
"Ini,,," Fernando menahan ucapannya sembari melihat ke arah Gerald, dia tidak mau jika istrinya sampai bersinggungan dengan pria itu.
Tetapi dari cara Fernando yang menjawab dan sembari melihat ke arah Gerald dengan mimik wajah yang tak bisa menyembunyikan rasa gelisahnya, langsung membuat Amira mengetahui siapa yang menyebabkan wajah suaminya jadi seperti itu.
Dan Gerald yang melihat dua orang yang menatapnya itu kini memegang kacamatanya dengan tangan gemetar, "Kalian....! Kalian..! Kalian benar-benar sepasang suami istri?!!" Tanya Gerald dengan wajah yang mulai memuncat menatap kedua orang itu.
"Ah,, ya, tentu saja kami adalah sepasang suami istri. Ada apa?" Tanya Amira sembari memandang kesal pada Gerald.
Tetapi geral, pria itu menggertakan giginya, dan dia hendak kabur karena mengingat taruhannya dengan Fernando, tetapi sang petugas tiba-tiba datang menghampiri mereka dan menahan Gerald.
__ADS_1
Petugas itu kemudian berkata, "Bagaimana, siapa yang akan mendorong mobil sampai depan rumah mereka?"
Mendengar pertanyaan petugas itu langsung membuat Gerald menjadi marah lalu dia berkata, "taruhannya dibatalkan!!!"
"Apa? Tapi kenapa Tuan? Bukankah tadi Tuan mengatakan bahwa taruhannya harus di tepati? Bahkan menyuruh saya untuk memastikan agar pihak yang kalah tidak menghindar dari taruhan ini." Ucap petugas itu langsung membuat Amira mengerutkan keningnya.
Amira menatap petugas di depannya sembari berkata, "taruhan apa yang kau maksud?"
" Tapi kalau dia datang dijemput oleh istrinya maka Tuan inilah yang akan mendorong mobilnya sampai ke depan rumahnya." Kata Sang petugas langsung membuat Amira melompat kegirangan dalam hatinya.
__ADS_1
Saatnya membalas perbuatan Gerald padanya, yang tadi sudah bersikap sangat tidak sopan dengan menyentuh lengannya dan bahkan merendahkan, serta berani melukai suaminya!!!
Maka dengan kilatan mata yang bersinar seperti iblis yang melihat mangsanya, Amira berkata, "lalu begitu, Tuan Gerald akan mendorong mobilnya sampai ke depan rumahnya. Dan Kita bisa mulai sekarang karena aku dan suamiku bisa mengikutinya dari belakang."
Ucapan Amira langsung membuat wajah Gerald menjadi semakin pucat pasi, sebab akan sangat memalukan bagi dirinya dilihat oleh seluruh penghuni kompleks Luxury grand house ketika dia mendorong mobilnya sampai ke depan rumahnya.
Oleh sebab itu, Gerald menatap kedua orang itu, "Heh!! Kalian pikir aku mau melakukan hal konyol seperti itu? Asal kalian tahu saja, aku tinggal di perumahan kelas 2, Apakah kalian berani menyinggungku yang hanya orang kecil yang mungkin membeli rumah paling kecil di kompleks ini!!!" Geram Gerald yang tak bisa menerima dirinya dihina oleh seseorang dari keluarga Barata yang adalah orang rendahnya.
Bahkan, dia juga mendengar berita bahwa Fernando menikahi seorang perempuan sampah hingga diberi julukan sebagai menantu sampah keluarga Barata.
__ADS_1
"Ah,,, Itu,," sang petugas akhirnya mengerti, jika kedua orang itu berasal dari keluarga yang lebih rendah daripada Gerald, maka akan sulit menaikkan taruhannya karena penghuni kelas 2 bisa saja membuat laporan yang membuatnya dipecat.
Gerald yang melihat sang petugas kini mulai ragu akhirnya tersenyum lalu dia berkata pada petugas itu, "hanya satu surat dariku yang menghuni perumahan kelas 2, dan kau akan dipecat dari jabatanmu. Lalu kau mau membiarkan orang-orang yang berasal dari tempat kumuh ini menyinggungku?" Tanya Gerald yang merasa percaya diri bisa lolos dari situasi itu.