
Setelah perjalanan sekitar 30 menit karena macet, mereka akhirnya tiba di kediaman keluarga Zahirka.
Semua orang dipersilakan memasuki kediaman besar milik keluarga Zahirka.
"Ayah!! Akhirnya kau kembali,, aku sudah menemukan tabib yang bisa menyembuhkan putra kita!!!" Seorang pria bernama Alga berlari menghampiri Ardan.
"Benarkah?? Dimana orangnya?" Tanya Ardan langsung menyusul putranya yang mengantar dia ke kamar cucunya.
Amira beserta dua keluarga Rakin juga menyusul mereka dan memasuki sebuah kamar yang sangat luas dan dan megah.
Tapi dalam kamar yang luas dan mega itu seorang pria berumur 20an tahun sedang berbaring kesakitan dengan sekujur tubuhnya dipenuhi oleh alat-alat medis.
Dua dokter berjubah putih berdiri di samping tempat tidur memperhatikan pria yang terbaring lemas di tempat tidur.
Lalu seorang pria berusia senja dengan rambut yang telah beruban duduk di sebuah kursi pada sisi ranjang yang lain, sedang memeriksa denyut nadi pria di atas ranjang.
"Kakek..." pria yang tampak lemah berbicara dengan suara pelan saat melihat kedatangan Ardan.
__ADS_1
"Cucuku,,,," Ardan langsung mendekati pria di atas tempat tidur dan mengusap tubuh pria itu.
"Cucuku, tenanglah, kakek akan segera mencari cara untuk menyembuhkanmu. Bersabarlah sebentar." Ucap Ardan.
Rahmat yang memperhatikan pria di tempat tidur kini mendekatkan diri ke Amira dan dengan suara pelan berbisik, "menurutmu, bagaimana kondisinya?" Tanya Ramat.
Amira membaca raut wajah pria di atas tempat tidur lalu menghela nafas sambil berkata, "sangat buruk, dia sudah sakit sejak lama, kondisinya tidak akan membaik dalam setengah tahun ke depan."
Ucapan Amira yang tidak pelan langsung membuat semua orang menoleh ke arah perempuan itu, "apa katamu?" Ardan bertanya dengan suara tegang.
"Setidaknya dia mengalami gagal ginjal, penurunan fungsi hati dan bahkan kini setengah tubuhnya sudah mengalami kelumpuhan. Bahkan dengan obat terbaik pun tidak akan bisa menyembuhkan nya dalam setengah tahun ke depan." Ucap Amira.
Semua orang terkejut,,, bagaimana bisa Amira mengetahuinya hanya dengan melihatnya saja?? Bahkan tak menyentuh pria yang berbaring sakit di atas ranjang.
Amira mengangguk, "Memang begitu," ucap Amira.
"Omong kosong!!!" Tiba-tiba suara pria paruh baya yang beruban mengagetkan semua orang hingga tatapan semua orang kembali pada pria beruban tersebut.
__ADS_1
"Hm!!" Pria berubah itu menghela nafas dengan berat lalu berdiri, "jelas penyakit ini masih bisa disembuhkan. Menggunakan pil heksa untuk menyembuhkan nya, bahkan tidak perlu membutuhkan 6 bulan jika memiliki pil itu.
"Tetapi bukan hanya menggunakan pil heksa, aku punya pil buatan ku sendiri yang bisa menyembuhkan nya, hanya dalam waktu 2 bulan saja asalkan rutin mengkonsumsi pil tersebut!!!" Ucap pria beruban itu membuat semua orang terkejut.
2 bulan dengan pil buatannya?
Mendengar ucapan sang tabib yang ia bawa, Alga langsung menghampiri ayahnya dan berkata, "Ayah,, inilah dia orang yang kumaksud yang bisa menyembuhkan putra kita dalam 2 bulan. Ini adalah salah satu anggota tetua obat internasional yang sangat terkenal itu, Tuan Uban."
Ardan Zahirka yang mendengar ucapan putranya langsung menoleh pada pria beruban yang ada di depannya.
"Tuan Uban yang terkenal itu?" Tanya Ardan.
Tuan Uban mengangguk, "Ya, Tuan Zahirka, putra mu sudah menghubungi ku sejak 1 tahun yang lalu, tapi sayangnya karena terlalu banyak pasien yang mengantri maka aku baru bisa datang hari ini.
"Dan kondisi cucumu ink memang sangat parah jika dilihat oleh orang yang tidak mendalami dunia medis, terutama dunia pengobatan tradisional yang menggunakan pil.
"Tapi bagiku, kondisi ini tidaklah terlalu parah, aku memiliki pil yang bisa membuatnya sembuh total jika memang dia memakannya secara teratur dalam waktu 2 bulan." Ucap pria beruban membuat kaget semua orang.
__ADS_1
'Jika begini, maka orang ini mungkin lebih hebat dari Amira yang selalu di sanjung oleh Rahmat,,' pikir Ardan dalam hati.