
Akhirnya, acara pengangkatan dan penyambutan direktur baru keluarga Barata kini dilaksanakan.
Amira datang bersama suaminya dan langsung duduk di meja keluarga bersama-sama dengan semua orang dari keluarga Barata.
Aulia yang melihat putranya langsung tersenyum dan berkata, "akhirnya calon direktur baru sudah datang juga."
"Ibu, duduklah dengan tenang, acaranya akan dimulai," ucap Fernando yang merasa agak kesal pada ibunya yang berbicara terlalu kencang hingga Semua orang bisa mendengarnya.
Padahal, dia sudah tahu bahwa nantinya bukan dialah yang akan diangkat menjadi direktur.
Jadi akan memalukan jika orang-orang mendengar ucapan Aulia dan nantinya bukan dia yang naik ke atas panggung sebagai Direktur baru.
"Ah, baiklah, putaraku memang sangat rendah hati," ucap Aulia sembari tersenyum senang melihat semua orang di meja itu dan dia jelas tahu bahwa semua orang memberikan tatapan iri mereka.
Tapi perempuan itu tak pernah menyangka bahwa sebenarnya tatapan yang ditujukan orang-orang pada mereka ialah tapatapan mengejek akan rasa percaya diri Aulia yang terlalu tinggi.
__ADS_1
Sementara Rena, dia memperhatikan Fernando sembari berkata, "kau sudah mengundang CEO grup Rakin untuk datang kan?"
Fernando menganggukkan kepalanya, "istriku sudah berbicara dengan mereka, tapi tidak ada jaminan kalau mereka bisa datang, karena saat ini terus saat mereka juga sedang sibuk mengurus banyak hal tentang kerjasama dengan beberapa perusahaan." Ucap Fernando.
Hal itu membuat Rena merasa sangat tidak puas dan juga amat kesal karena ternyata Fernando tidak memperhatikan hal tersebut.
Tetapi kekesalan perempuan itu hanya bertahan beberapa menit karena akhirnya Yura dan juga ayahnya kini datang ke acara tersebut.
"Ah itu mereka!" Ucapan Rizal sembari menoleh ke arah dua orang yang memasuki ruang acara.
Semua orang yang ada di tempat acara itu merasa sangat terkejut, karena untuk kedua kalinya keluarga Barata berhasil mengundang keluarga Rakin untuk datang ke acara yang mereka buat.
"Keluarga ini benar-benar beruntung, meskipun acara ulang tahun yang kemarin itu berakhir buruk dan membuat keluarga Rakin tidak senang, tetapi sekarang mereka masih mau datang untuk menghadiri acara ini. Sepertinya keluarga Barata memang sudah berhasil memikat keluarga Rakin."
"Benar, jadi ke depannya kita harus dekat-dekat dengan keluarga Barata supaya nanti kita bisa mencari kesempatan untuk meminta mereka membantu kita juga untuk dekat dengan keluarga Rakin."
__ADS_1
"Ah,, iya," semua orang berbisik-bisik di tempat mereka dan sembari memperlihatkan keirian mereka terhadap keluarga Barata.
Sementara itu, Rena yang menyambut kedua orang itu tersenyum begitu senang, lalu dia mengantar kedua orang itu ke meja paling depan dan bergabung duduk bersama dengan keluarga mereka.
Yura yang melihat kursi di samping Amira kosong langsung duduk di sana dan melemparkan senyumnya pada Amira.
"Terima kasih sudah datang," ucap Amira langsung diangguki oleh Yura.
"Kau yang mengundang kami, jadi tentu saja kami harus datang. Bahkan kakekku juga sangat ingin datang, tapi karena beberapa pekerjaan di kantor membuatnya tidak bisa keluar." Ucap Yura dengan suara yang senang menandakan bahwa perempuan itu begitu dekat dengan Amira.
Hal itu membuat Rena menatap ke interaksi kedua orang itu sembari mengatup erat-erat giginya.
'Kenapa sekarang aku jadi cemas untuk mengangkat direktur lain selain Fernando? Bagaimana kalau nanti keluarga Rakin malah membatalkan kerjasama mereka?' ucapan perempuan itu dalam hati yang merasa amat cemas.
Tetapi ketika dia kembali ingat bahwa proyek yang dijalankan sudah berjalan, maka perempuan itu kembali menguatkan tekadnya bahwa keluarga Rakin tidak akan bisa membatalkan proyeknya dan mau tidak mau akan dilanjutkan oleh cucunya yang lain, bukannya Fernando.
__ADS_1