Kediaman keluarga Barata.
"Ibu, Apakah kau yakin kalau Bayu benar-benar akan menyampaikan pesan itu pada putranya? Mengapa bukan ibu saja yang langsung menelpon Fernando supaya kita lebih memastikan kalau keluarga Rakin benar-benar akan hadir dalam acara itu." Ucap Rizal yang sudah 100% yakin kalau putranya lah yang akan dipilih oleh ibunya untuk menjadi direktur.
Karena bagaimanapun, selama 3 minggu terakhir, putranya sudah menunjukkan kinerja yang sangat baik, berbeda sekali dengan Mahesa yang sudah menghancurkan sebuah proyek.
Tentu saja hancurnya proyek itu juga disebabkan oleh ulanya dan putranya yang berusaha menjatuhkan Mahesa.
"Ah,, kalau begitu ibu akan menghubunginya. Tapi semua persiapan untuk acara itu, Apakah kau sudah memastikan bahwa semuanya sudah ditangani dengan baik?" Tanya Rena langsung diangguki oleh Rizal.
__ADS_1
"Ibu tenang saja, pokoknya aku sudah mengatur semuanya agar berjalan dengan lancar. Semua undangan juga sudah disebar, termasuk undangan untuk keluarga Rakin, tapi aku tidak yakin kalau mereka benar-benar akan datang hanya karena membaca satu undangan itu.
"Jadi aku berharap Ibu bisa membuat Fernando membujuk keluarga Rakin agar menghadiri acara tersebut, supaya keluarga kita bisa lebih dipandang orang karena mengetahui kita benar-benar dekat dengan keluarga Rakin." Ucap Rizal langsung di iyakan oleh Rena.
"Kalau begitu, pergilah mengecek ulang semuanya, biar ibu yang menghubungi Fernando." Ucap Rena langsung di angguki oleh Rizal lalu pria itu keluar dari ruangan ibunya dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Sementara itu, Fernando yang masih bekerja di perusahaan, ia dikejutkan oleh panggilan tiba-tiba dari neneknya. Padahal, selama ini neneknya tidak pernah menelpon ke ponsel pribadinya.
"Cucuku,, Apakah kau masih sibuk bekerja di kantor?" Tanya Rena dari seberang telepon langsung membuat Fernando mengerutkan keningnya, karena dia tidak yakin kalau neneknya benar-benar menelponnya hanya untuk mempertanyakan hal tersebut.
__ADS_1
Namun demikian, pria itu tetap menjawab, katanya: "iya, masih banyak yang harus ditangani sehubungan dengan proyek kerjasama dengan Grup Rakin. Apalagi saat ini proyeknya sudah berjalan 10%, jadi ini masa-masa yang sulit dan harus mengatur banyak hal agar proyeknya berjalan dengan lancar."
"Ahh, baguslah, tapi kau juga harus ingat kalau kau harus menjaga kesehatanmu, karena dua hari lagi akan ada pengangkatan direktur, dan nenek tidak mau kalau kau sampai sakit di acara penting itu.
"Dan Oh ya, nenek berharap kau bisa mengajak CEO grup terakhir agar datang ke acara tersebut. Karena pengangkatan direktur sangat penting untuk kita, dan kedatangan partner kerjasama kita adalah hal yang tak kalah pentingnya. Apa kau mengerti?!" Tegas Rena dari seberang telepon.
"Baik Nek, akan ku usahakan." Jawab Fernando sambil menatap layar laptopnya dengan tatapan kesal.
"Bukan mengusahakan, tetapi harus kau pastikan CEO group Rakin benar-benar datang di acara peresmian direktur itu, karena kalau tidak nenek tidak akan mengangkatmu menjadi direktur. Apa kau mengerti?!!" Kembali tegas Rena dari seberang telepon.
__ADS_1
"Iya Nek," jawab Fernando sembari mengepalkan tangannya karena dia benar-benar marah pada neneknya.
Bagaimanapun, dia sudah mengetahui bahwa neneknya tidak benar-benar berniat untuk menjadikannya direktur, tetapi hanya memperalatnya saja untuk membawa keuntungan bagi keluarga mereka dan keuntungan itu akan dinikmati oleh cucunya yang lain.