
Begitu keluar dari gedung, Amira berpisah dengan Yura, sebab Yura sudah memiliki jemputannya sendiri. Sementara Amira hendak kembali ke rumah menggunakan taksi yang telah Ia pesan sebelumnya.
Tetapi, ketika perempuan itu sedang menunggu taksi yang ia pesan, dia terkejut ketika tiba-tiba saja Norman Maherson menghampirinya.
"Amira," ucap pria itu dengan raut muka yang tampak merasa bersalah.
Amira langsung berbalik menatap pria itu dan menahan nafasnya melihat wajah Norman.
"Bukankah kau sudah kembali?" Tanya Amira sembari memperhatikan pria di depannya.
"Itu, Aku tidak bisa pergi begitu saja jika aku tidak meminta maaf padamu. Masalah yang tadi terjadi di dalam adalah masalah yang disebabkan oleh tunanganku. Jadi atas nama tunanganku, aku benar-benar meminta maaf." Ucap Norman sembari mengatup erat gigi giginya karena Ini pertama kalinya dirinya minta maaf pada seseorang.
'Kalau saja kakak tidak menyuruh untuk melakukan ini, aku tidak akan pernah menunduk meminta pengampunan maaf pada seseorang. Apalagi pada Amira yang berasal dari keluarga Barata, keluarga yang rendahan dan sama sekali tidak memiliki hak untuk mendapat permintaan maaf dari anggota keluarga maherson.' geram Norman dalam hati yang merasa begitu kesal akan kakaknya yang terus memaksanya.
__ADS_1
Namun, dia juga tidak bisa membantah kakaknya begitu saja, karena saat ini, kakaknya sedang ditunjuk menjadi kepala keluarga dan penanggung jawab atas keluarga mereka saat tuan besar Maherson sedang berada dalam keadaan sakit.
"Ah,, aku sudah melupakannya. Jadi kau tidak perlu lagi minta maaf." Ucap Amira sembari berbalik melihat ke arah taksinya yang sudah datang.
Dia benar-benar merasa bahwa tidak ada gunanya berurusan dengan keluarga Maherson.
Tetapi Norman yang melihat Amira ingin pergi, pria itu langsung mendekati Amira dan mencegah perempuan itu memasuki taksi.
Aku bersungguh-sungguh, Aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan rencana Leona untuk meracuni mu.
"Jadi permintaanku padamu untuk melihat keadaan kakekku, bisakah kau tetap memikirkannya?" Tanya Norman dengan raut wajah yang dibuat sangat mengharapkan jawaban iya dari Amira.
Amira yang melihat itu kemudian menganggukkan kepalanya, "aku akan memikirkannya, tapi bukan berarti aku mau melakukannya." Kata Amira dengan tegas, lalu dia membuka pintu taksi dan naik ke taksi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Norman yang ditinggalkan menatap kepergian taksi yang membawa Amira,dia mengepal erat tangannya karena merasa bahwa Amira benar-benar terlalu merendahkan keluarga mereka.
'Awas saja kamu, setelah 3 hari dan kau tidak menghubungiku, maka aku akan menghancurkan keluarga Barata milik kalian itu!!!' geram Norman dalam hati, lalu pria itu berbalik pergi untuk meninggalkan tempat itu.
Sementara Amira yang ada di dalam mobil, perempuan itu masih merasa sangat aneh dengan dirinya sendiri.
'Kenapa aku begini? Jelas-jelas aku tidak memiliki hubungan apapun dengan keluarga Maherson, tetapi kenapa aku merasa sangat kesal pada keluarga itu? Apakah ada ingatan dari perempuan ini yang tidak aku ketahui?' ucap Amira sembari memejamkan matanya.
Perempuan itu berusaha menggali ingatan Amira yang dulu tentang keluarga Maherson.
Tapi seberapa keras pun dia berusaha mengingatnya, dia tidak mengingat apapun.
"Hah,, ini sangat merepotkan!!!" Kesal Amira menggerutu pada dirinya sendiri.
__ADS_1