Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
155. Bagaiman rencana keluarga Barata


__ADS_3

Setelah suaminya turun dari mobil, Amirq langsung melompat ke pelukan suaminya sambil mendongak menatap suaminya.


"Sayangku, apa kau lelah?" Tanya Amira sembari melemparkan tatapan cemasnya melihat wajah suaminya yang tidak terlalu baik.


Fernando menggelengkan kepalanya, "aku tidak lelah saat pulang ke rumah dan melihat istriku sedang menyambutku." Jawab Fernando mengusap kepala istrinya lalu pria itu melihat ke belakang dan terkejut melihat ayahnya.


"Ayah," kata Fernando pada Bayu langsung membuat Amira melepaskan pelukannya lalu dia berbalik melihat ayah mertuanya.


"Ayah mau ke mana?" Tanya Amira melihat pria itu membawa tas besar miliknya.


Bayu menghela nafas mendekati kedua orang itu, "ini sudah hari Kamis, jadi Ayah harus kembali karena ayah harus membantu orang-orang di rumah untuk mempersiapkan acara penyambutanmu sebagai Direktur." Ucap Bayu memandangi anaknya langsung membuat Fernando dan Amira menganggukkan kepalanya mereka.

__ADS_1


"Ahh,, Jadi benar bahwa acara penyambutannya dilakukan di kediaman keluarga Barata?" Amira merasa sangat kesal sebab ulang tahun Raina dilakukan di sebuah tempat yang mewah dan mahal, tetapi penyambutan direktur malah dilakukan di tempat yang sempit seperti kediaman keluarga Barata.


"Iya, Ayah harus pulang atau ibumu akan mengomel lagi karena Ayah tidak ada di sana membantunya. Oh ya, Ayah tidak akan mengatakan masalah rumah kalian pada mereka, dan ayah akan mengatakan yang sebaliknya, Jadi kalian tidak perlu khawatir." Ucap Bayu langsung membuat Fernando merasa puas bahwa ayahnya sudah mau bekerja sama dengan mereka.


Bagaimanapun, akan merepotkan menghadapi keluarga Barata jika mereka tahu tentang rumah mereka, pastilah mereka semua akan memaksa Amira untuk menerima semua orang-orang itu tinggal di rumah mereka.


Lalu setelah tinggal di rumah mereka, keluarga Barata akan merasa bahwa rumah itu milik mereka dan memerintah sesuka hati.


Brrruummmm....


Bayu menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu sembari melambaikan tangannya pada Putra dan menantunya.

__ADS_1


Berdiri memandangi kepergian mobil itu, Amira menghela nafas lalu mendongak menatap suaminya, "sayangku Bukankah ini sama sekali tidak sesuai dengan cara keluarga Barata?


"Kalau di Mereka benar-benar ingin memperkenalkanmu pada dunia luar bahwa kau adalah Direktur, maka mereka pasti akan malu jika acaranya dilakukan di rumah.


"Tapi sekarang mereka melakukannya di rumah, Bukankah ini terlihat seperti ada sesuatu yang aneh?" Tanya Amira pada suaminya.


Ucapan istrinya juga sama dengan pikirannya, tetapi Fernando segera memikirkan hal lain dan menjawab istrinya, katanya: "mungkin saja karena dana keluarga Barata sudah tidak cukup lagi. Mereka sudah menggunakannya untuk acara ulang tahun Raina jadi pastilah keuangan keluarga sudah menipis."


Amira menganggukan kepalanya, dia tahu bahwa hal itu telah terjadi, oleh sebab itu Dia pernah mengatakan bahwa sangat aneh bila dua minggu berturut-turut keluarga Barata mengadakan dua pesta besar.


"Kalau begitu seharusnya mereka menunggu beberapa minggu lagi untuk mengadakan acara penyambutanmu. Saat proyek berjalan, kita akan mendapat dana dari group Rakin, jadi dana itu bisa diambil sedikit untuk dipakai lebih dulu.

__ADS_1


"Tapi mereka buru-buru mengadakannya Minggu ini dan terlebih mengadakannya di rumah yang sempit itu. Aku merasa ada sesuatu yang sangat aneh!!" Ucap Amira sembari berpikir bagaimana rencana keluarga Barata.


__ADS_2