Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
156. Rencana keluarga Barata


__ADS_3

Di kediaman keluarga Barata, Rena duduk sembari meminum teh yang diseduh oleh pelayannya.


Di depannya sudah ada anak pertama dan keduanya, mereka bertiga sedang membahas tentang pesta penyambutan Fernando.


Haikal menatap Rena, "Ibu, aku sangat tidak setuju dengan pesta penyambutan yang akan dilakukan pada hari Sabtu ini!! Bagaimana bisa Ibu membiarkan pria sampah itu menjadi direktur di perusahaan kita?


"Perusahaan kita akan kacau nantinya, dan juga, dia sudah menginjak-injak harga diri keluarga Barata, keluarganya sendiri!!!" Tegas Haikal yang benar-benar tidak menyetujui pengangkatan Fernando sebagai Direktur.


"Aku setuju dengan adik kedua, pokoknya keluarga ketiga tidak layak disebut dalam keluarga ini, karena mereka sudah melakukan dosa besar yang tidak bisa dimaafkan!!!" Tegas Rizal sembari mengepal erat tangannya.


Rena mendesah, "Aku tahu, itulah sebabnya pesta pada hari Sabtu ini akan dibatalkan. Ibu akan beralasan pada mereka bahwa kita kekurangan dana untuk melakukannya.


"Lalu kita akan memindahkannya pada dua minggu lagi ketika grup Rakin sudah menyetor dana awal untuk proyek. Saat itu kita akan menyewa gedung besar untuk melakukan pesta penyambutan dan perkenalan direktur baru perusahaan kita.

__ADS_1


"Dan tentu saja, orang yang menjadi direktur tidak akan berasal dari keluarga ketiga." Ucap Rena mengejutkan kedua putranya.


"A,, apa?!! Jadi ibu sebenarnya punya rencana? Kalau begitu, cepat katakan pada kami, Apa rencana yang Ibu susun?!!" Tanya Haikal kini begitu penasaran dengan isi otak ibunya.


Rena tersenyum, "tentu saja keluarga ketiga tidak akan pernah diakui dalam keluarga kita. Tapi selama 3 minggu kedepan, kalian harus memperlakukan keluarga ketiga dengan baik, supaya grup Rakin tidak berhenti memberikan proyek besarnya pada perusahaan kita.


"Dan pada saat grup Rakin telah menyetor sebagian dana untuk membangun proyek itu, maka saat itu tidak ada lagi yang bisa menolak jika kita mengganti direktur dan penanggung jawab proyeknya!!" Kata Rena mengejutkan kedua putranya.


Keduanya tidak menyangka bahwa ibunya ternyata memikirkan rencana jangka panjang, tidak seperti mereka yang sudah pusing dengan masalah beberapa hari ke depan.


"Iya Bu!! Ibu harus bersikap adil terhadap cucu-cucu ibu!! Putraku Mahesa, Dia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi seorang direktur!!!" Tegas Haikal membela putranya.


Rena menghela nafas dengan panjang dengan kedua anaknya yang terus saja berebut posisi direktur untuk anak-anak mereka.

__ADS_1


Perempuan itu dengan mata yang bimbang menatap kedua putranya sambil berkata, "Ibu akan memikirkannya sampai hari itu tiba, Jadi sekarang kalian keluarlah dari ruangan ibu dan ingat baik-baik tentang apa yang baru saja Ibu katakan!!!


"Sampai hari penyambutan direktur itu tiba, kalian harus memperlakukan keluarga ketiga dengan sangat baik!! Jika mereka sampai curiga dan diam-diam membatalkan proyek dengan keluarga Rakin, maka Ibu tidak akan pernah memaafkan kalian berdua!!!" Tegas Rena menatap kedua putranya.


"Baik Ibu, kami mengerti," jawab Rizal dan Haikal secara bersamaan, lalu kedua orang itu dengan patuh meninggalkan ruangan ibunya.


Baru saja mereka keluar dari ruangan Ibunya dan turun ke lantai bawah, mereka berlangsung melihat Bayu yang sudah kembali.


"Adik ketiga, Kau sudah pulang, Apakah kau sudah makan malam?" Tanya Rizal menatap Bayu.


"Adik ketiga pastilah belum makan malam, kalau begitu ayo kita makan malam bersama." Kata Haikal langsung mendekati Bayu lalu mengambil alih tas di tangan Bayu dan memberi kode pada pria itu agar berjalan ke ruang makan.


Bayu ternganga melihat sikap kedua kakaknya yang tiba-tiba memperlakukannya dengan sangat lembut.

__ADS_1


Tetapi pria itu belum sempat berkata apapun ketika dia sudah dirangkul mesra oleh Rizal lalu dituntun menuju ke ruang makan.


__ADS_2