
Sembari menunggu penanggungjawab membacakan hasil keputusan, semua orang sibuk berbincang-bincang dengan orang di dekat mereka.
Tak terkecuali Amira dan Fernando yang duduk di kursi belakang.
"Berapa banyak proyek yang ditawarkan Grup Rakin?" Tanya Amira pada suaminya karena dia merasa heran ada begitu banyak orang di ruangan itu.
Mana mungkin semua orang di sana datang untuk satu proyek saja?
Ada 3 proyek, dan semua orang berlomba mendapatkannya. Bahkan perusahaan kita juga berharap mendapat sala satu saja proyek ini, supaya perusahaan kita lebih maju lagi." Ucap Fernando menjelaskan.
Amira mengangguk, "lalu, berapa banyak proyek yang coba kau dapatkan?" Tanya Amira.
Fernando langsung tersenyum, "mendapatkan satu saja sudah sangat beruntung," ucap pria itu membuat Amira langsung mengeryit.
"Jadi kau hanya coba mendapatkan satu proyek? Mengapa tidak semuanya kau coba dapatkan?" Tanya Amira merasa agak kesal juga.
"Kalau kita mendapatkan semuanya pun, perusahaan kita tidak akan sanggup mengerjakannya. Jadi aku hanya coba mendapatkan proyek kecil saja." Ucap Fernando membuat Amira tercengang.
__ADS_1
Bukan hanya melamar satu, tapi bahkan malah menginginkan proyek kecil saja?
Suaminya benar-benar menakjubkan!!!!
Perempuan itu hendak mengatakan sesuatu lagi, tapi dia tidak jadi melanjutkannya saat penanggungjawab telah datang sambil membawa berkas lalu duduk di sebuah meja yang telah di siapkan.
Segera, semua orang berfokus pada sang penanggungjawab.
"Terima kasih atas partisipasi kalian hari ini dan 2 hari terakhir. Saat ini kami akan mengumumkan pemenang proyek yang sudah di seleksi selama 3 hari ini." Ucap sala seorang penanggungjawab sembari membuka berkas di depannya.
"Proyek pertama dengan nilai 150 miliar jatuh ke perusahaan A!" Ucap sang nanggung jawab diiringi tepuk tangan ke-irian semua orang menatap seorang perempuan yang berdiri sembari melangkah ke depan mendapatkan sertifikat kontraknya.
"Ya," sela Fernando kini menatap istrinya dengan cemas sebab dia sudah tahu bahwa mereka akan kalah.
Lalu dia dan istrinya akan segera bersujud di kaki sepupu pertama dan keduanya.
"Pokoknya nanti kalau mereka menyuruh bersujud, kau tidak usah melakukannya. Biar aku saja yang melakukannya." Ucap Fernando yang jelas tahu bahwa kedua Kakak sepupunya tidak berencana untuk memenangkan proyek dengan nilai terkecil, tetapi untuk proyek dengan nilai terbesar.
__ADS_1
"Jangan kahwatir, mungkin saja di mereka melihat potensimu dan berpikir bahwa kau tidak layak untuk proyek kecil lalu memindahkanmu ke proyek yang lebih besar." Ucap Amira menenangkan suaminya sembari kembali menatap ke arah penanggung jawab yang sudah duduk untuk membacakan pemenang proyek berikutnya.
Saat itulah, Mahesa dan Brata yang duduk di depan kini menoleh ke arah Amira dan Fernando.
'Rasakan kalian!!'
Keduanya merasa sangat senang karena mereka berdua jelas tahu bahwa proyek yang berusaha didapatkan oleh Fernando hanya proyek dengan nilai yang kecil.
Sekarang proyek itu telah dimenangkan oleh perusahaan A, jadi tidak mungkin untuk memenangkan proyek yang lainnya lagi!!!
Proyek dengan nilai terbesar kedua pun kemudian diumumkan lalu didapatkan oleh perusahaan C.
Semua orang bertepuk tangan melihat perwakilan dari perusahaan C berjalan mendapatkan kontrak nya.
"Apakah Kau juga berusaha mendapatkan proyek dengan nilai terbesar ini?" Brama tiba-tiba bertanya pada Mahesa.
Mahesa tersenyum penuh percaya diri, "tentu saja!! Dan mereka bahkan memuji presentasiku ketika aku datang." Ucap Mahesa penuh percaya diri.
__ADS_1
Mendengar ucapan adik sepupunya, Brama hanya tersenyum kecut, "hanya pujian untuk menyenangkan, tidak seperti aku yang sudah dikatakan bahwa jelas-jelas aku akan memenangkan proyek ini." Ucap Brama membuat Mahesa menatap pria itu dengan tegas.
'Belum tentu!! Kita lihat saja nanti!!' ucap Mahesa dalam hati sembari menggertakkan giginya lalu memindahkan tatapannya ke arah penanggung jawab yang hendak membuka berkas di tangannya.