Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
215. Ponsel jadul


__ADS_3

Amira yang berpisah dengan Arifin, perempuan itu menaiki mobil sportnya, lalu dia mengeluarkan suaminya dari dunia ajaib dan melihat keadaan pria itu.


"Nona!! Kau sudah keterlaluan membawa seorang pria ke dunia ajaib milikku!!!" Langsung teriak Mei Mei begitu pria yang sudah dari tadi dia cemas kan sudah keluar dari dunia ajaib miliknya.


"Hah,, Jadi kau menginginkan suamiku mati begitu saja? Lagi pula aku sudah memberinya obat jadi dia tidak akan mengingat apa pun." Kata Amira dengan santai sembari membelai wajah suaminya yang tampak tidur dengan lelap.


Mei Mei tetap tidak puas, "Tapi tetap saja! Bagaimana kalau dia seandainya bangun di tempat ini dan--"


"Diamlah, tidakkah kau melihat pohon ajaib? Apakah pohon itu sudah berbuah?" Tanya Amira.


Ucapan Amira langsung membuat Mei Mei yang ada di dunia ajaib menoleh ke pohon ajaib, dan mata peri kecil itu langsung membulat sempurna melihat buah di pohon ajaib.


"Ba,, bagaimana bisa? Bagaimana bisa sekarang pohon ajaib berbuah? Bukankah seharusnya--"


"Itulah yang dimaksud. Bukankah aku baru saja melakukan kebaikan dengan menolong suamiku sendiri? Jangan banyak bicara, pokoknya aku tidak akan pernah membiarkan seseorang mengetahui tentang dunia ajaib! Jadi kau tidak perlu khawatir!!" Ucap Amira kini menyalakan mesin kendaraannya dan menyetir ke arah rumahnya.

__ADS_1


Mei mei masih ingin berbicara, tetapi dia juga sangat terkejut dengan buah ajaib yang tiba-tiba saja muncul terlalu cepat.


"Apakah kemunculan buah ajaib berhubungan dengan datangnya pria itu ke tempat ini?" ucap Mei Mei merasa bingung.


Amira juga bingung, tetapi tadi dia hanya merasakan ada perubahan tenaga yang luar biasa ketika dia meninggalkan gudang, dan dia jadi teringat akan buah ajaib, jadi dia hanya menanyakannya secara sembarang.


Namun siapa yang menyangkah, bahwa ternyata buah ajaib memang muncul secara tiba-tiba.


"Kalian sudah pulang," Bayu yang kembali datang ke kediaman Amira dan Fernando langsung berlari ke arah parkiran saat melihat mobil milik Fernando kini telah memasuki kediaman.


Amira langsung membuka pintu mobil dan melihat ayah mertuanya sambil berkata, "Fernando tertidur di dalam mobil."


"Aku akan memanggil para pelayan untuk memindahkannya." Ucap Amira diangguki oleh Bayu, lalu membiarkan perempuan itu pergi.


"Haiss,, anak ini, Bagaimana bisa dia merepotkan istrinya seperti ini?" Kesal Bayu sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


Tetapi pria itu tidak berbicara banyak saat Amira sudah kembali bersama beberapa pelayan.


Ia membiarkan Amira bersama para pelayan memindahkan Fernando ke kamar, lalu pria itu juga masuk ke dalam rumah dan duduk sambil membaca koran.


Setelah setengah jam, Amira turun dari lantai atas sembari membawa beberapa paper bag.


"Ini barang-barang yang kubelikan untuk ayah." Ucap Amira langsung membuat Bayu melipat kembali korannya, lalu pria itu langsung mengambil paper bag di atas meja.


Pria itu terkejut melihat pakaian bagus yang dibelikan oleh Amira.


"Ini sangat bagus,, tapi,,, tapi kenapa kau menghabiskan banyak uang untuk membeli pakaian seperti ini?" Tanya Bayu dengan rasa tak percayanya melihat pakaian yang super mewah itu.


"Ayah tidak perlu khawatir, aku masih punya uang." Ucap Amira langsung membuat Bayu menghela nafas.


"Lain kali kau tidak perlu membeli pakaian yang sangat mahal. Pakaian yang terakhir kau berikan pada ayah itu sudah membuat Ayah sangat terkejut, karena harganya sama dengan sebuah mobil." Ucap Bayu langsung meletakkan pakaian itu, lalu dia mengambil ponselnya untuk memotret pakaian yang baru saja dibelikan oleh menantunya.

__ADS_1


Amira yang melihat ponsel jadul di tangan ayahnya langsung mengeryit lalu perempuan itu berkata, "itu ponsel ayah? Kemana ponsel yang terakhir kali kubelikan?"


"Ah,," Bayu langsung menyimpan ponselnya ke dalam sakunya karena dia benar-benar tidak sadar hingga tak sengaja mengeluarkan ponsel miliknya yang telah ditukar oleh Aulia.


__ADS_2