
Setelah cukup lama duduk di sana, akhirnya Bayu bisa bereaksi dengan normal, lalu pria itu menanyakan banyak hal pada Amira dan Fernando, termasuk menanyakan bagaimana bisa keluarga Rakin memberikan rumah itu pada Amira.
Fernando langsung menjawab semua pertanyaan ayahnya, sementara Amira, perempuan itu berpamit untuk mengatur barang yang dibawa dari kediaman keluarga Barata.
Para pelayan dengan sigap mengikuti seluruh perintah Amira hingga dengan cepat barang-barang itu tersusun rapi di tempatnya masing-masing.
"Kalian boleh istirahat sekarang," kata Amira yang merasa puas dengan pekerjaan para pelayan.
"Terima kasih nyonya," ucap para pelayan lalu meninggalkan Amira yang kini berdiri di kamarnya sembari menatap kamar yang tampak rapi.
"Sepertinya aku juga harus merenovasi sedikit kamar ini. Ah,,,, kami akan mengadakan malam pertama, tapi kira-kira hari apa yang cocok untuk malam pertama kami?" Amira berpikir-pikir sambil melihat kalender di hp-nya.
Ketika perempuan itu masih melihat-lihat hari di ponselnya, tiba-tiba saja sebuah tangan terulur dari belakang dan memeluk pinggang Amira dengan erat.
__ADS_1
Pipi perempuan itu juga merasakan kecupan ringan di permukaan kulitnya lalu dibarengi sentuhan kulit halus yang membuat Amira tersenyum.
"Apakah Ayah sudah pergi untuk tidur?" Tanya Amira sembari menikmati pelukan suaminya.
"Hm,, ayah bilang dia ingin berkeliling dulu bersama dengan pelayan. Tapi aku sudah menunjukkan kamar untuk ayah." Kata Fernando membuat Amira menganggukkan kepalanya.
"Baguslah, kalau begitu kita bisa tidur sekarang." Kata Amira langsung diangguki oleh Fernando, lalu kedua orang itu bersiap-siap untuk tidur.
Ketika mereka sudah berada di ranjang, dengan Amira di pelukan Fernando, Amira tidak bisa memejamkan matanya, jadi perempuan itu berbalik mengambil ponselnya lalu membuka online shop yang ada di ponselnya.
"Sayangku," kata pria itu dengan suara yang lembut langsung dijawab Amira.
"Mm?" Tanya perempuan itu yang malas membuka mulutnya untuk berbicara.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau cari di ponselmu?" Tanya Fernando yang merasa heran dengan istrinya yang malam-malam membuka online shop.
"Aku sedang mencari pakaian yang cocok untukmu. Tadi aku melihat pakaian yang kita bawa itu adalah pakaian yang sudah tidak layak lagi digunakan." Jawab Amira langsung membuat Fernando mengerutkan keningnya.
"Pakaian itu baru sekali dua kali dipakai, Bagaimana bisa sudah tidak layak untuk dipakai?" Tanya Fernando yang merasa bingung dengan istrinya.
Amira menghela nafas, "Hah,,, sebagai seorang direktur Kau hanya boleh memakai pakaianmu sekali saja dan paling banyak dua kali. Kalau tidak begitu, orang-orang akan menertawaimu dan menganggapmu sebagai Direktur abal-abal.
"Lagi pula tadi aku melihat kau hanya punya beberapa pakaian, hanya pakaian yang kubeli akhir-akhir ini. Kalau kita tidak mengisi lemari itu dengan pakaianmu, maka lemarinya akan sangat kosong, dan mengganggu pandangan mata!!" Tegas Amira sembari melihat koleksi brand terkenal yang menjual pakaian-pakaian mahal.
Fernando memperhatikan harga-harga yang tertera pada pakaian yang dimasukkan Amira ke keranjangnya lalu pria itu menganga melihatnya.
"Sayangku, sebagai seorang direktur gajiku per bulan hanya 60 juta saja." Kata Fernando memperingatkan istrinya setelah dia melihat total belanjaan istrinya sudah mencapai 500 juta.
__ADS_1
Bahkan dengan gajinya sendiri, itu masih harus ditabung selama beberapa bulan baru bisa membeli semua belanjaan Amira!!!!