Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
179.


__ADS_3

Pada pagi hari, Fernando bangun dan mendapati pemandangan perempuan yang sedang keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk yang pendek melingkar di tubuh Perempuan itu.


Dengan segera dia mengerjapkan matanya dan perasaan kemarin malam kembali menghampirinya ketika dia sangat ingin menyentuh Amira dan meredakan sesuatu yang menggebu-gebu dalam dirinya.


"Tidak ada waktu untuk melakukan itu lagi, karena kau belum terbiasa untuk bermain cepat. Lain kali aku akan mengajarkanmu cara bermain yang cepat," ucap Amira sembari menunjuk ke arah jam yang diletakkan di atas meja yang menunjukkan bahwa 30 menit lagi maka suaminya akan terlambat ke kantor.


Melihat itu, maka Fernando dengan cepat melompat ke tempat tidur dan tidak lagi menutupi tubuhnya dengan selimut.


'Aku terlambat, tapi yang tadi itu, bagaimana dia tahu bahwa aku ingin lagi? Dan bermain cepat??? Apa yang dimaksud dengan ungkapan seperti itu??' Fernando merasa sangat aneh dalam hatinya tetapi dia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan masalah itu.


SementaraAmira yang melihat tingkah suaminya hanya bisa tertawa kecil, "suamiku begitu menggemaskan," ucap perempuan itu dengan suara yang pelan sambil berjalan ke arah ruang ganti untuk memakai pakaiannya.


Ketika Fernando keluar, dia sudah melihat pakaian yang disiapkan Amira untuknya, jadi pria itu dengan buru-buru memakai pakaiannya dan turun untuk sarapan.


"Tidak ada waktu untukmu bersarapan, makanlah roti ini di mobil sembari kau mengemudikan mobilmu." Ucap Amira menyerahkan kotak bekal berisi roti untuk sarapan pria itu.


Tak lupa pula pria itu memberikan sebuah tas kecil yang berisi botol minuman, agar pria itu bisa menikmati kopi sambil melajukan mobilnya menuju kantor.

__ADS_1


Setelah mengurusi suaminya, Amira kembali ke kamar dan melihat para pelayan mengumpulkan lilin-lilin aromaterapi yang kemarin malam tidak terbakar sampai habis, namun dimatikan Amira sebelum mereka masuk dalam dunia mimpi.


"Nyonya, lilin-lilin mahal ini masih bagus untuk digunakan, bolehkah kami mengambilnya dan menggunakannya di paviliun kami?" Tanya para pelayan yang merasa sayang jika lilin itu dibuang secara sembarang saja.


Tetapi Amira menahan tawanya sambil berkata, "lilin itu tidak boleh kalian gunakan, buang saja ke tempat sampah dan jangan ada yang mengambilnya."


Ucap Amira berjalan ke arah kamar mandi sambil berkata dalam hati, 'aroma dari lilin itu akan meningkatkan hasrat seseorang yang menciumnya, jadi aku tidak mau para pelayanku tersiksa di kamar mereka.'


Sementara para pelayan, mereka menggaruk kepala mereka sambil berjalan ke arah tempat sampah untuk membuang lilin-lilin itu.


"Kau benar, tapi aku tidak mau membantah, apalagi Nyonya sangat baik pada kita." Ucap pelayan yang lain lalu mereka akhirnya membuang lilin-lilin itu ke tempat sampah dengan perasaan yang aneh.


Sementara Amira yang duduk di lantai atas dan melihat para pelayan yang tampak murung untuk membuang lilin itu, akhirnya dia menghela nafas, lalu dia memanggil kepala pelayan untuk berbicara.


"Nyonya," ucap kepala pelayan ketika dia sudah menemui Amira.


"Berikan lilin aroma aromaterapi merk xx pada semua pelayan di rumah ini. Masing-masing boleh mendapatkan satu kotak. Dan satu lagi, aku mau kau mendapatkan sekotak lilin merk yang sama dengan yang dinyalakan di kamarku. Bawa itu ke kamarku dan siapkan korek bersamaan lilin-lilin itu." Perintah Amira pada kepala pelayan.

__ADS_1


"Baik Nyonya," jawab kepala pelayan itu lalu meninggalkan Amira untuk melaksanakan perintah perempuan itu.


Amira yang melihat bahwa segala sesuatunya berjalan dengan sangat lancar, dia merasa sangat senang dan tak bisa menahan dirinya untuk tersenyum sepanjang hari sampai ketika sebuah panggilan yang tiba-tiba masuk ke telponnya.


"Ya ayah?" Jawab Amira pada Bayu di seberang telepon.


"Menantuku, gawat!!!" Terdengar suara kepanikan Bayu yang tampak memelankan suaranya sambil tergesa-gesa berlari membawa ponselnya.


"Ada apa?" Tanya Amira.


"Gawat!!! Ayah baru saja mendengar keluarga pertama dan kedua berbincang-bincang, kalau ternyata suamimu tidak akan diangkat menjadi direktur. Itu sebabnya mereka sengaja mengundurkan acara penyambutan direkturnya!!!" Ucap Bayu dari seberang telepon langsung membuat Amira mengepalkan tangannya.


"Lalu apa lagi yang ayah dengar?" Tanya Amira.


"Ayah tidak bisa lagi mendengar lebih banyak, Ayah hampir ketahuan oleh nenekmu!" Terdengar suara Bayu sambil menghela nafas, menandakan bahwa pria itu telah aman.


"Baiklah, aku akan mencari tahunya nanti." Ucap Amira kembali menghela nafas karena merasa kesal dengan keluarga Barata yang terus mempermainkan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2