Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
53.


__ADS_3

"Ada apa ini?!!" Penjaga kediaman keluarga Rakin terkejut saat ia membuka gerbang untuk menyambut tamu kehormatan, tapi malah mendapati kekacauan di luar gebang tinggi itu.


Petugas yang menelpon polisi langsung mematikan panggilannya, lalu berkata, "Tolong jangan melaporkan masalah ini pada Tuan Rakin, kami akan segera menyeret dua penyusup ini," ucap Petugas yang begitu takut menyinggung keluarga Rakin.


"Apa katamu? Penyusup?!!" Penjaga keluarga Rakin begitu terkejut mendengar petugas itu.


Tamu kehormatan keluarga Rakin di sebut penyusup?!! Keberanian apa yang dimiliki petugas itu?!!!


"Iya, pokoknya kami akan mem-"


Plak!!


Petugas itu langsung mendapat tamparan keras dari penjaga kediaman keluarga Rakin.


"Mereka ini tamu kehormatan keluarga Rakin, beraninya kalian mengatainya sebagai penyusup, bahkan hendak mengusirnya dari tempat ini?!! Kalian mau mencari masalah dengan keluarga Rakin?!!" Bentak penjaga kediaman keluarga Rakin.


Kedua petugas itu langsung gemetaran mendengar ucapan sang penjaga kediaman, "ap,, apa? Tamu kehormatan? Tapi,, baru saja kami mendapat aduan dari sala satu anggota keluarga Rakin kalau mereka hanyalah--"


Plak!!!

__ADS_1


Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi petugas.


"Beraninya kalian berbicara seperti itu?!! Tunggu sampai kalian di pecat dari kompleks ini!!!" Bentak penjaga kediaman membuat dua orang di depannya langsung berlutut gemetaran.


"Maafkan kami.. kami sungguh tidak tahu." Ucap Petugas dengan suara gemetar.


"Ck!!! Sialan!!! Pergi dari sini!! Jangan sampai aku melihat wajah kalian lagi!!!" Geram penjaga kediaman membuat dua petugas itu langsung lari terbirit-birit.


Fernando tercengang menatap dua orang yang pergi dari hadapan mereka.


'Apakah aku salah lihat?' pikirnya dalam hati merasa begitu aneh.


Itu pertama kalinya Fernando melihat seseorang meminta maaf dengan cara yang sangat sopan padanya, jadi pria itu tak mampu menjawab, sebab ketercengangannya telah menumpuk berbukut-bukit sejak ia memasuki komplek mewah itu.


Jadilah, Amira yang menjawab, "Tidak masalah, ini hanya salah paham biasa."


Penjaga kediaman begitu senang karena ia bertemu dengan orang yang baik, jadi pria itu bersemangat menatap Amira, "Terima kasih atas pengertiannya, silahkan ikuti saya," katanya menunjukkan jalan pada Amira dan Fernando.


"Amira yang mengetahui suaminya masih terpukau tak berdaya di tempatnya, ia langsung menghela nafas lalu menarik tangan pria itu.

__ADS_1


Fernando langsung sadar dan mengikuti Amira dengan mulut ternganga melihat kediaman mewah di hadapannya.


'Astaga, kami memang memasuki rumah orang paling kaya di kompleks ini,' pikir Fernando tak pernah menyangkah bahwa suatu saat nanti ia akan berkesempatan memasuki rumah mewah di hadapannya sekarang ini.


Pria itu tak lepas memperhatikan seluruh desain rumah keluarga Rakin, berbeda dengan Amira yang tampak santai, karena kemewahan seperti itu sudah pernah ia rasakan di kehidupan sebelumnya, bahkan lebih mewah dari yang ia lihat sekarang.


"Silahkan," ucap sang penjaga kediaman membuka pintu untuk Fernando dan Amira.


"Terima kasih," ucap Fernando melangkah masuk ke rumah keluarga Rakin.


Interior rumah itu semakin membuat Fernando merasakan getaran aneh di tubuhnya, seolah dirinya tak pantas berada di tempat itu.


"Halo Tuan Rakin," suara Amira mengejutakn Fernando hingga pria itu menarik diri dari pikirannya yang aneh.


"Akhirnya kalian di sini, duduklah," ucap Rahmat yang sedari tadi sudah duduk menunggu dua orang itu.


"Terima kasih Tuan Rakin," ucap Amira lalu dia dan suaminya duduk bersama.


Yura yang sedari tadi berdiri di jendela kini mendekat ke arah 3 orang yang telah duduk di ruang tamu.

__ADS_1


'Sial!!! Aku tidak bisa membiarkan mereka begitu saja, sangat merusak dan mengotori rumah kami!!!' kesal Yura dalam hati, ia bersiap untuk melakukan perang dengan Amira dan Fernando.


__ADS_2