Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
41.


__ADS_3

Di pagi hari, Megan bersama Raina datang ke kediaman keluarga Bayu.


"Kakak pertama, ada apa datang kemari?" Aulia langsung menyambut dua orang itu dengan perasaan bahagia.


Mungkin saja kedatangan dua orang itu akan memberi keuntungan buatnya.


Sebentar lagi Raina akan berulang tahun, jadi akan bagus kalau keluarga mereka juga diijikan ikut di pesta ulang tahun itu.


Megan tampak tak senang pada Aulia, tapi perempuan itu tetap melangkah ke dalam rumah.


"Duduklah,," ucap Aulia tetap bersemangat meski dia mengetahui kalau perempuan itu tidak menyukainya.


Megan dan Raina langsung duduk di sofa sambil memperhatikan rumah kecil itu.


"Rumah ini semakin tidak terawat saja, bagaimana bisa kalian tinggal di rumah yang seperti ini?" Megan berbicara sambil berdecak menatap rumah itu.


Aulia sangat tersinggung, tapi dia menahan rasa marahnya dalam hati dan berpura-pura tersenyum, "Rumah ini tidak seburuk itu kok, keluarga kami masih nyaman menempatinya." Ucap Aulia.


Megan menghela nafas kasar, "Mau berkomentar apa juga, kau tidak akan perduli, lagi pula tujuan kami kemari bukan untik membahas rumah dan keluargamu." Ucap Megan menatap putrinya.


Raina langsung mengangguk, "Benar Bu," ucap Raina lalu menoleh pada bibi keempatnya, "Dimana menantu kalian?" Tanya Raina.

__ADS_1


Aulia terkejut karena satu orang lagi datang ke rumah mereka mencari menantunya, padahal, selama ini tidak ada satu pun orang yang datang mencari menantunya.


"Mengapa kalian mencari menantuku?" Tanya Aulia merasa begitu aneh.


"Aku ingin mengundangnya ke pesta ulang tahunku," ucap Raina dengan ketus.


"Apa?!" Aulia tak percaya dengan apa yang baru ia dengar, "Mengapa kalian mengundangnya? Apakah tidak salah?" Tanya Aulia dengan bingung.


Selama ini, anak pertama maupun kedua dari keluarga Barata tak pernah mengundang keluarga mereka di acara seperti itu, hal tersebut karena mereka merasa malu memiliki saudara yang berasal dari keluarga tak berguna.


Tapi sekarang...? Bukannya mengundang keluarga mereka, perempuan itu malah datang untuk mengundang menantu sampah mereka!!!


"Sala satu teman putriku adalah orang yang dekat dengan Amira di sekolahnya, lalu meminta untuk mengundang Amira. Selain itu, kami juga mengundang kalian se keluarga, karena rencananya ulang tahun itu juga akan menjadi acara pengumuman pertunangan putriku dengan kekasihnya. Jadi tentu saja calon besanku ingin mengenal semua keluarga besar Barata." Kata Megan membuat Aulia terkejut.


Jadi itu alasanya!!! Keluarga itu hanya ingin pamer bahwa mereka mendapat menantu yang lebih baik dari pada yang ia dapatkan!!!


'Dasar, lihat saja nanti, putraku sudah menjadi lebih tampan, akan ada banyak wanita di acara itu yang akan tertarik pada putraku. Ini bisa menjadi sebuah kesempatan besar!!!!' pikir Aulia dalam hati.


Aulia lalu mengangguk dan berkata, "Baiklah, kami pasti akan datang, tapi masalah hadiah--"


"Tidak perlu!" Sela Megan, "kami tau keluarga kalian tidak akan mampu membawa hadiah, jadi tidak usah membawa apa pun." Ucap Megan segera berdiri diikuti putrinya.

__ADS_1


Dua perempuan itu bejalan dengan angkuh meninggalkan rumah tersebut.


Aulia berdiri di depan pintu,, 'He, dasar sombong, mereka pikir aku mau membuang-buang uang untuk membeli hadiah buat mereka? Ck,,, sepeserpun aku tidak sudi!!' gerutu Aulia dalam hati sambil menatap kepergian dua orang itu.


Saat itu jugalah pintu kamar Fernando terbuka, Amira dan Fernando keluar dari kamar.


Aulia terkejut dengan penampilan putranya, terlihat Fernando telah selesai berpakaian ke kantor, pakaian yang tampak serasi dengan Fernando membuat ketampanan pria itu semakin naik ke level tinggi.


"Astaga, putraku!!! Kau semakin tampan saja!!! Siapa yang membelikanmu pakaian itu?" Tanya Aulia merasa sangat senang.


Rasanya ingin berterima kasih pada orang yang telah memilihkan pakaian untuk putranya.


"Istriku yang memilihkannya," ucap Fernando mengejutkan Aulia.


"Apa?!! Istrimu?" Tanya Aulia tak percaya.


"Hm,, istriku sangat pandai memilih pakaian yang cocok dengan suaminya," ucap Fernando tersenyum penuh rasa terima kasih pada istrinya.


"Terima kasih suami," ucap Amira langsung memeluk Fernando.


Saat itu, Fernando tampak lebih santai di peluk istrinya, tak seperti yang lalu-lalu. Ia mulai terbiasa.

__ADS_1


__ADS_2