Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
42.


__ADS_3

"Hati-hati di jalan!!" Amira tersenyum menatap suaminya yang sudah menaiki motor butut untuk berangkat ke kantor.


'Motor butut itu sangat tidak sesuai dengan penampilan suamiku, sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan kendaraan bagi suamiku.' pikir Amira dalam hati sembari memandangi kepergian suaminya.


Aulia juga ikut mengantar putranya, dan setelah putranya menghilang di balik pintu pagar, perempuan itu langsung berbalik menatap menantunya.


"Akhir-akhir ini kau banyak berubah ke rumah dan juga lebih banyak menghabiskan uang. Dari mana kau mendapat semua uang untuk membelikan pakaian bagi Putraku dan juga membawa Putraku pergi ke salon?!" Tanya Aulia dengan tatapan sinisnya.


Amira mendengarkan ucapan Ibu mertuanya dan dia mengerti bahwa perempuan itu sebenarnya merasa kesal sebab Dia tidak pernah pergi ke salon untuk melakukan perawatan diri sementara Putra dan menantunya malah melakukan hal tersebut.


Namun dia tidak mau terlalu ribet dengan perempuan itu jadi dia berkata, "ini urusan rumah tanggaku, jadi ibu tidak perlu mencampurinya."


Setelah berbicara, Amira langsung berbalik untuk masuk ke dalam rumah ketika dia dikejutkan dengan kemunculan sebuah mobil mewah yang langsung diparkir di depan rumah mereka.


Amira langsung menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap mobil mewah tersebut.


'Mobil mewah milik siapa yang datang ke tempat kumuh ini?' pikirnya dalam hati sebab selama ini tidak ada satupun mobil yang datang ke kediaman mereka. Apalagi mobil mewah yang ada di hadapan mereka saat ini.


Aulia pun tak kalah terkejut, apalagi bukan hanya ada satu mobil mewah setelah satu mobil mewah itu masuk maka ada lagi mobil lain yang ikut dari belakang.

__ADS_1


Setelah beberapa pria keluar dari mobil dan terlihat pria yang datang itu adalah pria-pria kemarin yang datang mencari Amira dengan kemarahan, Aulia merasa sangat senang.


"Akhirnya kalian datang juga!!" Aulia langsung berseru senang karena dia sudah tidak sabar melihat Amira disiksa oleh pria-pria itu.


"Ada apa ini?" Bayu pun ikut keluar dari rumah lalu menoleh ke arah para pria yang tampak garang yang berjalan ke arah istri dan menantunya.


Aulia yang melihat kedatangan suaminya langsung bergeser ke samping mendekati suaminya lalu berkata dengan suara pelan, "mereka adalah orang-orang yang kau ceritakan kemarin malam datang kemari untuk mencari menantu kita. Sepertinya memang kita sudah melakukan hal yang menyinggung atasan mereka hingga mereka datang untuk membawa pergi menantu kita."


Meski suara Aulia pelan, tetapi karena tidak ada yang ribut maka semua orang di tempat itu bisa mendengarnya.


Sehingga pria yang tanpa garang menatap tajam ke arah Aulia membuat Aulia langsung terdiam karena tak berani membuat masalah dengan para pria itu.


"Ah, ini, kami diperintahkan oleh Tuan kami untuk datang menyerahkan hadiah mobil kepada Nona Amira." Ucap pria itu menyerahkan kunci mobil pada Amira.


"Siapa tuan kalian?" Tanya Amira sembari mengambil kunci itu.


Sebagai perempuan yang di kehidupan sebelumnya berjiwa matre maka dia tentu saja tidak akan menolak berkat seperti itu.


"Tuan Rakin." Kata Sang pria bertubuh tinggi gemuk membuat Amira mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Baiklah, sampaikan terima kasih kepada keluarga Rakin." Ucap Amira.


"Baik, saya akan menyampaikannya, tetapi Tuan Rakin juga menyuruh saya untuk meminta nomor ponsel Anda. Kalau tidak keberatan, dapatkah saya mengambil nomor ponsel Nyonya?" Tanya pria itu dengan sikap yang sangat sopan meski wajahnya yang tak bisa menyembunyikan kegarangannya karena memang pembawaan pria itu sudah demikian.


"Aku akan memberikannya," ucap Amira segera mengambil sebuah kartu dari sakunya lalu menyerahkan kartu tersebut pada pria di depannya.


Segera, pria di depannya mengambil kartu itu lalu memberi hormat kepada Amira sebelum berpamit untuk meninggalkan tempat itu dengan mobil mewah yang ditinggalkan untuk Amira.


Dit... Dit... Dit...


Detik berlalu masih belum bisa melepaskan kecengangan dua orang paruh baya yang bersama dengan Amira.


Mereka baru terkejut ketika Amira berjalan ke arah mobil lalu membuka pintu kemudian dan memasuki mobil.


Buk!


Pintu mobil tertutup.


"Mobil itu,, benar-benar diberikan untuk menantu sampah kita?!" Aulia berkata dengan suara tak percaya menatap mobil mewah yang dalam sekejap berpindah tangan ke seorang perempuan sampah tak berguna.

__ADS_1


__ADS_2