Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
115. Rahasia yang membuat penasaran


__ADS_3

Ketika pelayan yang disuruh oleh Rena tiba di kediaman Fernando dan Amira, pelayan itu berkata, "nyonya besar Barata memanggil kalian untuk menemuinya."


Tetapi Amira yang berdiri di depan pelayan langsung menjawab, katanya: "katakan pada nenek bahwa kami tidak bisa ke sana, karena malam ini kami ada acara yang penting, jadi harus bersiap dari sekarang."


Pelayan yang berdiri di depan Amira merasa sangat kesal pada Amira sebab Amira bukanlah siapa-siapa, namun beraninya menolak keinginan nyonya besar Barata.


Jadi pelayan perempuan itu berkata, "seharusnya kalian merasa senang karena nenek memanggil kalian, bukannya malah bersikap tidak tahu terima kasih seperti ini. Sudah dari dulu keluarga Barata mengacuhkan kalian, tapi sekarang nyonya besar berbaik hati pada kalian dan kalain mal--"


Plak!!!


Ucapan pelayan perempuan itu terpotong saat Amira menamparnya dengan keras hingga pelayan itu tersungkur ke tanah.


Fernando yang berdiri di samping Amira sangat terkejut dengan ulah istrinya.


Setelah menampar pelayan, Amira menatap perempuan itu dengan dingin, "beraninya seorang pelayan sepertimu mau mengajariku?!! Dasar tak tahu malu!!" Kesal Amira lalu menutup pintu rumah dan masuk bersama suaminya.


Begitu masuk ke dalam rumah, Fernando langsung memegangi tangan istrinya yang baru saja menampar pelayan, lalu pria itu melihat telapak tangan Amira agak memerah, "biar ku kompres tanganmu sebentar," ucap Fernando dengan khawatir, lalu pria itu menarik Amira ke dapur dan mengambil es batu beserta handuk untuk mengompres tangan Amira.


Perlakuan Fernando membuat hati Amira menjadi lebih hangat, jadi luapan kemarahan yang tadi dibangkitkan oleh pelayan langsung menjadi reda saat perempuan itu menatap suaminya yang tampak serius menangani tangannya yang hanya memerah sedikit.

__ADS_1


"Sayangku," kata Amira memandangi suaminya membuat Fernando mengangkat wajahnya menatap Amira.


Pria itu dengan lembut menatap Amira lalu berkata, "ada apa? Apakah tanganmu masih terasa sakit?"


Amira tersenyum menggelengkan kepalanya membuat Fernando merasa lega.


Tetapi Fernando tidak merasa puas juga, jadi dia kembali berkata, "lain kali kalau kau mau menampar seseorang, sebaiknya katakan padaku supaya aku yang mewakili mu. Untunglah saat ini tanganmu tidak kenapa-kenapa, kalau sampai terluka atau terkilir, bagaimana aku akan tenang?"


Amira sangat terkejut mendengar ucapan Fernando, karena dia tidak menyangka bahwa pria yang dikenal kaku berhadapan dengan perempuan malah bisa bersikap romantis secara tiba-tiba.


Jadi perempuan itu menatap dalam suaminya sambil bertanya, katanya: "Apakah beberapa waktu terakhir kau belajar kata-kata romantis?"


Pertanyaan Amira langsung membuat Fernando mengerutkan keningnya lalu pria itu berkata, "Kenapa kau berpikir seperti itu?" Tanya Fernando.


Hal itu membuat Fernando tersenyum lalu pria itu kembali tertunduk melihat tangan Amira, "sepertinya kau sudah salah menilaiku," kata Fernando membuat Amira merasa bingung.


'Apakah aku melewatkan ingatan Amira yang dulu?' pikir Amira dalam hati sembari mengingat ingatan-ingatan masa lalu amirah pemilik tubuh sebelumnya.


Bagaimanapun dia mengingatnya, dia sama sekali tidak ingat bagaimana sekalipun Fernando bersikap romantis pada Amira.

__ADS_1


Pria itu selalu bersikap acuh pada istrinya, bahkan ketika Amira sedang dimarahi oleh ibunya, Fernando biasanya hanya akan menenangkan Amira setelah ibunya selesai memarahi Amira.


"Katakan padaku, bagian mana yang sudah ku nilai salah!" Perintah Amira membuat Fernando tersenyum lalu pria itu membereskan handuk kecil di tangannya dan duduk tegak menatap istrinya.


Sembari tersenyum, Fernando berkata, "Aku ingin merahasiakan itu untuk diriku sendiri."


Amira yang mendengar dan melihat ekspresi pria di depannya begitu tercengang.


Bagaimana pria itu begitu percaya diri akan merahasiakannya, tetapi rona merah pada pipi Fernando membuat Amira merasa ada sesuatu yang aneh di belakang Fernando.


Dan karena Amira sangat penasaran, jadi perempuan itu mengulurkan tangannya dan memegang tangan Fernando, "Jangan coba merahasiakan nya dariku, cepat katakan padaku!!!" Perintah Amira dengan suara yang tegas serta tatapan yang tajam menatap Fernando.


"Eh,, eh?" Fernando merasa gugup di bawah tatapan mengintimidasi istrinya, "kau akan menertawakanku jika aku mengatakannya jad--"


"Sialan!! Kapan aku pernah menertawakanmu hingga kau berpikir seperti itu?" Kesal amila menggertakkan giginya, lalu perempuan itu dengan cepat bergerak naik ke pangkuan Fernando membuat Fernando semakin terkejut lagi.


Sikap berani istrinya benar-benar membuatnya merasa gelisah...!


@Info

__ADS_1


Jika kalian kekurangan bacaan, kalian bisa kepoin profil otor ya,, ada novel baru yang terbit beberapa hari yang lalu. Di bawah ini gambarnya:



__ADS_2