
Setelah berkeliling keliling di rumah itu, Amira merasa puas, dan dia juga merasa senang karena keluarga Rakin telah merenovasi rumah itu dan sudah siap untuk ditinggali.
Namun begitu, Amira masih berpikir untuk merenovasi beberapa bagian lain sesuai dengan seleranya, tetapi dia tidak mengatakan hal tersebut pada Yura dan berpikir akan melakukannya sendiri.
Karena sudah hampir jam makan siang, maka Yura kemudian mengeluarkan kartu akses dan memberikannya pada Amira.
"Aku sudah ada janji dengan teman-temanku siang ini, jadi aku tidak bisa menemanimu lebih lama lagi. Di garasi mobil sudah ada mobil yang disiapkan oleh kakek untuk kalian, kuncinya juga ada di mobil, jadi kalau kau mau keluar, Kau bisa menggunakan mobil itu." Ucap Yura langsung diangguki Amira lalu kedua perempuan itu berpisah.
Baru saja berpisah dengan Yura, ponsel Amira kembali berdering memperlihatkan pemanggil adalah nyonya besar Barata.
'Heh,, orang ini lagi,,' Amira tersenyum mengejek membaca namanya tetap mengangkat panggilan itu.
"Halo," ucap Amira dengan suara yang tenang.
"Amira, kau ada di mana? Mengapa belum datang ke kediaman keluarga Barata? Barang-barang kalian sudah ada di sini, dipindahkan oleh pelayan kemari." Ucap Rena dari seberang telepon langsung membuat Amira tersenyum mengejek.
Tetapi Amira dengan tenang menjawab, katanya: "Aku sedang ada di rumah baru kam,i jadi barang-barang kami yang ada di kediaman keluarga Barata akan kami pindahkan nanti sore."
__ADS_1
Ucapan Amira langsung membuat Rena yang ada di seberang telepon begitu terkejut, karena dia tidak menyangka bahwa Amira dan Fernando akan langsung mendapat tempat tinggal baru dalam waktu yang begitu singkat.
Jadi perempuan itu berpikir bahwa Amira dan Fernando mendapat tinggal tempat tinggal yang tidak layak, karena mereka mencarinya dengan buru-buru dan bahkan sudah siap untuk membawa barang-barang mereka ke tempat itu.
Oleh sebab itu, Rena berkata, "aku tahu kalian buru-buru mendapat tempat tinggal, jadi pastilah tempat itu tidak layak untuk kalian tempati berdua. Bagaimanapun, kediaman keluarga Barata menyediakan tempat tinggal yang lebih layak daripada yang bisa kalian dapatkan dalam waktu sesingkat itu. Jadi sebaiknya kalian batalkan saja tinggal di kediaman yang kalian dapatkan dan sebaiknya kembali ke kediaman keluarga Barata."
Ucapan Rena dari seberang telepon langsung membuat Amira tersenyum konyol, tetapi tetap dengan suara yang tenang dia kembali berkata, "nenek tidak perlu khawatir, kami mendapat tempat yang layak untuk ditinggali. Kalau begitu aku akan menutup teleponnya karena masih ada hal yang perlu kurus terkait dengan rumah baru yang sudah kami dapatkan."
Maka begitu Amira mengakhiri panggilan teleponnya lalu perempuan itu dengan bersenandung ria.
Sementara di kediaman keluarga Barata, Rena menutup teleponnya sembari menggertakkan giginya dengan semua anak-anaknya beserta cucunya menatap ke arahnya.
"Apa yang dikatakan Amira?" Tanya Bayu yang sangat penasaran dengan percakapan menantunya dengan ibunya.
Rena menghela nafas sembari meletakkan ponselnya, lalu berkata, "anakmu Dan menantumu itu sudah terlalu sombong, mereka tidak mau tinggal di kediaman ini dan memilih untuk mencari kediaman lain. Katanya Mereka sudah menemukan rumah yang cocok untuk mereka!!"
"Apa?"
__ADS_1
"Mereka menemukan rumah secepat itu?"
"Tidak mudah untuk mendapatkan rumah yang layak, bahkan jika mereka menghabiskan waktu berhari-hari untuk mencarinya. Selain itu Ada banyak hal yang perlu diurus jika ingin membeli rumah yang benar-benar memiliki kelayakan untuk ditinggali."
"Benar sekali, jangan-jangan mereka hanya berbohong karena tidak mau tinggal di sini, atau mungkin mereka memang mendapatkan rumah namun, kualitas rumah itu pastilah kualitas rumah yang buruk!!"
"Mereka terlalu sombong, kalau begitu,, nantinya aku akan melihat semewah apa rumah mereka hingga mereka menolak tinggal di rumah kita!!"
Semua orang berkata-kata sesuai dengan pendapat mereka masing-masing dan Aulia yang mendengarkan itu langsung Tersenyum dalam hati.
'Untung saja aku sudah memilih pindah ke rumah ini, jadi sekarang aku tidak perlu pusing lagi memikirkan rumah sejelek apa yang mereka dapatkan untuk ditempati tinggal.' pikir Aulia dalam hati sembari tersenyum senang memikirkan nasibnya yang sangat mujur.
Dengan begitu, semua orang tidak sabar menunggu sore untuk mengejek Amira dan Fernando yang mendapatkan rumah yang tidak layak ditinggali.
__ADS_1