Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
161. Perempuan masa lalu Amira


__ADS_3

"Ah,, begitu, kau tenang saja, aku akan menyuruh seseorang untuk mengurusnya. Oya, hari ini aku akan mengajakmu ke sebuah butik terkenal di ibukota. Gaun dari sana sangat-sangat bagus jadi aku yakin kau pasti akan menyukainya." Ucap Yura langsung diangguki oleh Amira.


Maka begitu, mobil dengan cepat melesat ke arah butik agar mereka bisa berbelanja di tempat itu.


Begitu memasuki butik, Yura langsung disambut dengan ramah oleh para pelayan di sana lalu Yura melihat Amira "tunggulah sebentar, aku hendak mengecek pesanan yang kemarin dibuat oleh ibuku." Kata perempuan itu langsung diiyakan oleh Amira.


Jadi Amira memasuki butik itu sambil melihat-lihat koleksi yang dipajang di tempat itu.


'Ini dia tempat yang paling terkenal sangat sulit dimasuki oleh orang-orang kaya.' Pikir Amira dalam hati ketika dia mengingat saat dia mendaftar untuk menjadi member di butik itu, namun dia tertolak sebab kualifikasi yang tidak terpenuhi.


Karena untuk berada di tempat itu, selain memiliki uang yang begitu banyak, maka harus ada koneksi dan jabatan yang tinggi agar pemilik butik bisa meliriknya.


Sementara Amira, dia memiliki banyak uang tetapi jabatan ataupun nama keluarga sangat buruk untuk diperkenalkan di tempat itu, jadi dia sama sekali tidak bisa bergabung di tempat itu.

__ADS_1


"Permisi," salah seorang pelayan tiba-tiba menemuinya.


"Ya?" Tanya Amira menata pelayan itu.


"Nona Yura saya untuk membawa nona berjalan-jalan ke lantai 3," kata pelayan itu langsung diiyakan oleh Amira, lalu kedua orang itu segera menaiki lantai 3.


Lantai 3 adalah lantai VVIP yang hanya bisa dikunjungi oleh beberapa orang saja.


Jadi, meski tempat itu sangat luas dan ada banyak koleksi di sana, maka tempat itu pun bersuasana sepi dan nyaman untuk berjalan-jalan melihat koleksi butik itu.


"Kalau boleh tahu, Nona hendak membeli gaun untuk acara apa?" Tanya pelayan itu dengan suara yang begitu ramah dan memperlakukan Amira dengan begitu sopan.


"Angkatan sekolahku hendak melakukan reuni, jadi aku mencari pakaian untuk dikenakan di acara tersebut." Ucap Amira langsung diangguki oleh sang pelayan.

__ADS_1


"Kebetulan sekali, ada seseorang di sana yang hendak mengikuti reuni satu angkatan, mungkin saja kalian saling mengenal, karena acaranya juga dilaksanakan minggu ini." Kata pelayan langsung membuat Amira menganggukkan kepalanya.


"Silakan ikuti saya dan saya akan memperlihatkan koleksi yang cocok untuk acara yang akan nona hadiri," ucap pelayan itu lalu mengantar Amira ke ruangan sebelah yang juga diisi oleh beragam pakaian.


Begitu memasuki ruangan, Amira langsung melihat seorang perempuan yang sedang berdiri di depan sebuah kaca besar yang ada di tengah-tengah ruangan itu.


Perempuan itu sedang mencoba sebuah gaun yang tampak sangat indah di tubuhnya tubuh perempuan itu, sangat sempurna Jadi begitu pas dengan gaun itu.


Penampilan perempuan itu bisa menunjukkan bahwa dia adalah seorang primadona di kelas pergaulannya.


'Perempuan itu,,,' Amira mengerutkan keningnya begitu dia mendapatkan ingatan Amira yang dulu menghuni tubuhnya.


Dalam ingatan Amira yang dulu, perempuan itu adalah perempuan yang pernah memberi perintah pada teman-temannya untuk menghina dan menindas Amira di sebuah lorong kecil di dekat sekolah.

__ADS_1


Bukan hanya itu saja, Amira menjalani hari-hari yang sulit di sekolah karena perempuan itu terus menindasnya setiap hari.


'Sial!!! Jadi perempuan ini yang sudah melukai Amira??' geram Amira dalam hati menatap perempuan di depannya dengan tatapan tajam yang dipenuhi rasa dendam.


__ADS_2