
Pagi hari ketika Daren Maherson terbangun, pria itu memegang erat ponselnya dengan perasaan kesal ketika dia tidak mendapati satu pun pesan dari Amira maupun Fernando.
"Sialan!!! Ada orang yang berani mengabaikanku? Memangnya mereka pikir mereka punya apa???" Geram Daren sembari bangun dari tempat tidurnya lalu pria itu langsung memanggil asistennya untuk berbicara.
"Kau sudah menyelidiki jadwal kedua orang itu?" Langsung tanya Daren pada asistennya.
Sang asisten mengangguk, "Benar Tuan, Amira Barata selalu berada di rumah, sangat jarang keluar kecuali Ada hal penting. Dan malam nanti akan ada reuni angkatan mereka, jadi dia akan menghadiri reuni tersebut yang diadakan di xx.
"Sementara Fernando Barata, pria itu menjalani kehidupan sehari-harinya dengan pergi bekerja di kantor. Saat ini, pria itu sedang disibukkan dengan proyek dari grup Rakin.
"Dia tidak memiliki jadwal khusus selain terus berada di kantornya untuk bekerja." Jawab sang asisten.
"Hm,,, Bukankah kemarin kau bilang Norman meminta izin padaku agar dia bisa mengikuti acara perpisahan kekasihnya? Apakah acara perpisahan itu sama dengan yang diikuti oleh Amira?" Tanya Daren.
__ADS_1
"Benar sekali Tuan, Nona Leona dan juga Amira Barata adalah teman satu angkatan yang melakukan reuni di malam hari nanti. Tapi ada apa dengan itu?" Tanya sang asisten yang merasa bingung.
"Bagus! Kalau begitu, katakan pada Norman supaya dia pergi mengikuti reuni itu bersama dengan kekasihnya. Tapi sebelum itu, suruh dia untuk menemuiku." Ucap Daren langsung di iyakan oleh sang asisten.
"Baik Tuan," ucap asisten itu segera keluar dari ruangan meninggalkan Daren yang kini mengepal erat tangannya.
'Awas aja kalau keluarga Barata sebenarnya tidak memiliki kemampuan apapun!! Saat itu juga, aku akan membuat seluruh keluarga itu musnah dari dunia ini!!!' geram dari dalam hati sembari menggertakkan giginya karena merasa sangat dengan kesombongan anggota keluarga Barata.
Meski sekarang dia berusaha menahannya karena dia berpikir bahwa Amira dan Fernando adalah kunci dari kesembuhan Arifin dan juga anggota keluarga Rakin.
Sementara itu, Amira yang berada di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah salon kecantikan baru saja mendapat kabar mengejutkan.
"Apa katamu?" Tanya Amira menatap perempuan yang berbaring di sebelahnya.
__ADS_1
Yura dan Amira sedang menikmati sentuhan tangan terapis spa di punggung mereka.
"Iya, Leona baru saja mengumumkan di grup bahwa kekasihnya akan datang. Tapi, kenapa kau begitu terkejut? Apakah kau masih memikirkan masalah terakhir di butik?" Tanya Yura.
Amira memejamkan matanya, "tidak, Aku tidak memikirkan masalah itu. Aku hanya terkejut bahwa keluarga Maherson mau memiliki hubungan dengan keluarga Andarta. Padahal, keluarga itu tidak memiliki pengaruh yang terlalu baik, sama sekali tidak akan sebanding dengan keluarga Maherson.
"Ataukah keluarga Maherson sebenarnya tidak terlalu memandang masalah derajat seperti itu?" Ucap Amira meski dalam hatinya dia sedang memikirkan kejadian kemarin malam ketika dia mendapat telepon berulang dari salah satu pewaris keluarga Maherson.
Sementara Yura yang mendengarkan ucapan Amira kini menganggukkan kepalanya, "ah,, benar, keluarga Maherson termasuk keluarga yang sangat ketat dan memilih-milih dalam mencari menantu.
"Kalau tidak ada alasan yang tepat, maka aku yakin keluarga Maherson tidak akan menyetujui hubungan cucu kedua mereka dengan salah satu anggota keluarga Andarta," ucap Yura.
Amira yang memejamkan matanya tidak peduli dengan masalah itu, tetapi dalam hati dia hanya memikirkan satu hal, 'tidak kebetulan kalau pewaris Maherson mau mengikuti acara reuni itu.
__ADS_1
"Apalagi adanya telepon mendadak dari keluarga Maherson. Apalagi jika keluarga mereka mau meninggalkan tuan besar Maherson yang sedang sekarat di rumah sakit, sepertinya mereka memiliki rencana,' ucap Amira dalam hati.