Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
262.


__ADS_3

"Coba kalian dengarkan rekaman ini," ucap Bayu kemudian memutar rekaman yang Iya simpan di ponselnya.


"Kalau rumah ini adalah rumah milik menantu kita maka aku akan bersujud di kakinya dan mencium kakinya sebanyak tiga kali!!! Aku akan menjadi pelayannya dan tidak akan pernah berani berbicara dengannya ketika tidak mendapat izin darinya!!!" Suara Aulia terdengar jelas dari ponsel itu membuat Amira langsung tertarik dan mengambil ponsel ayah mertuanya.


"Kalau begitu Kau mah mulai hari ini ibu akan menjadi pelayan kita?" Ucap Amira sembari tersenyum menatap Aulia langsung membuat Aulia tersadar dari keterpakuannya.


🐾🐾🐾


"A,, apa??" Perempuan itu kemudian duduk di salah satu sofa dan dia dengan hati-hati duduk di sofa mewah itu sembari merasakan empuknya sofa mewah itu.


"Coba ceritakan pada ibu secara pelan-pelan, Siapa pemilik rumah ini?" Tanya perempuan itu menatap 3 orang di depannya dengan rasa tak percayanya.


"Rumah ini milik Amira Bu," ucap Fernando langsung membuat Aulia melototkan matanya dan menatap Amira dengan rasa tak percayanya.


"Ru,, ru,, rumah ini milik Amira?" Tanya perempuan itu dengan bibir gemetar.


"Hm, aku dan ayah hanya menumpang tinggal di sini Jadi kalau ibu mau tinggal di sini harus minta izin juga pada Amira." Ucap Fernando semakin membuat Aulia melotot di tempatnya.

__ADS_1


"Hah,,, ini benar-benar tidak masuk akal,, aku pasti sedang bermimpi dengan konyol, dan saat ini tubuhku sedang terbaring di dalam mobil yang berjalan ke kediaman keluarga Barata," ucap Aulia yang memang tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat dan dengar.


Hal itu membuat Bayu berdecak kesal dan berkata, "kalau tidak percaya ya sudah. Aku akan mengantarmu ke kediaman keluarga Barata saja supaya kau bisa tinggal di sana."


Ucapan suaminya langsung membuat Aulia kembali menatap ketiga orang di depannya, "jadi rumah ini benar-benar rumah kita?" Tanya perempuan itu kini berusaha mencubit tangannya dan dia memang merasakan sakit pada tangannya yang ia cubit.


"Ini bukan rumah kita, tapi ini rumah Amira! Amira!" Tegas Bayu.


"Hah,, rumah Amira atau rumah Fernando, Bukankah sama saja? Yang penting rumah ini adalah rumah kita jadi sekarang kita akan tinggal di sini?? Hah,, astaga,, seharusnya dari awal kalian mengatakan kalau rumah kalian seperti ini, jadi Ibu tidak perlu menyiksa diri dengan tinggal di rumah keluarga barata yang jelek itu!!!" Ucap Aulia kini berdiri lalu dia berjalan-jalan melihat sekeliling rumah itu.


Bayu yang melihat itu langsung berdiri mengejar istrinya sambil berkata, "kau ini, kau tidak akan bisa tinggal di sini kalau Amira Tidak mengizinkanmu jadi kau harus bersikap sopan pada Amira."


Kesal Aulia lalu perempuan itu melototkan matanya saat ia melihat sebuah rak pajangan yang di dalamnya terdapat barang-barang mewah dan mahal.


"Astaga,, kalau kita menjual salah satu barang ini, kira-kira berapa harganya?" Ucap Amira langsung membuat Bayu menelan air liurnya yang terasa pahit.


Dia benar-benar memiliki seorang istri yang berkelakuan buruk!!!

__ADS_1


"Hei,, kau Jangan berpikir seperti itu, kalau kau sampai menyentuh satupun barang ini, apalagi membawanya keluar dari sini maka aku sendiri yang akan menyeretmu ke kantor polisi!!!" Tegas Bayu langsung membuat Aulia menatap suaminya dengan kesal.


"Jangan mengajariku, aku jelas-jelas tahu apa yang kau lakukan!!!" Ucap Aulia kembali menatap barang-barang di rak pajangan dengan wajah tersenyum.


Dia kemudian mengulurkan tangannya mengambil salah satu barang dan menyentuhnya dengan hati-hati.


"Maaf sekali, tapi anda tidak boleh menyentuh barang di sini secara sembarangan. Itu adalah guci seharga di 150 juta, kalau sampai lecet atau pecah, Nyonya akan marah," tiba-tiba ucap seorang pelayan yang tak sengaja lewat di situ dan terkejut melihat seorang perempuan sedang menyentuh barang-barang pajangan secara sembarangan.


Aulia yang mendengar itu langsung berbalik menatap pelayan yang berbicara dengannya dengan tatapan sinis dan merendahkan.


"Kau itu hanya pelayan rendahan, tidak cocok mengatakan hal seperti itu padaku. Aku di sini adalah seorang Nyonya, jadi jangan pernah mengajariku tentang apa yang boleh dan tidak boleh kau lakukan!!!" Kesal Aulia pada pelayan itu langsung membuat Bayu menutup matanya dengan kedua tangannya lalu pria itu berbalik pergi meninggalkan istrinya.


Dia kembali menghampiri Amira dan Fernando, "ini baru, keputusan untuk membawa Ibu kalian kemari adalah sesuatu yang sangat buruk!!! Dia bahkan belum satu jam di sini tapi dia sudah berniat untuk menjual pajangan yang ada di rak!!!" Ucap Bayu yang merasa pusing memikirkan istrinya yang terlalu gila harta.


Tetapi Amira yang mendengar itu, perempuan itu hanya tersenyum, "biarkan dia membawanya keluar, tapi jika dia ingin masuk kembali, setidaknya beri dia pelajaran. Hal itu akan membuat Ibu menjadi jerah," ucap Amira langsung mengingatkan Bayu bahwa tidak sembarang orang bisa keluar masuk di kompleks itu.


"Benar juga, lagi pula jarak dari sini ke gerbang utama tidaklah dekat jadi dia tidak akan bisa pergi ke mana-mana." Ucap Bayu menghela nafas lalu pria itu akhirnya bisa duduk dengan tenang.

__ADS_1


Tanpa mobil, Aulia tidak akan bisa kemana-mana.


__ADS_2