
Setelah memarkirkan mobil, sepasang suami istri itu memasuki rumah dan Fernando semakin dibuat terkejut lagi dengan desain dalam rumah itu.
"Astaga,,, Apakah kita benar-benar pantas menerima rumah sebesar ini?" Tanya Fernando sembari menggenggam erat tangan istrinya.
Amira tersenyum, "kalau tidak pantas, mereka tidak akan memberikannya pada kita. Lagi pula rumah ini tidak akan pernah sebanding dengan nyawa keluarga mereka yang diselamatkan." Ucap Amira menarik pria itu ke sebuah kamar yang merupakan kamar mereka berdua.
Begitu menutup pintu kamar, Fernando kembali menatap kamar itu dengan rasa tak percayanya, bahkan dia harus terkejut ketika melihat di balkon kamar mereka ada sebuah kolam renang yang cukup besar.
Dan bukan hanya itu saja, di dalam kamar terdapat sebuah bar kecil dengan lemari di belakang bar itu berisi minuman-minuman alkohol kelas tinggi yang tak mampu dibayangkan Fernando betapa mahalnya minuman-minuman itu.
"Apa kau suka?" Tiba-tiba tanya Amira langsung mengejutkan Fernando.
__ADS_1
Pria itu baru sadar bahwa sedari tadi dia sudah mengabaikan Amira, jadi dia mendekati perempuan itu dan berkata, "Aku tidak menyangka suatu saat kita akan punya rumah seperti ini. Tapi tetap saja ini terasa begitu berlebihan."
Amira langsung menggelengkan kepalanya lalu dia memeluk pria itu dengan erat, "sama sekali tidak berlebihan, Rumah ini sangat baik untuk kita tempati!! Hmm,, juga, malam pertama kita,, akan bagus kalau kita melakukannya di kamar ini bukan?!" Ucap Amira langsung membuat Fernando menelan air liurnya.
Malam pertama!!!
Malam pertama!!!
Malam pertama!!!
Apakah istrinya benar-benar bersemangat untuk malam pertama mereka?
__ADS_1
"Itu,, apa yang baru saja kau katakan?" Tanya Fernando ingin memastikan pendengarannya.
Amira langsung tersenyum, "terang saja, pokoknya kau hanya terima beres dan aku yang akan mengatur semuanya. Kalau begitu, sekarang kau harus mandi dan kita makan malam sebelum berangkat ke rumah keluarga Barata untuk mengambil barang-barang kita." Ucap Amira langsung mendorong suaminya ke dalam kamar mandi.
"Mandinya jangan terlalu lama, kalau tidak kita akan kemalaman!" Tegas Amira lalu menutup pintu kamar mandi meninggalkan Fernando yang terdiam di tempatnya.
Pria itu tercengang melihat kamar mandi yang bahkan lebih luas dari rumah mereka sebelumnya.
Sementara di luar, Amira yang meninggalkan suaminya langsung menemui para pelayan untuk mengecek persiapan makan malam mereka.
"Nyonya, semua makanan yang Nyonya katakan sudah kami siapkan. Juga, saya sudah menghubungi orang yang akan bertugas untuk merenovasi ulang rumah ini. Katanya Mereka bisa bertemu Nyonya kapanpun Nyonya Mau." Ucap kepala pelayan yang bertugas di tempat itu.
__ADS_1
Amira menganggukkan kepalanya, "kalau begitu, atur agar pertemuanku bisa dilakukan besok pagi. Dan juga, Aku mau besok pagi seluruh pelayan yang ada di rumah ini berkumpul karena aku ingin mengumumkan sesuatu." Ucap Amira langsung membuat kepala pelayan menganggukkan kepalanya.
"Saya mengerti Nyonya," ucap kepala pelayan itu membuat Amira merasa sangat puas.