Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
278.


__ADS_3

Setelah meninggalkan rumah sakit, maka Amira dan Fernando langsung pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan wartawan yang mereka maksud.


Fernando yang kebelet ke toilet kemudian meninggalkan Amira sendirian berbicara dengan sang wartawan.


Setelah berbincang-bincang beberapa lama akhirnya wartawan itu setuju untuk menyiarkan semuanya karena untuk menelusuri semua jejak di puluhan tahun yang lalu amatlah sulit, jadi hanya bisa menggunakan media untuk membantu mereka menemukan keluarga Amira.


"Jadi kasus kecelakaan ini pada puluhan tahun yang lalu adalah perempuan ini?" Ucap sang wartawan membandingkan foto yang didapat Amira di kediaman Halina dengan foto dalam koran yang memperlihatkan kasus kecelakaan.


Tentu saja dalam kasus kecelakaan itu tidak ada foto korban, karena di koran diberitakan bahwa wajah kedua korban telah hancur karena mobil sempat meledak hingga membuat mereka tidak bisa dikenali.


"Iya, jadi tolong siarkan ini di seluruh media yang kalian punya, dan saya akan membayar berapapun untuk biayanya." Ucap Amira langsung membuat sang wartawan mengangguk senang karena dia akhirnya mendapatkan uang secara gratis.


"Tentu, saya akan membuat semua orang di seluruh dunia mengetahui tentang berita ini." Ucap sang wartawan kini memotret foto di tangannya supaya nanti bisa digunakan untuk bahan beritanya.

__ADS_1


"Jika nanti saya bisa bertemu dengan kerabat saya karena berita yang kalian sebar maka saya akan memberikan jumlah uang yang lebih banyak lagi," ucap Amira kemudian menyodorkan sebuah tas kecil berisi tumpukan uang yang membuat wartawan itu sangat terkejut melihat uang Dollar yang ada di dalam kantongan tersebut.


"Ini,,, Apakah ini uang asli?" Tanya wartawan itu yang tak percaya tas kecil itu penuh dengan uang.


"Tentu saja, kau bisa membawanya ke bank untuk diperiksa." Ucap Amira mengambil kembali foto yang ia serahkan pada sang wartawan lalu perempuan itu melihat suaminya sudah kembali dari toilet.


Amira langsung berdiri dan menyampaikan salam perpisahannya dengan sang wartawan, lalu dia dan suaminya meninggalkan tempat itu.


'Bagus, aku akan mengawasi mereka terus. Kalau suatu saat mereka mengingkari janji mereka, maka aku tidak akan membantu mereka lagi,' ucap Amira dalam hati kini bersandar sembari memejamkan matanya dan mengukir sebuah senyum indah di wajahnya.


'Ini pertama kalinya aku merasa bahagia seperti ini, semua masalah teratasi, dan tidak ada lagi pria-pria jahanam yang selalu memanfaatkanku. Di kehidupan kedua ini aku mendapat sebuah hadiah keluarga yang harmonis kecuali ibu mertuaku. Tapi setidaknya suamiku benar-benar menyayangiku dan sebentar lagi aku akan menguak kasus kematian kedua orang tua Amira.' ucap Amira yang sangat bahagia dalam hatinya.


Sementara Fernando, pria itu menyetir sambil memperhatikan istrinya yang bersandar sembari tersenyum, kemudian dia merasa aneh dengan perempuan itu, karena baru saja mengetahui bahwa orang tuanya ditabrak oleh seseorang dan tidak ada kejelasan untuk kasus itu.

__ADS_1


Tapi sekarang perempuan itu terlihat sangat bahagia, jadi pria itu tidak tahan untuk bertanya.


"Apa yang membuatmu terlihat begitu bahagia?" Ucap Fernando sembari memelankan laju mobilnya agar dia bisa menatap perempuan yang ada di sampingnya.


Sementara Amira, dia membuka matanya dan menatap Fernando dengan tatapan yang tulus, "Apa kau tahu, selama 24 tahun kehidupanku Aku tidak pernah bahagia. Semua orang yang mengenalku dan melihatku bahagia di atas penderitaan orang lain. Ada banyak orang yang terluka karena aku, dan aku dianggap sebagai orang paling bahagia karena bisa memiliki apapun yang kuinginkan hanya dengan menggunakan tubuhku.


"Tapi sekarang, aku akhirnya mendapatkan kebahagiaan yang sejati, Di mana aku benar-benar bahagia seperti yang terlihat orang-orang di sekitarku." Ucap Amira yang merasa begitu hangat dalam hatinya melihat pria yang menyetir sambil menatapnya dengan bingung.


"Aku tidak mengerti yang kau katakan itu, Tapi aku benar-benar minta maaf karena sudah membuatmu mengalami masa-masa yang tidak menyenangkan di keluargaku." Ucap Fernando langsung membuat Amira menggelengkan kepalanya.


Ternyata pria itu malah mengingat tentang masa-masa sulit Amira ketika dia masuk ke dalam keluarga Barata dan selalu ditindas di keluarga tersebut.


"Sedikitpun, aku tidak layak mendapatkan permintaan maaf itu, tetapi orang yang seharusnya mendapatkan permintaan maaf itu mungkin sekarang sedang tersenyum karena sebentar lagi Semua masalahnya akan teratasi," ucap Amira semakin membuat Fernando merasa bingung dengan ucapan perempuan itu.

__ADS_1


__ADS_2