
Setelah meninggalkan perusahaan Rakin, Fernando dan Amira hendak singgah di sebuah taman untuk makan berdua ketika ponsel Fernando tiba-tiba bergetar.
Adalah panggilan telepon dari Nyonya Barata.
"Halo Nek?" Ucap Fernando menjawab telpon itu.
"Halo,, nenek dengar kau sudah memenangkan proyek Grup Rakin?" Langsung tanya Rena dari seberang telepon.
Fernando sudah bisa menduga bahwa informasi tersebut akan menyebar dengan cepat, apalagi ke telinga neneknya, jadi pria itu langsung berkata, "iya benar."
Jawaban Fernando membuat perempuan tua di seberang telepon merasa sangat senang, lalu dengan semangat berkata, "kalau begitu, cepatlah kembali ke rumah dan temui nenek!"
"Baik Nek," jawab Fernando menutup telepon itu lalu dengan tidak enak hati menatap ke sampingnya, di mana Amira duduk di kursi penumpang.
Amira bisa mengerti mengapa suaminya memperlihatkan wajah seperti itu padanya, jadi perempuan itu tersenyum, "kita bisa makan setelah bertemu dengan nenek." Ucap Amira.
"Terima kasih istri," ucap Fernando merasa begitu senang memiliki seorang istri yang pengertian.
__ADS_1
Dia lalu menyetir ke arah kediaman keluarga Barata dan memarkirkan mobilnya di depan kediaman tersebut.
Keduanya dengan langkah mantap memasuki kediaman Barata.
"Cucuku,, cucu menatuku!! Akhirnya kalian datang juga, cepatlah masuk!!" Ucap Rena langsung menyambut Fernando dan Amira lalu di tiga orang itu duduk di sofa.
Belum saja Rena berbicara untuk menanyakan kontraknya ketika dari arah depan, aulia dan bayu yang sudah mendengar kabar bahwa putranya memenangkan proyek kini berlari menghampiri mereka.
"Putraku yang ku banggakan!!" Aulia begitu senang mendekat ke arah putranya lalu duduk di samping Fernando.
"Ibu dengar kau menenangkan proyeknya? Selamat!!!" Ucap Aulia merasa sangat senang hingga wajahnya yang biasanya selalu murung dan tertekan ketika memasuki rumah keluarga Barata kini dipenuhi dengan senyum mengembang.
Seandainya waktu itu ketika semua orang melarangnya untuk ikut mendapatkan proyek, maka saat ini dia tidak mungkin memenangkan proyek yang paling diminati oleh semua orang.
Untunglah saat itu ada istrinya yang selalu mendukungnya, bahkan membela nya di depan semua orang hingga keberhasilan bisa ia capai.
"Bagus sekali,, ini semua karena leluhur dari keluarga Barata yang selalu menurunkan kepintaran terhadap keturunan keturunannya." Ucap Rena tak mau mengakui bahwa cucu menantunya memberi andil yang besar di dalam kemenangan proyek tersebut.
__ADS_1
"Ini semua juga karena putraku memiliki ibu yang sangat pintar, jadi kepintaran dariku juga menurun pada putraku!!" Sela Aulia dari sembari menatap putranya dengan penuh rasa bangga.
Rena tetap tidak senang mendengar ucapan menantunya, tetapi perempuan itu tidak terlalu memperhatikannya dan hanya fokus pada Fernando.
"Biarkan nenek melihat kontrak yang kau menangkan. Apakah itu kontrak dengan nilai 150 miliar?" Tanya Rena membuat Aulia dan Bayu sangat terkejut dengan nilai kontrak yang ada di tangan Fernando.
150 milliar....!!
Nilai yang sangat fantastis yang bahkan membuatnya tak mampu berbicara dan hanya bisa membuka mulut mereka tak berdaya dengan jumlah uang yang dikatakan.
Baru saja Fernando akan menjawab ketika Rizal dan Haikal muncul dari belakang Rena.
Rizal dengan bangga berkata, "hanya kontrak senilai 150 miliar, bahkan berusaha mendapatkan kontrak dengan nilai 300 miliar. Tunggu saja, sebentar lagi dia pasti akan pulang membawakan kontrak kerja dengan nilai besar untuk keluarga kita!"
Haikal yang mendengar ucapan kakak pertamanya hanya bisa tersenyum mendengar sembari mendudukan belakangnya di sofa, "heh,, putraku juga memperjuangkan kontak dengan nilai 300 miliar, dan dia pasti akan memenangkan kontrak itu, terlepas dari siapapun saingannya. Kontrak dengan nilai 150 miliar hanya kontrak kecil yang tidak perlu dihitung!!!"
Ucapan ke-2 orang itu membuat Amira sangat ingin tertawa sekeras kerasnya.
__ADS_1
'Tunggulah kalian berdua, sebentar lagi masing-masing putra kalian akan kembali dengan seluruh tubuh yang benjol di sana-sini!!!' cibir Amira dalam hati merasa paling kesal pada putra pertama dan kedua dari keluarga Barata yang terlalu sombong!!