
Aulia baru akan terlelap ke dalam tidurnya ketika dia tiba-tiba merasa gatal di area wajahnya.
"Hmm...!!" Gerutu Aulia mengulurkan tangannya menggaruk wajahnya sembari memperbaiki posisi tidurnya.
Ketika dia berpikir rasa gatal itu akan segera sembuh ketika dia selesai menggaruk nya, perempuan itu mengerutkan keningnya saat rasa gatal nya malah semakin bertambah.
"Ngg!!!!" Aulia akhirnya menggunakan kedua tangannya untuk menggaruk wajahnya, tetapi kedua tangannya pun tak bisa memuaskan rasa gatal nya, jadi perempuan itu langsung bangun dan dengan mata yang begitu berat dia mulai menggaruk-garuk wajahnya.
"Ada apa ini?!!" Kesal Aulia yang merasa begitu tak tahan akan rasa gatal dan panas di wajahnya.
Rasa kantuk yang tadi menggerogoti tubuhnya langsung menghilang saat dia teringat akan sesuatu yang dikatakan oleh dokter di tempat kecantikan.
Dokter "jika kau pulang ke rumahmu, jangan pernah menggaruk wajahmu atau perawatan ini akan gagal dan wajahmu menjadi rusak!!!"
Aulia langsung melototkan matanya kala perempuan itu dengan cepat turun dari tempat tidur dan berlari ke arah meja rias.
"Ah...!!!" Aulia berteriak keras saat melihat wajahnya dipenuhi cakar-cakaran merah dari kukunya yang menggaruk wajahnya.
Bukan hanya itu, wajahnya menjadi begitu merah padam!!
"Ada apa ini?? Wajahku!!! Mengapa begini?!!" Aulia sangat panik melihat wajahnya yang tampak berantakan dan rasa panas serta gatal memenuhi seluruh wajahnya.
Perempuan itu dengan panik mengambil tasnya dan berlari keluar kamar untuk kembali ke salon perawatan kulit.
__ADS_1
Begitu Aulia tiba di ruang tamu, Yura dan Bayu serentak melihat perempuan yang tampak buru-buru berjalan keluar.
"Hei,, kau mau kemana?!" Tanya Bayu langsung mengejar istrinya dan mencekal tangan perempuan itu.
"Apa yang ter--" Bayu menghentikan ucapannya saat Aulia terbalik menatapnya dan pria itu melihat wajah aulia yang sangat merah mengerikan.
"Ini semua karenamu!!! Harusnya tadi ketika aku tidur, kau menjagaku dan mencegahku menggaruk wajahku!! Sekarang lihat ini!! Perawatan ku jadi hancur!!!" Teriak Aulia memarahi suaminya.
"Kenapa kau malah menyalahkan ku?memangnya tadi kau menyuruhku?" Tanya Bayu langsung yang buat Aulia menjadi lebih kesal lagi.
"Ah!!" Bentak Aulia menghempaskan tangannya yang dicekal oleh suaminya.
Teriakan Aulia yang begitu keras langsung membangun kan Amira yang sedari tadi masih berusaha tertidur menemani Fernando.
"Amira!!" Yura langsung berseru senang ketika perempuan itu melihat Amira.
"Ah,, kau di sini," ucap Amira langsung mendekati Yura.
Perempuan itu menghentikan langkahnya saat dia tak sengaja melihat wajah ibu mertuanya yang berwarna merah seperti kepiting rebus.
"Ibu, ada apa dengan wajahmu?!" Tanya Amira berusaha menahan tawanya di dalam hati.
Tepat sesuai dugaannya, perempuan itu benar-benar mengacaukan semuanya!!!
__ADS_1
Aulia berdecak kesal, "Ini semua karena ayahmu!! Dokter mengatakan kalau wajahku tidak boleh di garuk jika terasa gatal, karena nanti perawatannya tidak akan berhasil dan malah merusak wajahku!!
"Tapi ketika aku tidur, ayahmu tidak ada disana menjagaku hingga tanpa sengaja ibu menggaruk nya!!! Sekarang wajah ibu jadi begini!!" Ucap Aulia sembari melirik sinis suaminya dengan penuh rasa marah pada pria itu.
Bayu hanya bisa mendesah, "kau tidak memberitahuku, jadi bagaimana bisa aku tahu kalau kau menyuruhku menjagamu?"
Aulia naik darah, "Apa segala sesuatu harus dikatakan dulu baru kau bisa melakukannya?! Sebenarnya kau ini adalah suamiku atau orang asing? Sama tidak bisa peka terhadap sesuatu yang dibutuhkan oleh istri!!" Kesal Aulia kembali membentak suaminya.
Amira yang melihat pertengkaran dua orang itu tidak baik untuk didengarkan terlalu lama di pagi hari, dia hanya menghela nafas lalu menarik Yura menjauh dari tempat itu.
Amira membawa Yura keluar dari rumah lalu mereka berhenti di depan rumah, "kau pasti kemari untuk mendapatkan pil heksa." Ucap Amira sambil merogoh saku bajunya, "ini adalah pil yang kau inginkan. Setelah tiba di rumah, berikan pada setiap anggota keluargamu, tapi adik mu, dia hanya boleh dimakan setengah dari pil ini. Sebulan lagi bisa kalian simpan untuk dia makan." Ucap Amira.
"Ah,, baik, aku mengerti, terima kasih atas bantuannya. Oya,, ibuku menyuruhku untuk menyampaikan undangan makan malam untukmu dan suamimu. Ibuku sudah sudah menyuruh para pelayan untuk berbelanja agar dia memasak sendiri untuk makan malam nanti." Ucap Yura.
Amira mengangguk, "ah,, ya, tapi nanti malam sepupuku juga berulang tahun dan aku berencana menghadiri nya. Bagaimana kalau makan malamnya ditunda dulu?" Tanya Amira.
"Ah,, ya.. aku sampai lupa. Kalau begitu sampai ketemu di acara ulang tahun sepupumu nanti." Ucap Yura lalu kedua orang itu berpisah.
@Interaksi
heh,, sebelum ngomong gitu, udah ngaca blm ya? ato gak punya kaca? 🤭🤭✌️✌️ canda ya..! kalo tersinggung,, bodoh amat!!!
__ADS_1