
Setelah acara makan malam di keluarga Rakin selesai, Fernando pergi bersama Hesa untuk membicarakan masalah proyek yang ditangani oleh Fernando.
Sebab Fernando merasa perlu membicarakan beberapa hal penting mengenai proyek besar itu, jadi dia membiarkan Amira pergi bersama dengan Yura, yang mana kedua perempuan itu juga memiliki sesuatu untuk dibicarakan.
Maka Amira dan Yura berakhir di balkon lantai 3 sembari duduk di kursi. .
Di tengah-tengah kursi tersebut terdapat meja bundar berisi cemilan untuk kedua perempuan itu.
Amira langsung memulai pembicaraan dengan perempuan itu merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang terlihat seperti kotak cincin.
"Ini adalah pil kecantikan yang kemarin ku maksud," ucap Amira memberikan kotak kecil itu pada Yura.
"Wah,,, Terima kasihAmira," ucap Yura merasa sangat senang lalu perempuan itu mengambil kotaknya dan membuka kotak kecil itu.
__ADS_1
Sebuah pil berwarna putih cerah dengan pola-pola rumit di permukaan pil itu langsung menyita perhatian Yura.
"Sebelum tidur nanti, kau boleh memakan pil itu supaya bisa bekerja dengan baik. Tapi aku harus mengingatkan padamu bahwa satu minggu setelah kau memakan pil itu, maka kau harus memperbanyak minum air putih dan juga mengkonsumsi suplemen kesehatan." Kata Amira langsung diangguki oleh Yura.
"Baik,, aku mengerti," kata Yura sembari mengangguk-angguk menutup kembali kotak pil itu dan meletakkannya di atas meja.
"Oya Amira, aku lihat kau dan suamimu begitu mesra setiap kali kalian bersama, tapi aku penasaran kenapa keluarga Barata sangat tidak menyukaimu, padahal Kau adalah orang yang sangat baik," ucap Yura langsung membuat Amira tersenyum.
Tentu saja Amira tidak mau menceritakan masalah keluarganya pada orang asing, jadi perempuan itu hanya berkata, "entahlah, itu adalah masalah keluarga Barata, dan aku juga tidak terlalu banyak mengurusi mereka."
Yura langsung mengeluarkan sebuah undangan yang sudah ia siapkan untuk Amira, lalu perempuan itu meletakkannya di atas meja.
"Ini adalah undangan reuni angkatan kita, semua orang mendapatkannya, tetapi aku rasa kau belum mendapatkannya sebab kau tidak pernah online, bahkan di dalam grup angkatan." Ucap Yura langsung diangguki oleh Amira.
__ADS_1
Amira mengambil undangan itu dan melihat bahwa acara reuni angkatan mereka dilaksanakan di sebuah hotel bergengsi di ibukota.
'Terakhir kali ketika aku masuk ke dalam tubuh ini, dia sedang mengikuti reuni teman kelasnya dan dia dipermalukan dengan sangat. Jadi sepertinya di reuni angkatan ini ,aku bisa membalaskan dendam itu!!' pikir Amira dalam hati lalu ia mengangkat wajahnya menatap Yura.
Amira berkata, "Kalau begitu aku akan datang ke acara reuni ini, tapi sebelum itu,, aku tidak tahu apapun tentang reuni seperti ini jadi--"
"Tenang saja!!" Sela Yura, "pokoknya aku akan membantumu mempersiapkan diri. Lagi pula acara reuninya masih satu minggu lagi, jadi kita masih punya banyak hari untuk menyiapkan semuanya. Nanti kalau kau sudah punya waktu luang, jangan lupa menghubungiku supaya kita bisa berbelanja bersama!" Ucap Yura.
Amira menganggukkan kepalanya lalu berkata, "kalau begitu aku akan menghubungimu jika aku sudah punya waktu luang."
"Baiklah, kalau begitu aku akan menunggumu menghubungiku. Kau pasti akan senang datang ke reuni itu,, Karena teman-teman angkatan kita sudah menjadi orang-orang yang sukses. Mereka senang berbagi pengalaman." Kata Yura mulai menceritakan acara-acara reuni beberapa tahun terakhir yang tidak pernah diikuti oleh Amira, karena dia tidak pernah mendapatkan undangan.
Tetapi Amira hanya tersenyum mendengarnya, karena dia tahu bahwa mereka hanya bersikap seperti itu pada orang-orang yang berada.
__ADS_1
Tetapi jika untuk orang-orang yang berasal dari keluarga kecil, akan selalu menjadi bulian di antara mereka yang sukses.