
Daren yang disentuh, sangat terkejut ketika dia merasakan sebuah tusukan dan benar saja, Amira menarik tangannya dan memperlihatkan sebuah jarum kecil yang tersambung dengan cincin yang ia kenakan.
"Sampai jumpa!" Ucap Amira sambil tersenyum lalu pria di depannya langsung terjatuh ke lantai dengan keadaan pingsan.
"Dasar orang sialan!!! Berani-beraninya dia mau menipuku,,, atau haruskah aku bawa dia ke suatu tempat?" Ucap Amira dalam hati yang kini berpikir untuk memasukkan pria itu ke dalam dunia ajaib dan membawanya ke suatu tempat dimana pria itu tidak bisa lagi kembali dari sana.
🐾🐾🐾
Namun, setelah memikirkannya lagi
L, dia benar-benar tidak Sudi membawa seorang pria menjijikan ke dunia ajaibnya jadi perempuan itu berbalik menatap tumpukan uang di depannya.
Setelah beberapa saat, dia berkeliling melihat uang-uang itu Dan dia menemukan bahwa mata uang dari negara d dan f adalah mata uang yang asli jadi dia kemudian membawa semua mata uang itu ke dunia ajaib.
__ADS_1
"Hah,, Aku tidak percaya mereka berusaha menipuku seperti ini, tapi setidaknya kalau aku menukar semua uang ini maka aku mendapat sekitar 10 triliun. tapi ini tidak akan sebanding dengan apa yang telah mereka lakukan." Ucap Amira kembali mendekati pria yang tergeletak di lantai.
Perempuan itu lalu meraba saku pria tersebut dan mendapatkan sebuah ponsel dari sana.
Perempuan itu mengerutkan keningnya melihat pola yang harus ia gambar tetapi setelah melihat pinggir ponselnya ada tempat untuk menaruh sidik jari jadi dia menggunakan sidik jari dari yang telah pingsan untuk membuka ponsel itu.
Cekrek!! Cekrek!! Cekrek!!
"Aku kembalikan ponselmu, Terima kasih atas informasinya yang sangat berguna. Dan, selamat menikmati kebangkrutan." Ucap perempuan itu lalu keluar dari ruangan dan melihat beberapa asisten yang berjasa di sana kebingungan melihatnya hanya sendirian keluar.
"Dia bilang dia tidak mau diganggu untuk sementara waktu, aku juga disuruh memberikan pil ini pada kalian untuk diberikan pada tuan besar maherson." Kata Amira langsung dianguki oleh salah satu asisten yang ada di sana Lalu pria itu berlari ke ruang perawatan tuan besar untuk memberikan pil itu.
Melihat itu, Amira tersenyum dalam hati, 'berikan pil itu kepadanya, dan dia akan bertahan selama dua Minggu, tetapi saat itu dia hanya akan melihat kehancuran keluarga Maherson! Anggaplah 2 minggu itu setara dengan uang 10 trilliun yang sudah ku ambil!!' kata perempuan itu dalam hati lalu berjalan meninggalkan rumah sakit.
__ADS_1
Sementara sang asisten yang selesai memberikan larutan pil pada tuan besar Maherson, pria itu sangat terkejut ketika dia melihat tuan besar Maherson langsung tersadar.
"Kakek!!!" Norman sangat terkejut, pria itu langsung menghampiri kakeknya dan memegang tangan kakeknya.
"Syukurlah kakek sudah sadar, syukurlah!!!" Ucap Norman merasa sangat senang.
Sementara Tuan besar maherson, pria itu langsung menggerakkan tangannya dan melepas beberapa alat yang menempel dari tubuhnya.
"Apa yang kakek lakukan? Jangan berpikir dulu, kakek masih--" Norman menghentikan ucapannya dan terkejut melihat saat Pria tua yang tampak lemah itu langsung bergerak dan duduk sembari meregangkan tubuhnya.
Bahkan, wajahnya yang semula sangat pucat tampak begitu sangat segar dan mata pria itu tampak berbinar seperti mata milik orang yang masih muda.
Tuan besar bahkan terlihat seperti orang yang baru saja bangun tidur setelah tidur semalaman, seperti orang yang tak pernah mengalami sakit parah.
__ADS_1