
Amira memperhatikan ponsel ayah mertuanya yang sangat jadul, jadi perempuan itu menghembuskan nafasnya lalu berkata, "ponsel ayah sudah sangat jelek, Bagaimana kalau aku menggantinya dengan yang baru?"
Ucapan Amira langsung menarik perhatian Bayu jadi pria itu langsung menatap menantunya sambil berkata, "kau yakin kau mau membelikan ponsel baru untuk ayah?"
Amira langsung menganggukkan kepalanya, "tentu saja, aku akan memberikannya besok." Ucap Amira sembari melemparkan senyum ke arah pria itu, sebab dia merasa senang pada Bayu yang tidak bersikap buruk padanya.
"Tapi,, kalian baru saja pindah rumah, kalian pasti menghabiskan seluruh uang tabungan kalian untuk membeli rumah itu. Ayo merasa tidak tega kalau kalian masih harus membelikan Ayah sebuah ponsel baru." Ucap Bayu sembari menghela nafas, lalu beberapa detik setelah berkata pria itu mengingat sesuatu.
'Ah,, Bukankah selama ini gaji Putraku semuanya diambil oleh istriku? Lalu dari mana mereka memiliki tabungan untuk membeli rumah?' pria itu baru menatap Fernando untuk bertanya ketika Amira lebih dulu berkata.
"Ayah Tenang saja, kami masih punya uang yang cukup. Oh ya, mulai besok mobil ini akan menjadi mobil milik ayah, karena suamiku sudah memiliki mobil baru," kata Amira langsung membuat Bayu sangat terkejut hingga pria itu menatap menantunya dengan wajah tercengang.
Selain membeli rumah baru, juga membeli mobil baru, dan sekarang menawarkan untuk membeli ponsel baru!!
Dari mana semua uang itu???
__ADS_1
Bayu bertanya-tanya dalam hatinya, tetapi dia belum sempat menjawab ketika Fernando lebih dulu berbicara pada istrinya.
"Sayangku, bukankah mobil baru yang di rumah itu ialah mobil yang akan kau gunakan?" Tanya Fernando yang merasa tidak enak hati pada istrinya jika istrinya harus keluar masuk kompleks yang begitu jauh dengan berjalan kaki.
Tetapi Amira tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, "Jangan khawatir, aku tidak akan pergi ke mana-mana selama beberapa minggu ini. Dan kalau nanti aku hendak keluar rumah, aku bisa keluar bersamamu lalu menunggu taksi di depan kompleks." Kata Amira yang kini berpikir dalam hatinya untuk membeli sebuah mobil baru yang lain.
Bayu yang mendengarkan percakapan putranya dan menantunya hanya bisa melongo bingung dengan apa yang dikatakan oleh kedua orang itu.
Jarak rumah ke depan kompleks begitu jauh, bukankah bisa memanggil taksi untuk menjemput Amira di dalam rumah????
Meski Bayu merasa sangat aneh, tetapi pria itu tidak mempertanyakannya dan hanya fokus sembari memegang ponsel jadulnya dengan erat.
'Akhirnya ponsel ini akan diganti juga, dan aku akan memiliki ponsel yang lebih bagus!!! Ini lebih baik daripada ketika Aulia yang memegang semua uang, dia tidak pernah memberikannya sebesar pun padaku, dan hanya menghabiskan seluruh gaji Putraku untuk dirinya sendiri.
'Tapi jika Amira yang memegang gaji Putraku, menantuku masih memperhatikanku dan memberiku beberapa uang, bahkan mau membelikanku HP baru!!
__ADS_1
"Bahkan, dia lebih memilih dirinya yang tidak memiliki mobil ketimbang aku yang tidak memiliki mobil!!!' ucap Bayu dalam hati merasa sangat senang akan nasib baik yang kini mulai menghampirinya.
Setelah mobil berjalan beberapa waktu, akhirnya mereka berboleh ke kompleks Luxury Grand House.
Para petugas yang telah mengenali mobil Fernando langsung saja membiarkan mereka lewat.
Hal itu membuat Bayu sangat tercengang lalu pria itu menatap tempat mewah itu dengan perasaan seperti jiwanya telah menghilang ke suatu tempat dan tinggal tubuhnya saja yang berada di dalam mobil.
Setelah semakin jauh masuk, barulah Bayu tersadar dari kebingungannya lalu dia berkata, "apa yang kita lakukan di sini? Maksudku mengapa orang tadi membiarkan kita masuk?"
Pertanyaan Bayu yang menyiratkan bahwa pria itu sangat bingung, membuat Amira tersenyum lalu dia berkata, "kami membeli rumah di tempat ini. Jadi tentu saja kita diijinkan masuk."
Ucapan Amira langsung membuat Bayu tercengang hingga mulutnya terbuka lebar dengan seluruh badan pria itu menjadi lemas.
Ia tak menyangka bahwa putranya dan menantunya yang dianggap oleh keluarga Barata akan tinggal di rumah jelek ternyata malah membeli rumah di perumahan mewah dan besar, yang terkenal di ibukota.
__ADS_1