Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
189.


__ADS_3

Malam harinya, akhirnya Amira tiba juga di tempat acara reuni angkatan mereka dilakukan.


Perempuan itu turun dari mobil sembari melihat keadaan sekitar, di mana sudah ada banyak teman-temannya yang berjalan ke arah gedung.


Sembari memperhatikan orang-orang itu, Amira tersenyum, 'lucu sekali, setiap kali aku melihat wajah-wajah mereka, aku akan teringat tentang segala hal yang sudah mereka lakukan pada Amira ketika Amira berada di bangku SMA. Tapi haruskah aku membalas mereka satu persatu?' ucap Amira dalam hati yang merasa begitu konyol.


Konyol bahwa ternyata ketika dia berpikir hanya ada beberapa orang yang harus ia permalukan pada malam hari itu.


Tapi ternyata, dia malah menemukan bahwa semua orang yang hadir adalah orang-orang yang dulu pernah menginjak-injak Amira.


'Hah,, sudahlah, masuk saja dulu,' ucap Amira dalam hati lalu dia melangkah memasuki gedung dan melihat semua orang sedang bercakap-cakap.


Beberapa di antara mereka tertawa terbahak-bahak karena bertemu dengan teman-teman lama, namun, ada pula yang hanya berdiri memperhatikan keadaan.


Amira yang berjalan dengan santai melihat semua orang tiba-tiba saja terkejut ketika seorang pria datang terburu-buru dan menabrak bahunya.


"Ahss!!" Amira hampir saja terjatuh seandainya dia tidak dengan cepat menyeimbangkan tubuhnya.


"Astaga, maaf, apa kau baik-baik saja?" Tanya pria itu sembari memperhatikan Amira yang kini menatapnya.


Karena pria yang menabraknya adalah pria tampan yang cukup populer ketika SMA, maka semua perhatian orang-orang langsung tertuju pada mereka, karena mendengar keributan itu.

__ADS_1


'Sial,, aku berencana untuk menyembunyikan diri dan bergerak diam-diam, tapi sekarang semuanya sudah terlambat!' ucap Amira dalam hati kini menggerutuki pria di depannya.


Tapi meski begitu, Amira tidak menampakkan kekesalannya dan hanya melemparkan senyum pada pria tampan di depannya.


"Tidak masalah, tapi lain kali tolong lebih hati-hati," ucap Amira sembari memperhatikan sekelilingnya, di mana semua orang memperhatikannya dengan raut wajah yang aneh.


'Hah,, mereka mulai bergosip lagi, pasti merasa heran melihatku di sini karena mereka tidak mengenaliku,' pikir Amira yang melihat orang-orang mulai berbisik.


Sementara pria di depan Amira yang bernama Noah, pria itu menatap Amira dengan mata berbinar-binar sambil berkata, "maaf, Tapi apa Kau juga alumni dari SMA negeri 1 ibukota?"


Amira langsung menganggukkan kepalanya, "tentu saja, Memangnya ada apa?" Tanya Amira sembari menatap pria di depannya dan mendengarkan bisikan orang-orang yang kebingungan.


Tentu saja bingung karena tidak ada satupun di antara mereka yang mengenali Amira sebagai lulusan SMA negeri 1 ibukota.


"Waktu SMA, aku memang tidak terlalu terkenal, aku dari kelas IX.5." jawab Amira kembali mengejutkan pria di depannya.


"Kalau begitu, kita satu kelas. Tapi kenapa aku tidak ingat denganmu ya?" Ucap Noah yang kini merasa bingung.


Tetapi pria itu belum selesai dengan kebingungannya ketika salah seorang perempuan tiba-tiba menghampirinya.


"Sayang, Apa yang kau lakukan dengannya?" Tanya perempuan bernama Fani yang adalah kekasih Noah.

__ADS_1


"Ah,, aku tidak sengaja menabraknya dan dia bilang kami dulu satu kelas, tapi aku tidak mengingatnya." Ucap Noah langsung membuat Fanny merasa tidak senang dengan perempuan di depannya.


Perempuan itu berpikir bahwa Amira sengaja menggoda kekasihnya dan membuat Noah berlama-lama dengannya karena merasa penasaran.


Jadi perempuan itu menatap Amira dengan tatapan tegasnya, sambil berkata, "Apakah kau benar-benar alumni dari sekolah kami? Aku mengenal semua orang yang berada di kelas IX.5, tapi aku sama sekali tidak mengingatmu. Siapa namamu?"


Amira baru akan menjawab ketika Yura tiba-tiba saja datang dan memeluk lengannya.


"Astaga Amira, maaf aku terlambat." Ucap perempuan itu dengan nafas sedikit tersengal karena sudah berlari dari depan.


Tetapi semua orang yang mendengar ucapan Yura langsung kebingungan menatap Amira.


"Dia adalah Amira?"


"Amira kelas IX.5?"


"Bukankah Amira itu perempuan yang sangat gendut dan jelek? Dia menikah ke dalam keluarga Barata dan selalu disebut sebagai menantu sampah. Tapi bagaimana bisa perempuan di depan ini adalah Amira?"


"Itu tidak mungkin Amira, mana ada perempuan jelek berubah menjadi cantik seperti dia? Ataukah Amira sudah melakukan berbagai operasi plastik?"


"Konyol!!! Mereka itu berasal dari keluarga kurang mampu!! Di keluarga Barata mereka dikucilkan dan tidak diberi sepeserpun uang dari keluarga utama. Mana mungkin punya modal untuk melakukan operasi plastik?"

__ADS_1


Semua orang mulai berbisik-bisik, tetapi bisikan mereka bukanlah bisikan yang disembunyikan dari orang yang dibisikkan, tetapi lebih tepatnya adalah sebuah ucapan yang hendak diperdengarkan pada semua orang!


__ADS_2