
Brama yang mendengar ucapan Fernando merasa begitu marah, ia menggertakkan giginya lau berteriak marah, katanya: "Kau!! Fernando!! Kau benar-benar mencari masl--"
Buk!
Buk!
Duk!
Duk!
"Cepat bersujud!!!" Teriak seorang security yang tiba-tiba muncul dari belakang Brama dan Mahesa dengan dua buah pukulan yang buat pria itu langsung berlutut di lantai.
Brama dan Mahesa yang kini menatap kaki Fernando dan Amira dengan sangat terkejut.
Tentu saja mereka tidak mau bersujud pada mereka, tapi siapa yang menyangka bahwa lengan kekar security tiba-tiba mendorong kepala mereka berdua hingga kening mereka menyentuh lantai.
"Tahan posisi kalian seperti ini atau kepala kalian akan berpisah dengan tubuh kalian!!" Kata sang security lalu melepaskan tangannya membuat Brama dan Mahesa semakin gemetar.
"Yah,, mereka benar-benar bersujud!!"
"Sekarang tinggal menjilati sepatu Fernando lalu berteriak bahwa Fernando akan menjadi direktur di keluarga Barata!!!"
__ADS_1
"Video ini akan viral di media sosial! Ha ha ha!!!"
Semua orang berkomentar menikmati pemandangan tersebut dengan tangan mereka yang begitu erat memegangi ponsel mereka.
Amira memperhatikan antusiasme seluruh orang, jadi dia pun semakin bersemangat berkata, "cepatlah lakukan tugas kalian atau durasi videonya akan lebih panjang!!!"
Perkataan Amira langsung membuat Brama dan Mahesa begitu bergetar di tempatnya.
Kalau mereka tidak menuruti keinginan semua orang makan merasa berdua akan berakhir bapak belur!!
Tetapi jika mereka berdua mengikuti keinginannya maka rasa malu akan ditanggung seumur hidup!!!
Jadi dua pria itu memikirkannya dan memilih babak belur ketimbang harus malu seumur hidupnya!!!
Para security langsung mendekati ke-2 pria itu lalu memukul mereka dengan keras.
Buk buk buk...
Fernando membuka besar mulutnya, ia tak percaya dengan kejadian tersebut.
Dia tidak pernah meminta bantuan semua orang di situ, tapi mereka semua dengan suka rela melakukannya!!
__ADS_1
"Heh,, sudah kuduga mereka tidak akan pernah memilih mempermalukan dirinya. Pastilah lebih baik memilih dipukuli seperti itu daripada harus mengakui suamiku menjadi direktur!" Cibir Amira rasa kesal sembari memeluk pinggang suaminya dengan erat.
Meski tak dapat menikmati bagaimana dua pria itu mengakui suaminya akan menjadi direktur, tetapi dia cukup puas melihat Brama dan Mahesa kini dipukuli begitu brutal.
"Ini tidak baik untuk dilihat, sebaiknya kita pergi saja." Ucap Fernando yang juga terkejut melihat istrinya tampak biasa-biasa saja melihat adegan perkelahian yang berdarah-darah itu.
"Ah baik," jawab Amira dengan tatapan merendahkan menatap kedua orang itu sebelum meninggalkan kerumunan yang sedang menyaksikan Brama dan mahesa dipukuli.
"Aku akan menuntut kalian karena sudah membuatku bapak belur seperti ini!!" Teriak Brama sembari melindungi wajahnya dengan kedua tangannya agar wajah tampan nya tak rusak terkena pukulan.
Tetapi baru beberapa waktu bertahan, dia terkejut ketika paru-parunya tampak begitu sakit lalu dia baru batuk dengan keras dan meludahkan darah ke lantai.
Pria itu sangat terkejut, tetapi dia tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan para security.
"Heh,, kami akan menunggu tuntutan mu terhadap grup Rakin!!!" Kata sang security sembari mengayunkan kakinya menendang perut pria di depannya lalu berbalik meninggalkannya.
Semua orang tampak puas melihat dua orang yang tampak tak berdaya di lantai, lalu mereka menutup kamera ponselnya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Uhuk.. uhuk...!
"Sial,,," Brama maupun Mahesa saat ini berusaha berdiri, tapi tenaga mereka sudah terkuras habis, jadi mereka tak punya tenaga untuk melakukannya.
__ADS_1
Keduanya hanya bisa mengelap darah di sekitar wajah mereka dan berusaha bangkit berdiri untuk meninggalkan tempat itu.