
Setelah keluarga Maherson mencari kesana kemari, mereka tidak menemukan orang yang bisa membantu mereka.
Hal itu membuat Daren semakin pusing karena semua tarib yang ia panggil tidak ada satupun yang berkata bisa menyembuhkan kakeknya, sementara pihak ke rumah sakit juga sudah angkat tangan dan berkata bahwa tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk kakeknya.
Jadi pria itu duduk di salah satu ruangan sembari memijat keningnya karena dia pun tidak bisa menghasilkan uang cash senilai 100 triliun untuk Amira.
"Apa yang harus kulakukan?" Ucap pria itu dengan kepusingan melanda dirinya
Drrrttt..... Drrrttt..... Drrrttt.....
Ponsel yang diletakkan di sampingnya kemudian bergetar lalu dia menoleh ke sana dan melihat salah satu petinggi perusahaan sedang menelponnya.
Tuk!
Dia mematikan panggilan itu lalu kembali memijat keliling yang terasa ingin pecah.
__ADS_1
Hanya beberapa detik kemudian ponsel itu kembali bergetar dengan nama lain yang tertera di layar.
Drrrttt..... Drrrttt..... Drrrttt.....
Seorang petinggi perusahaan lain kembali menelponnya lalu dimatikan dan diganti oleh orang yang lain yang kembali menelpon.
Drrrttt..... Drrrttt..... Drrrttt.....
"Apakah orang-orang ini sedang berkumpul di suatu tempat?" Kesal Daren kemudian menonaktifkan ponselnya lalu pria itu beranjak keluar dari ruangannya dan langsung ditemui oleh sang asisten yang tampak agak pucat.
"Gawat!!! Kakak, aku mendengar semua pemegang saham sedang berkumpul dan mereka mendesak untuk melakukan pemilihan CEO baru. Mereka semua sudah kesal karena akhir-akhir ini perusahaan tidak terurus dengan benar karena kakak terus berada di rumah sakit menjaga kakek. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Ucap Norman yang kini sangat cemas karena dia tidak mau kalau sampai kakaknya dilengserkan dari posisi CEO, karena jika begitu, maka tidak akan ada lagi yang menganggap keluarga mereka sebagai pemilik saham terbesar di grup Maherson.
Tetapi Daren mengabaikan pria itu dan berbalik menatap asistennya, "Apa yang ingin kau katakan?" Tanya pria itu yang merasa bahwa informasi dari asistennya jauh lebih penting untuk ia dengarkan.
Sang asisten menghela nafas, "Saya juga ingin mengatakan hal yang sama dengan yang dikatakan oleh Tuan Muda kedua. Satu jam yang lalu, saham perusahaan baru saja turun sebanyak 3 poin, semua ini diakibatkan oleh skandal yang disebarkan oleh seseorang tentang melemahnya keluarga Maherson karena Tuhan besar yang sedang terbaring sakit.
__ADS_1
"Jadi semua orang menuntut untuk mengganti CEO selama Tuan masih sibuk mengurus Tuan besar." Ucap asisten itu dengan wajah yang cemas menatap Daren karena dia tahu tekanan yang dihadapi pria itu sedang sangat berat.
Keluarga mereka yang berkuasa di perusahaan tergantung dari kakek mereka, karena hanya kakek mereka yang bisa melawan semua orang-orang gila harta dan gila kekuasaan yang berada di perusahaan itu.
Tetapi sekarang, tuan besar sedang berada dalam keadaan sakit, bahkan didiagnosa akan segera meninggal dunia Jadi tentulah ini adalah sebuah pukulan yang besar untuk keluarga Maherson.
Karena yang tertinggal hanyalah dua orang cucu dari keluarga Maherson yang masih belum memiliki pengaruh yang kuat di perusahaan, belum bisa menaklukkan seluruh petinggi-petinggi perusahaan yang berusaha untuk mengganti sejarah kekuasaan grup Maherson.
Darren menggertakan giginya, "mereka adalah orang-orang kejam, mereka berusaha melengserkan pewaris utama dari grup Maherson! Aku akan pergi ke perusahaan dan berbicara dengan mereka!!!" Kata Daren lalu berbalik menatap adiknya, "kau tinggal dan jaga kakek dengan baik, aku mau kau mengawasi seluruh sepupu yang ada di sini. Tidak ada yang boleh memasuki ruangan kakek tanpa persetujuan dariku!!!"
"Baik Kak," jawab Norman langsung berbalik pergi Untuk kembali menunggui kakeknya.
Sementara sang asisten, dia langsung pergi mengantar pria itu menuju perusahaan.
'Aku tidak yakin ini akan berbuat jalan dengan baik karena orang-orang di perusahaan itu memiliki mulut dan rencana yang sangat beracun. Sementara tuan muda masih belum mengerti untuk menangani mereka semua karena selama ini yang menjalankan perusahaan adalah ayahnya dan dia baru menjabat selama setengah tahun, Jadi belum mengetahui apapun.' ucap sang asisten dalam hati yang merasa sangat cemas.
__ADS_1