
"Ternyata Tuhan Fernando Barata ada di sini, silakan kemari untuk menandatangani kontrak!" Sang penanggung jawab kembali membuka berkas di tangannya.
Mendengar suara Sang penanggung jawab, Brama langsung berbalik menatap pria itu.
"Bagaimana bisa nama Fernando berada di kontrak itu? Sementara dia tidak datang untuk mendapatkan kontrak dengan nilai besar ini, tetapi datang untuk mendapatkan kontrak dengan nilai yang kecil!!
"Di sini pasti terjadi kesalahan penulisan nama!!" Ucap Brama memprotes pada sang penanggung jawab membuat penanggung jawab merasa kesal menatap pria di depannya.
"Mengapa kalian datang mengatur?! Ini adalah proyek group Rakin, diberikan kepada siapapun, bukan urusan kalian!! Kalau masih terus membuat keributan, aku akan memanggil security untuk mengusir kalian berdua!!!" Bentak pennaggungjawab mengagetkan Brama dan Mahesa.
"Tapi,, setidaknya berikan alasan Mengapa orang yang tidak melamar untuk proyek ini malah mendapatkan proyek ini, sementara kami yang datang memperjuangkan proyek ini malah tidak mendapatkan apa pun!! Bukankah ini sangat tidak adil?!!" Tanya Mahesa dengan suara yang tinggi, karena dia sudah terlanjur marah pada orang di depannya.
Semua orang yang ada di ruangan itu sangat terkejut melihat dua pria dari keluarga Barata berani membentak penanggung jawab grup Rakin.
__ADS_1
Tetapi mereka tidak berani berkata apapun sebab apa yang dikatakan Mahesa adalah zesuatu yang masuk akal.
Banyak dari mereka datang untuk melamar proyek itu, bahkan mempersiapkan diri dengan baik, tetapi proyeknya malah diberikan pada orang yang tidak pernah berusaha mendaptakn proyek itu.
Bukankah sangat aneh??
Semua orang berbisik-bisik tentang cara grup Rakin menangani masalah tersebut.
Bisikan orang-orang membuat sang penanggung jawab menjadi sangat marah dan kemudian berdiri memukul meja!! "Kalian semua dengar!! Selama proses seleksi terjadi, kami melihat beberapa orang yang datang melamar untuk proyek yang kecil tetapi kami melihat kemampuannya sebenarnya dapat menangani proyek yang besar!!
"Lalu Apa pula hak kalian untuk berkomentar ketika proyek ini adalah milik grup Rakin?!! Grup Rakin bebas menentukan, kepada siapa mau diberikan!!!" Bentak sang penanggung jawab yang kini marah membuat semua orang terdiam di tempatnya.
Keheningan di ruangan tersebut membuat sang penanggung jawab merasa lebih lega lalu melihat dua pria yang masih terpaku di depannya.
__ADS_1
"Kalian berdua!! Cepat kembali ke tempat duduk kalian sebelum aku memanggil security untuk mengusir kalian!!" Bentak si penanggung jawab membuat Barata dan Mahesa hanya bisa berbalik dengan wajah yang sangat malu dan berniat meninggalkan ruangan tersebut.
Tetapi, mereka belum sempat keluar dari ruangan tersebut ketika salah seorang pria berkata, "Bukankah sebelumnya mereka sudah membuat taruhan untuk bersujud di depan kaki pemenangnya? Sekarang mereka berdua hendak lari secara diam-diam setelah mereka berdua kalah?!!"
Ucapan pria itu langsung menarik perhatian semua orang hingga membuat Barata dan Mahesa menggertakkan giginya.
Keduanya hendak terus berjalan diam-diam ketika beberapa security yang juga mendengar taruhan itu menahan mereka berdua.
"Belum ada yang diizinkan untuk meninggalkan ruangan, silahkan kembali ke tempat duduk!" Tegas salah seorang security yang berdiri di depan Mahesa dan Brama.
Mahesa dan Brama memperhatikan beberapa security yang tampak memberi perintah padanya, dan tentu saja mereka tak berani untuk membuat kekacauan di tempat itu.
Maka dengan berat hati, keduanya Kembali ke tempat duduknya sembari menahan malu dari tatapan orang-orang yang mencibir mereka berdua.
__ADS_1
'Rasain kalian!!!' Amira bersorak penuh kegirangan dalam hati melihat dua orang yang tampak pucat pasti di tempat duduknya.
Dia sudah tidak sabar menunggu suaminya selesai menandatangani kontrak lalu melihat kedua orang itu bersujud di depan suaminya, sama seperti yang lalu lalu ketika kedua orang itu menyuruh suaminya untuk bersujud di depan kaki mereka!!!