
Di sebuah rumah sakit, keadaan tuan besar Maherson semakin memburuk hingga seluruh keluarga berkumpul di sana dan tidak ada satupun yang pergi meninggalkan rumah sakit.
Jika ada hal-hal mendesak di kantor yang harus mereka urus, maka para bawahan mereka akan datang ke sana untuk membicarakannya di rumah sakit atau bahkan melakukan rapat di rumah sakit.
Saat itu, Arifin telah selesai menangani masalah barang selundupan yang ditugaskan keluarga Maherson padanya. Dan untuk membuat laporan, maka pria itu terpaksa pergi ke rumah sakit untuk menemui Daren.
"Aku ingin menemui tuan muda Maherson," ucap Arifin pada pengawal yang menahannya ketika dia sudah keluar dari lift di lantai tempat dirawatnya tuan besar Maherson.
"Tunggu sebentar," ucap sang pria yang bertugas selalu pria itu beranjak meninggalkan Arifin untuk melaporkan masalah itu pada Daren yang sedang berdiri memandangi tuan besar dari balik kaca.
Begitu tiba, dia langsung membungkuk pada Daren sambil berkata, "di depan ada Tuan Arifin borman yang hendak menemui Tuan Muda," ucap pria itu langsung membuat Darren menatap semua anggota keluarganya yang sedang duduk menunggu dengan cemas. Tidak ada yang memperdulikannya.
Maka begitu, dia melangkah keluar dari ruangan mengikuti sang pengawal yang menuntun jalan.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, dia teringat perbincangannya dengan dokter yang menangani kakeknya karena dokter itu juga menangani penyakit yang diderita oleh Arifin.
"Aku dengar beberapa waktu ini Arifin di diagnosa menderita penyakit yang mengancam nyawa pria itu?" Tanya Arifin langsung diangkuti oleh sang pengawal yang telah mencari tahu.
"Benar Tuan, dia dijadwalkan untuk selalu melakukan terapi sebanyak dua kali sehari. Tapi dari informasi yang saya dapat, selama beberapa hari terakhir, pria itu tidak pernah lagi muncul ke rumah sakit untuk melakukan terapinya.
"Dan lebih anehnya, dokter mengatakan bahwa dia tidak akan bertahan lebih dari satu minggu. Tapi tadi ketika dia datang, pria itu tampak baik-baik saja." Ucap pengawal yang kini mengingat ucapan sang dokter dan terkejut dengan fakta yang baru saja ia ketahui.
"Begitu ya," Daren menganggukkan kepalanya, lalu pria itu terus berjalan hingga akhirnya mereka menemui Arifin yang berdiri memegang sebuah berkas di tangannya.
Begitu duduk di dalam ruangan, Arifin langsung menyerahkan berkas di tangannya.
"Ini adalah laporan keuntungan kita pada barang-barang selundupan itu. Semua uang yang dihasilkan telah dikirim ke bank Swiss, sesuai dengan perintah Tuan." Ucap Arifin langsung membuat Daren mengangguk puas sembari pria itu melihat nominal yang tertera di laporan keuangan yang dibawa oleh Arifin.
__ADS_1
Setelah melihat dokumen itu, Daren melemparkannya ke samping lalu dia menatap pria yang ada di depannya.
"Aku dengar kau menderita penyakit menular yang ganas. Dan akhir-akhir ini kau tidak datang lagi ke rumah sakit untuk melakukan terapi. Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Daren langsung mengejutkan Arifin, karena pria itu tak menyangka bahwa pria di depannya akan mencari tahu tentangnya.
Bahkan pria itu sampai mengkhawatirkannya???
Hal itu terasa aneh bagi Arifin, tetapi dia tetap menganggukkan kepalanya, "ya, itu memang benar. Tapi aku tak menyangka dokter yang memeriksaku ternyata semudah itu memberikan informasinya." Ucap Arifin menyinggung pria di depannya bahwa Darren telah lancang pada masalah privasinya.
Daren tersenyum tipis selalu Dia berkata, "Tentu saja aku harus tahu, semua orang yang bekerja dengan keluarga Maherson selalu diselidiki setiap seminggu sekali. Tapi, aku mendengar bahwa kau tidak baik-baik saja. Namun sepertinya apa yang dikatakan dokter itu memang salah. Sekarang kau tampak baik-baik saja, bahkan lebih baik dari hari-hari kemarin."
Ucapan Daren langsung membuat Arifin tersenyum, "Aku berusaha terlihat baik-baik saja." Ucap Arifin.
Darren menganggukkan kepalanya dan dia hendak bertanya lagi ketika bawahannya tiba-tiba memasuki ruangan dan berbisik padanya.
__ADS_1
"Kami baru mendapatkan informasi bahwa 3 hari yang lalu dia mengalami drop, tetapi bukannya pergi ke rumah sakit dan malah pergi membeli bahan-bahan obat tradisional." Bisik pria itu langsung membuat Darin menatap Arifin dengan tatapan tajamnya.
Sudah sekarat tapi pergi membeli bahan-bahan obat tradisional dan langsung sembuh seperti tidak pernah jatuh sakit???