Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
220. Keluarga Maherson tak mampu menyediakan uang


__ADS_3

"Dan, jangan berbicara denganku, karena terkadang aku memiliki dendam yang begitu besar pada perempuan yang tidak bisa menjaga ucapannya di depanku!!" Ucap Amira dengan sinis, lalu perempuan itu berbalik pergi untuk meninggalkan rumah sakit.


Tingkah perempuan itu membuat semua orang terkejut, karena awalnya mereka berpikir bahwa Amira datang ke tempat itu hanya untuk memeras keluarga Maherson hingga membicarakan uang senilai 100 triliun.


Tapi ternyata, perempuan itu malah pergi begitu saja!!!


Yang artinya bahwa perempuan itu sedang merendahkan keluarga mereka sebagai orang yang tak mampu menyiapkan uang senilai 100 triliun


Maka Norman tidak bisa membiarkannya, jadi pria itu langsung menyusul Amira dan mencekam lengan perempuan itu hingga Amira menghentikan langkahnya.


"Beraninya kau berkata bahwa keluarga kami tidak mampu menyediakan 100 triliun?!! Apakah kau pikir keluarga kami adalah keluarga miskin?!!" Teriak Norman yang sudah berada di ujung emosinya karena tidak terima mereka dikatakan sebagai orang yang tidak bisa menyediakan uang senilai 100 triliun.


Mendengar itu, Amira tersenyum, "kalau kalian memang mampu menyediakan uang itu untuk membeli pil milik guruku, maka kakakmu tidak akan mengambil waktu untuk berpikir mengenai itu kan? Dan Memangnya kau pikir kau mampu menyediakan uang 100 triliun dalam waktu 1 minggu dalam keadaan cash?!!!" Ucap Amira dengan tatapan tajam menghina Norman dan keluarganya.

__ADS_1


Norman yang berdengar itu tak bisa berkata-kata,, bahkan orang kaya bagaimanapun tidak akan mampu menyediakan uang 100 triliun dalam waktu 1 minggu dalam keadaan cash!!!!


Melihat Norman yang terdiam maka Amira langsung berkata, "kalian keluarga meherson hanya bisa menunggu, menunggu tuan besar maherson menemui ajarannya! Lalu setelah itu, lihat apa yang akan terjadi pada dua keluarga utama Maherson, Mungkinkah masih bisa bertahan?!!"


Ucapan Amira membuat semua orang terkejut, tetapi mereka belum sempat bereaksi apapun ketika Amira sudah melangkah ke dalam lift lalu meninggalkan tempat itu.


Dia benar-benar marah pada keluarga Maherson, jadi tujuannya datang ke situ hanyalah untuk memberitahu keluarga Maherson bahwa mereka tidak ada apa-apanya dan tidak akan pernah bisa menekannya untuk melakukan sesuatu.


Lagipula, kalau mereka kembali menculiknya maka dia tidak akan takut lagi, dia sudah memakan buah ajaib yang kemarin berbuah dan dia sudah menemukan sesuatu yang lain yang bisa membantunya untuk menghadapi orang-orang jahat.


Kembali ke tempat di mana semua orang telah ditinggalkan oleh Amira, Norman yang sangat marah pada Amira kini berjalan cepat ke ruangan kakaknya.


Clek!

__ADS_1


Pintu langsung terbuka dan pria itu menemukan kakaknya sedang duduk di meja berteleponan dengan seseorang.


"Kakak!" Kata Norman menghampiri Daren.


"Kau urus itu sesuai dengan permintaanku," ucap Daren lalu menutup teleponnya dan menatap adiknya yang kini berdiri di depannya dengan amarah memenuhi seluruh wajah pria itu.


"Ada apa?" Tanya Daren yang merasa bingung melihat adiknya yang tampak sangat aneh.


"Kakak!! Tidak usah mempercayai perempuan yang baru saja datang menawarkan pil itu, dia adalah perempuan gila yang seharusnya dimusnahkan dari dunia ini!!!" Ucap Norman dengan tegas disertai perasaan marah terhadap Amira.


"Apa maksudmu berkata seperti itu? Jangan-jangan kau sudah membuat masalah lagi?!!" Bentak Daren pada adiknya.


"Kakak! Apakah kau tahu apa yang baru saja dikatakan perempuan itu pada keluarga kita? Dia bilang Kalau kita tidak akan mampu membeli obat milik gurunya, bahkan mengatakan bahwa kita tidak akan mampu menyediakan uang 100 triliun dalam satu minggu!!! Dia itu perempuan sombong yang arogan!!! Tidak layak untuk berada di dunia in--"

__ADS_1


Prankkk!!!!


Sebuah piala yang diletakkan di meja Daren langsung melayang ke adiknya dengan pria itu tampak sangat marah.


__ADS_2