
Raina yang mengepal erat tangannya di atas panggung langsung berkata, "Sial!! Ini adalah barang palsu!!! Bagaimana bisa aku dipermalukan di acara ulang tahunku sendiri dengan dihadiahi barang palsu seperti ini?!!"
Semua orang menganga mendengar ucapan perempuan itu.
TERNYATA, PALSU!!!!!!
Maka dengan segera semua orang kembali menoleh ke keluarga ketiga dan menggelengkan kepala mereka karena merasa kesal dengan perbuatan keluarga ketiga.
"Astaga, disaat seperti ini ternyata keluarga ketiga malah berniat untuk mempermalukan keluarga pertama!!! Apakah karena dia sudah mendapat proyek yang begitu besar dari keluarga rakyat hingga merendahkan keluarga yang lain?"
"Pantas saja sangat aneh, keluarga ketiga Barata adalah keluarga yang dikenal paling miskin diantara seluruh keluarga Barata. Jadi bagaimana mungkin mereka berani hamburkan uang senilai 1/4 miliar hanya untuk memberikan hadiah pada sepupunya?"
"Ya ampun,, sungguh sial Raina bisa mengambil kado itu, karena kado pertama yang dia dapat adalah palsu!!" Ucap salah seorang di mana hadiah pertama yang diambil adalah sebuah simbol untuk yang berulang tahun, tentang bagaimana kehidupannya di satu tahun yang akan ia lalui.
Mendapatkan barang yang palsu adalah suatu kesialan yang akan mengintainya selama 1 tahun!!!
Sementara di meja keluarga ketiga, Rahmat dan Yura mengerutkan keningnya mendengar bisik-bisikan orang lain dan dua orang itu menatap Amira dan Fernando.
"Orang-orang ini sungguh tidak sopan, mana mungkin sesama keluarga memberikan barang yang palsu?" Kesal Yura sembari melihat ke atas panggung, lebih tepatnya ke arah tas yang telah tergeletak di lantai.
__ADS_1
Sementara di meja tempat keluarga pertama dan kedua serta kepala keluarga Barata duduk, Risal menepuk meja dengan keras.
Brak!!!
"Beraninya kalian keluarga ketiga mengutuk putriku dengan memberikan sebuah hadiah yang palsu di hari ulang tahunnya?!!! Ini sangat keterlaluan!! Sikap kalian tidak bisa ditolerir!!!" Kata Rizal dengan nada suara yang marah sembari tatapan tajamnya diarahkan ke keluarga ketiga.
Melihat ayahnya yang sudah membantunya, Raina langsung berpura-pura menangis lalu perempuan itu berlari ke arah ayahnya.
Raina memeluk ayahnya dengan erat sambil terisak tersedu-sedu, "ayah,, Aku sangat malu di hari ulang tahunku ini,, Bagaimana bisa ada yang mengutuk ku di hari ulang tahunku?!!" Isak perempuan itu membuat semua orang terdiam.
Memang sebuah hadiah di hari ulang tahun adalah kesalahan yang fatal jika memberikan hadiah yang buruk, apalagi jika hadiah tersebut malah dibuka sebagai hadiah pertama dari pohon kehidupan.
Jadi Bayu yang duduk di sana juga begitu takut. Jadi dengan suara yang sangat pelan dia berkata, "bagaimana ini? Mengapa kalian mempermalukan keluarga kita dengan memberikan barang tiruan? Sekarang semua orang akan menilai buruk keluarga kita, posisi direkturnya akan lenyap, lagi sekarang keluarga Rakin ada di sini!!"
Bayu merasa sangat cemas karena Amira dan Fernando belum menjawab ucapan keluarga Rakin.
Tidak adanya pembelaan dari Amira maupun Fernando membuat Bayu 100% yakin bahwa itu hanyalah barang tiruan.
Baru saja Bayu selesai berbicara ketika Rizal kembali berteriak dengan marah, "sekarang, bagaimana keluarga ketiga akan menenangkan putriku yang menangis seperti ini?! Jika pada keluarga sendiri saja sudah melakukan hal tersebut, bagaimana bisa menjadi seorang yang menangani sebuah proyek dari grup yakin Rakin???" Ucap Rizal membuat semua orang kembali menutup mulut mereka.
__ADS_1
"Astaga,, aku yakin keluarga Rakin akan langsung membatalkan proyek itu!!! Sangat sial bekerja sama dengan orang yang tidak bisa menyayangi keluarganya sendiri." Setiap orang berbisik-bisik sembari menatap seluruh keluarga Barata secara bergantian.
Sementara Megan, perempuan itu sudah melihat arlojinya dan mengetahui bahwa 1 jam telah berlalu, jadi dia hendak berdiri untuk meninggalkan tempat itu.
Namun ketika dia berdiri, perempuan itu terkejut saat Amira tiba-tiba berdiri di tempatnya.
Perempuan itu berjalan ke atas panggung dan mengambil tas yang telah dilemparkan Raina ke lantai.
"Apa yang akan dia lakukan?"
"Astaga,, jangan-jangan dia mau membela diri!!"
"Tidka tahu malu!!"
@interaksi
Makanya jangan kedip, supaya gak abis!!😁
__ADS_1