Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
256.


__ADS_3

"Kau jangan kaget kalau melihat isi bungkusan yang ini," ucap ibu panti itu langsung membuat Amira mengerutkan keningnya lalu dia melihat ibu panti yang membuka bungkusan koran itu dengan hati-hati.


Amira langsung terdiam di tempatnya saat melihat isi bungkusan Itu, adalah sebuah selimut bayi yang dipenuhi bekas darah yang telah mengering.


"Itu,, Bagaimana bisa itu penuh dengan darah?" Tanya Amira yang sangat terkejut melihat darah yang telah mengering pada selimut bayi berwarna putih.


🐾🐾🐾


Ibu panti menghela nafas, lalu dia membelai darah yang telah mengering di selimut Putih itu.


"Saat itu, kau dibawa kemari bersama dengan pakaian-pakaian ini dan semuanya berlumuran dengan darah. Saat itu Ibu sangat terkejut dan mengira bahwa kau terluka, tapi ternyata hanya kain ini saja yang berlumuran darah tapi kau masih aman. Bahkan tidak terluka sedikitpun.


"Saat itu Ibu tidak mencuci selimut ini karena berpikir suatu saat selimut ini mungkin akan dicari jadi ibu tidak ingin mengubah apapun yang ada di sana," Ucap ibu panti lalu dia mengambil sebuah kertas yang diletakkan di dalam kantong tas.


"Ini adalah catatan yang diberikan oleh orang itu, diletakkan di dalam tasmu." Ucap ibu panti langsung membuat Amira mengambil catatan itu dan membacanya.


*Tolong rawat bayi ini, jangan diberikan pada siapapun, Saya akan mengirimkan uang setiap bulannya.*

__ADS_1


Catatan pada kertas itu langsung membuat Amira menelan air liurnya, "tulisan ini ditulis dengan buru-buru, bahkan ada noda darah di kertasnya, tapi tinta yang digunakan untuk menulis ini bukan tanpa biasa, apalagi saat itu jarang orang yang bisa mendapatkan cinta seperti ini." Ucap Amira langsung diangguki oleh ibu panti.


"Ibu juga merasa bahwa orang yang membawamu kemari bukanlah orang yang biasa-biasa saja, karena setiap tahun, selain mengirim barang-barang yang diberikan padamu, dia juga mengirim banyak sekali uang, jadi saat itu panti asuhan sangat tertolong dengan kiriman pria itu setiap bulannya." Ucap ibu panti.


"Hm,, kalau begitu, bolehkah aku membawa semua barang-barang ini?" Tanya Amira langsung diangguki oleh ibu panti.


Maka perempuan itu meninggalkan panti asuhan dengan barang-barang yang ia dapatkan ketika dia masih kecil.


Setelah itu, dia kembali ke rumah dan melihat barang-barang itu.


Amira juga mengeluarkan foto yang Ia dapat di rumah Halina.


Setelah itu, dia turun ke lantai bawah untuk makan siang ketika dia melihat ayah mertuanya ketiduran di depan TV yang masih menyala.


Jadi perempuan itu menghela nafas dan berjalan ke sana untuk mematikan TV yang ditonton Ayah mertuanya ketika dia langsung menghentikan gerakan tangannya yang hendak menekan tombol off pada remote.


Seorang pembawa acara berdiri memperlihatkan sebuah catatan di tangannya, "Pemirsa, ini adalah catatan yang ditulis sendiri oleh tuan besar Maherson yang mengatakan bahwa bla bla bla....."

__ADS_1


Amira yang melihat itu langsung mengeluarkan catatan yang ia dapatkan dari ibu panti dan mencocokannya dengan tulisan yang ada di dalam TV.


Perempuan itu mengepal erat tangannya ketika dia melihat bahwa tulisan tangan yang ada di TV sama persis dengan tulisan tangan pada catatan yang ada di tangannya.


"Kenapa tulisan tangan itu sama persis dengan ini? Apakah sebenarnya aku adalah anggota keluarga Maherson? Itu sebabnya aku merasa kesal pada keluarga itu, mungkin karena mereka telah membuang Amira.


"Tapi kenapa foto perempuan yang sangat mirip denganku malah ditemukan di perpustakaan Halina?" Ucap Amira yang merasa sangat aneh karena setahunya kedua keluarga itu sama sekali tidak memiliki hubungan.


Maka Amira cepat mematikan tv itu dan bergegas pergi untuk menemui seseorang yang bisa mencari tahu informasi untuknya.


'Aku harus memecahkan teka-teki ini, karena pasti ada sesuatu besar di balik semua ini,' ucap Amira dalam hati memajukan mobilnya keluar dari kompleks.


Perempuan itu masih terus berkendara ketika ponselnya tiba-tiba bergetar memperlihatkan Fernando yang menelponnya.


Jadi perempuan itu mengangkat panggilannya "halo sayang," jawab Amira pada orang di seberang telepon.


"Itu, aku hanya mau memberitahumu kalau aku sudah mengirim beberapa makanan ke rumah kau makanlah bersama dengan ayah." Ucap Fernando langsung mengingatkan Amira bahwa dia belum makan siang.

__ADS_1


"Ah,, Baiklah, Tapi saat ini aku sedang keluar untuk bertemu dengan seseorang. Coba hubungi ayah saja, karena dia masih ada di rumah." Ucap Amira kemudian mereka mengakhiri panggilan telepon itu.


'Aku harus pergi dulu ke kantor baru lewat untuk makan siang di salah satu restoran,' ucap Amira dalam hati mengabaikan rasa laparnya lalu terus mengendarai mobilnya di jalanan.


__ADS_2