Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
193. Pencemaran nama baik


__ADS_3

'Hah,, bahkan Dewa penjaga pintu surga pun tidak akan tahu bahwa akulah yang menendang Yura di bawah meja. Apalagi sekarang semua bukti dan orang-orang sudah berpikir bahwa Amira lah yang telah melakukan semua itu demi mendapatkan nama di muka Yura.' ucap Raina dalam hati merasa begitu senang akan kecerdikannya di hari itu.


Tetapi perempuan itu langsung membeku ketika Amira berkata, "Apa kau bisa membuktikan ucapanmu? Bahwa akulah yang menentangnya dan bukan kau?!"


Bukan kau???!


Semua orang juga terkejut dengan ucapan Amira, mereka langsung menatap Raina yang kini terdiam di tempatnya.


"A,, apa?!! Bagaimana aku harus membuktikannya?? Kaulah yang harus membuktikannya supaya kau tidak dikatakan sebagai orang yang bersalah!!!" Raina sembari mengepal erat tangannya.


Tetapi Amira tersenyum mengejek dan berkata, "kau ini sebenarnya bodoh atau dungu? Kalau kau tidak bisa membuktikan ucapanmu barusan, maka aku bisa melaporkanmu atas nama pencemaran nama baik!!!"


Ucapan Amira yang begitu tegas langsung membuat Raina gemetar di tempatnya karena tidak tahu harus berkata apa.


Seharusnya Amira lah yang dihujat oleh semua orang karena mengira bahwa Amira lah yang telah menendang Yura di bawah meja.


Tapi mengapa sekarang,,,,? Malah dirinya lah yang akan dilaporkan pada polisi karena pencemaran nama baik???

__ADS_1


Maka begitu, Raina langsung terisak dan beralih memeluk kekasihnya, "Amira, kau keterlaluan!!! Bisa-bisanya demi menutupi kesalahanmu sekarang kau malah mengancamku untuk dilaporkan ke polisi?!!


"Kenapa tidak sekalian Kau laporkan keluarga Barata pada polisi karena kami sudah mengusirmu dari rumah kami?!!" Teriak Raina sembari perempuan itu memeluk erat kekasihnya.


"Astaga,, Apakah Amira benar-benar akan melaporkan Yura ke polisi? Padahal di sini tidak akan ada yang mengetahui siapa yang telah menendang siapa. Memangnya ada CCTV di kolong meja?"


"Benar sekali, diantara Ketiga orang yang duduk di meja, tidak ada satupun orang selain Amira yang memiliki alasan untuk menendang Yura. Tetapi Amira, dia bahkan sudah mempersiapkan segalanya demi mencari nama di depan Yura!!"


Orang-orang kembali berbisik sembari menatap ke arah Amira yang kini diam di tempatnya.


"Aku percaya bukan Amira yang menendang kakiku." Suara Yura tiba-tiba mengejutkan semua orang hingga tak ada satupun orang di tempat itu yang melirik ke tempat lain selain ke arah Yura.


Apalagi ketika dia melihat tatapan Amira yang ditujukan padanya.


Tatapan perempuan itu seolah mengatakan bahwa matanya saja bisa menelannya bulat-bulat, apa lagi yang lainnya!


Yura tersenyum sinis, "Amira tidak punya alasan untuk melakukan itu padaku! Karena meskipun dia tidak berusaha mencari perhatian padaku, akulah yang akan berusaha mencari perhatiannya agar Amira mau menjadikanku sebagai temannya!!

__ADS_1


"Tapi sebaliknya, Kau adalah orang yang berusaha mencari perhatianku dengan cara memfitnah iparmu sendiri. Iya 'kan?!!" Ucap Yura menatap tajam ke arah Raina membuat perempuan itu sangat terkejut dengan dua orang perempuan yang kini menatapnya dengan tatapan yang sama!!!


Tatapan yang ingin menerkam!!


Semua orang terkejut mendengar ucapan Yura.


"Apakah kau mendengar apa yang kudengar? Jadi selama ini, bukan Amira yang mengejar-ngejar Yura, tetapi Yura lah yang mengejar-ngejar Amira??"


"Itu,, aku juga mendengarnya, tapi aku tidak mengerti mengapa Yura melakukan hal seperti itu?"


Semua orang berbisik-bisik membuat Raina semakin takut di tempatnya.


"Ka, kau,," Raina sangat ingin berkata agar perempuan itu mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan cara membuktikan ucapannya.


Jika tidak, maka dia akan menuntut Yura ke kantor polisi atas nama pencemaran nama baik.


Tapi begitu memikirkannya, sekarang dia sadar bahwa hanya Amira yang bisa berkata seperti itu padanya.

__ADS_1


Sementara dia, dia tidak bisa berkata seperti itu pada Yura!!!


Posisinya serba salah!!!


__ADS_2