
Masih pagi-pagi sekali, Amira sudah dibuat kesal oleh ponselnya yang terus berdering seperti alarm yang tidak akan mati jika tidak ditekan.
Jadi perempuan yang masih berada di tempat tidur itu dengan malas membuka matanya dan mengulurkan tangannya mengambil ponselnya.
Setelah mematikan panggilan itu, dia kembali memejamkan matanya untuk melanjutkan tidurnya ketika ponselnya kembali berdering.
Hal itu membuat Amira menjadi sangat kesal, jadi perempuan itu segera bangkit dari tempat tidur dan melihat ponselnya.
"Sial!! Keluarga Barata ini memang tidak bisa membuat kami tenang!!" Gerutu perempuan itu melihat nama pemanggil yang adalah nyonya besar Barata.
"Halo?" Jawab Amira masih dengan suara paraunya khas baru bangun pagi.
"Amira, Apakah suamimu ada di situ? Tolong berikan ponselmu padanya, karena nenek ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting dengannya." Ucap Rena dari seberang telepon langsung membuat Amira melihat ke tempat tidur dan Dia tidak menemukan suaminya di tempat tidur.
'Kenapa dia bangun pagi-pagi sekali? Padahal kan Kami sudah sepakat kalau dia tidak akan lagi bekerja di perusahaan keluarga Barata,' ucap Amira dalam hati yang merasa aneh dengan suaminya.
__ADS_1
"Halo? Halo?" Kembali suara Rena terdengar ketika Amira sudah cukup lama terdiam hingga membuat gelisah perempuan di seberang telepon.
Karena bagaimanapun, saat itu Fernando telah menonaktifkan ponselnya, sebab kemarin malam dia dan Amira sudah berbincang dan Fernando tidak ingin kembali lagi ke perusahaan yang akan bangkrut itu.
Jadi pria itu tidak mau diganggu oleh keluarga Barata yang sudah ia perkirakan akan menelponnya di pagi hari setelah mengetahui isi kontrak yang telah Ia atur bersama dengan keluarga Rakin.
"Halo? Amira, Kau masih di sana kan?" Tanya Rena dari seberang telepon akhirnya membuat Amira merasa bahwa dia harus memberi sepatah dua kata pada perempuan itu agar keluarga Barata bisa puas.
Jadi Amira segera berkata, "nenek, nyonya besar Barata yang terhormat. Maaf sekali, tapi suamiku tidak akan kembali lagi ke kediaman keluarga Barata dan juga ke perusahaan. Jadi silakan urus urusan kalian dan mari kita hidup terpisah tanpa saling membebani lagi."
Ketika dia turun ke lantai bawah, Amira langsung mengerutkan keningnya ketika melihat Aulia sedang mengemas sebuah guci mahal ke dalam karton.
Bukan hanya ada satu karton saja, tapi sekitar 10 karton itu semuanya telah dikemas dengan baik.
"Kau mau membawa semua barang itu keluar?" Tanya Bayu yang duduk di sofa dengan kaki terangkat sembari menikmati kopi buatan Fernando.
__ADS_1
"Hm...!! Barang ini akan lebih berguna jika aku menjualnya daripada hanya berada di rumah ini sebagai pajangan, lagi pula tidak akan ada orang yang datang kemari untuk melihatnya, jadi lebih baik dijadikan uang untuk modal investasi." Ucap Aulia sembari menumpuk kotak-kotak itu agar mudah di bawa keluar.
Amira yang mendengar itu tidak terlalu memperdulikannya dan dia hanya berbelok ke arah dapur untuk menghampiri suaminya. Karena dia sudah menduga kalau pria itu pasti sedang memasak.
"Sayang," ucap Amira ketika dia melihat suaminya tampak sibuk mengatur makanan di meja makan jadi dia dengan cepat berlari ke pria itu dan memeluk Fernando dengan hangat.
"Kau sudah bangun," ucap Fernando mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala Amira dengan tangan pria itu langsung mengelus rambut halus Amira.
"Aku baru saja berbicara dengan nenek yang menelpon, dan Aku sudah memberitahu mereka kalau kau tidak akan kembali lagi ke keluarga itu dan juga ke perusahaan mereka." Ucap Amira yang tidak mau menyembunyikan apapun dari suaminya, jadi dia langsung mengatakan hal itu pada suaminya.
Fernando kemudian menganggukkan kepalanya sembari berkata, "baguslah, kalau begitu aku tidak perlu repot-repot lagi memberitahu mereka."
"Apa kau tidak menyesal meninggalkan keluargamu dan perusahaan keluargamu?" Tanya Amira sembari menatap pria di depannya, karena dia masih ingin mengetahui isi hati pria itu, sebab sedari Dulu dia memang ingin Fernando keluar dari perusahaan Barata.
Namun karena dia melihat suaminya begitu gigih bekerja di kantor Barata, jadi pikirnya bahwa suaminya benar-benar ingin mengabdikan diri terhadap perusahaan keluarga, jadi dia tidak mau mengatur-atur pria itu, sebab Dia sendiri pun, sangat tidak suka jika diatur-atur oleh orang lain.
__ADS_1
"Hm,, aku tidak bisa kembali lagi ke keluarga itu, mereka memanfaatkanku lalu menghianatiku. Dan sekarang ketika mereka kembali terpojok mereka ingin memanfaatkanku lagi jadi biarkan saja mereka." Ucap Fernando langsung membuat Amira tersenyum karena mereka merasa bahwa pilihan suaminya sudah benar-benar tepat.