
"Ayah, ada apa?" Wiwin kembali bertanya saat pertanyaannya yang sebelumnya tidak dijawab oleh ayahnya, dan pria itu masih saja memegang ponsel di telinganya dengan raut wajah pria itu tampak kebingungan harus berkata apa.
Setelah beberapa saat, akhirnya Ardan bisa berkata, "Itu,, Amira, bisakah kau melupakan ucapanku yang 4 hari lalu itu? Aku sangat menyesal sudah mengatakannya, dan Aku janji aku akan--"
"Apakah sekarang omongan keluarga Zahirka tidak bisa lagi di pegang? Ha ha ha... Terserah padamu, tapi aku hanya akan menerima jika kau menuruti kata-katamu. Dengan sebuah nyawa, kalau begitu aku ingin sebuah nyawa, berikan aku sebuah nyawa maka aku akan membantumu menyembuhkan cucumu.
"Tapi aku tidak ingin sebuah nyawa yang tidak berharga, aku ingin nyawa yang paling berharga." Kata Amira lalu menutup panggilan itu secara sepihak dan berjalan meninggalkan tangga darurat bersamaan dengan raut wajahnya yang sangat puas.
Tetapi dia belum membuka pintu ketika ponselnya kembali berbunyi memperlihatkan panggilan dari Daren Maherson.
Jadi perempuan itu kembali tertawa lalu dia mainkan tombol terima dan mendekatkan ponselnya ke telinganya.
"Kau sudah menghubungiku beberapa kali, Apakah kau sudah menyiapkan uang 100 triliun nya?" Tanya Amira dengan nada suara yang mengejek.
"Iya, aku sudah menyiapkannya, tetapi uang cash itu berada dalam mata uang beberapa negara. Tapi aku harap kau bisa menerimanya, karena keadaan kakekku menjadi semakin memburuk." Ucap pria dari seberang telepon langsung membuat Amira merasa aneh bahwa pria itu benar-benar bisa menyiapkan uang itu dalam keadaan cash.
"Baiklah, biarkan Aku melihat uangnya dulu, jemput aku di kantor suamiku." Ucap Amira lalu dia menutup panggilan itu dan berjalan dengan perasaan aneh karena tidak berpikir bahwa keluarga Maher Zain benar-benar akan bisa menyiapkan uang 100 triliun dalam waktu yang sangat singkat.
__ADS_1
Namun dia tetap saja meminta izin pada suaminya untuk pergi sebentar, jadi perempuan itu dijemput secara pribadi oleh Darren lalu mobil melaju meninggalkan tempat itu menuju rumah sakit.
Setelah naik di lantai tempat tuan besar Maherson disembuhkan, Amira langsung dibawa ke sebuah ruangan dan melihat tumpukan uang dalam ruangan besar itu.
"Apa kau yakin ini semua uang asli? Kau ingin membohongiku??" Tanya Amira sembari berjalan ke uang itu dan mengambil segepok uang dan melemparkannya ke lantai.
"Uang dolar palsu, aku tidak membutuhkannya!!!" Ucap Amira dengan tatapan tajam dilemparkan pada Daren.
Daren yang mendengar itu sangat terkejut karena dia tidak menyangka bahwa Amira ternyata akan langsung mengenali uang palsu itu hanya dalam sekali lihat.
Tapi bagaimana bisa????
Bahkan dia sendiri yang sudah melihat uang itu berkali-kali, dia tidak bisa membedakannya dengan uang yang asli apalagi Amira yang hanya melihatnya sekilas lalu langsung mengetahui bahwa uang itu adalah uang asli..
Sangat tidak masuk akal!!!
"Itu,, mana mungkin ini uang palsu, aku mendapatkan uang ini dari bank!!! Sungguh!!!" Ucap Daren.
__ADS_1
"Oh ya,,,?" Kata Amira kini berjalan mendekati Daren dengan tampang yang begitu mengerikan seolah Dia memberikan tekanan pada tatapannya hingga membuat dari merasa begitu gugup.
Ini pertama kalinya seorang perempuan memberinya tatapan seperti itu, dan bahkan berasal dari keluarga Barata
Seorang perempuan yang sama sekali tak memiliki status sosial!!!
"Kau dengarkan aku baik-baik, bukan hanya kakekmu yang akan sekarat tapi kau juga!!!" Ucap perempuan itu menyentuh bahu Daren.
Daren yang disentuh sangat terkejut ketika dia merasakan sebuah tusukan di bahunya, dan benar saja, Amira menarik tangannya dan memperlihatkan sebuah jarum kecil yang tersambung dengan cincin yang ia kenakan.
"Sampai jumpa!" Ucap Amira sambil tersenyum lalu pria di depannya langsung terjatuh ke lantai dengan keadaan pingsan.
"Dasar orang sialan!!! Berani-beraninya dia mau menipuku,,, atau haruskah aku bawa dia ke suatu tempat?" Ucap Amira dalam hati yang kini berpikir untuk memasukkan pria itu ke dalam dunia ajaib dan membawanya ke suatu tempat dimana pria itu tidak bisa lagi kembali dari sana.
@info.
Maaf upnya kemalaman, semuanya berlaku untuk novel otor yg on going, sebab otor lagi ada kesibukan🙏🙏🙏
__ADS_1