
"Tuan harus memastikan bahwa taruhan ini dilakukan dengan sebaik mungkin, yang kalah tidak boleh mengelak!" ucap Gerald langsung di iyakan oleh sang petugas lalu membiarkan Fernando masuk ke dalam kompleks.
Setelah memarkirkan mobilnya di dekat mobil Gerald, Fernando keluar dari mobilnya sembari mengambil handphonenya dan menelpon istrinya.
"Sayang, Aku sudah menunggumu di depan kompleks," ucap Fernando langsung di iyakan Amira dari seberang telepon lalu pria itu menutup ponselnya.
Gerald yang melihat dan mendengar pembicaraan Fernando langsung tersenyum sinis ke arah pria itu sembari berkata, "kita akan lihat, apakah istrimu benar-benar muncul dari dalam atau mungkin kau harus mendorong mobilmu keluar dari sini sampai ke depan rumahmu yang kumuh itu!!!"
Fernando hanya melihat ke arah Gerald, tetapi dia tidak menanggapinya dan pria itu kembali masuk ke dalam mobilnya.
Ia lalu mengambil kotak P3K untuk mengobati luka memar di wajahnya.
Melihat Fernando yang mengabaikannya semakin membuat Gerald menjadi sangat marah dan pria itu menggertakkan giginya sembari berkata, "bersikap sombonglah sebentar, tapi lihat nanti bagaimana aku akan memastikan kau mendorong mobilmu sampai ke depan rumah utama keluarga Barata!!!"
Sementara Amira, perempuan itu baru saja berangkat dari rumah menggunakan mobil Porsche 178.
__ADS_1
Dia menyetir dengan cepat karena takut membuat suaminya terlalu lama menunggu.
Dan ketika dia tiba di depan kompleks, dia tidak melihat mobil suaminya karena ditutupi oleh mobil Gerald yang bersampingan dengan mobil suaminya.
Jadi dia memarkirkan mobilnya di samping mobil Gerald lalu keluar untuk mencari mobil Fernando.
'Wihh,, gadis cantik ini tinggal di kompleks ini, bahkan menggunakan mobil mewah, dia pasti berasal dari keluarga kaya!!' ucap Gerald dalam hati ketika dia yang berdiri di samping mobilnya langsung melihat Amira.
Amira yang dibicarai oleh Gerald langsung menatap pria di depannya dan memperhatikannya dari ujung kaki sampai ujung rambut.
'Ppria ini lumayan tampan, sayang sekali Dia tidak lebih tampan dari suamiku!!' pikir Amira dalam hati sembari melemparkan senyum ke arah pria itu.
Melihat Amira yang membalasnya, Gerald langsung melepas kacamata hitamnya dan mendekati Amira sembari berkata, "Apa yang sedang Nona cari?"
__ADS_1
"Ah,,, aku mencari seseorang yang menggunakan mobil hitam,, ah itu dia," ucap Amira saat melihat mobil Fernando lalu perempuan itu langsung berjalan ke arah mobil Fernando.
Melihat perempuan cantik yang baru saja berbicara dengannya kini lebih tertarik pada mobil jelek di samping mobilnya,,, hal itu membuat Gerald mengerutkan keningnya lalu pria itu mengejar Amira dan menahannya dengan memegang lengan Amira.
"Kau ingin bertemu pria pemilik mobil itu?" Tanya Gerald sembari menunjuk mobil milik Fernando.
Fernando yang dalam mobil sama sekali tidak memperhatikannya karena pria itu lebih fokus mengobati luka akibat tamparan yang ia dapat dari Gerald.
Sementara itu, Amira yang berbicara dengan Gerald langsung menghempaskan tangannya agar terlepas dari cengkraman Gerald.
Tetapi Gerald malah mempererat cengkramannya pada tangan Amira, membuat Amira menjadi sangat marah.
"Kau lepaskan sendiri tanganmu atau aku yang akan melepaskannya dengan caraku sendiri?!!" Tegas Amira sembari menatap pria di depannya yang sudah terlalu tidak sopan kepadanya.
Berani-beraninya menyentuhnya, bahkan membuat lengannya kesakitan karena dicekal terlalu erat. Sangat tidak sopan!!!
__ADS_1