Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
266


__ADS_3

Setelah Aulia menghubungi taksi, perempuan itu merasa amat kesal ketika dia mendengar bahwa taksi tidak bisa masuk ke tempat itu, jadi dia menggertakkan giginya sembari meletakkan ponselnya.


"Dasar menyebalkan!!!!" Gerutu Aulia.


Perempuan itu kemudian keluar dari kamar untuk mencari ketiga orang yang berada di rumah itu, tetapi satupun dari mereka tidak ia temukan.


"Sial!! Rumah ini terlalu besar, jadi mencari orang saja begitu sulit!!!" Gerutu Aulia sembari berjalan menyusuri koridor untuk mencari Di mana letak kolam renang di rumah itu.


Tetapi ketika dia tiba di kolam renang, dia tidak mendapati satupun orang di sana lalu dia kemudian kembali mencari dan tidak menemukan siapapun.


Karena saat itu Bayu sudah berada di taman menyibukkan diri dengan hobinya mengatur taman, dan taman tempat ia berada ialah taman yang agak jauh dari rumah.

__ADS_1


Sementara Fernando dan Amira, mereka berada di lantai 4 sembari duduk bersama menikmati waktu mereka bersama.


Di depan mereka terdapat sebuah kolam yang lebih kecil daripada kolam yang ada di lantai 1, tetapi itu sudah cukup untuk mereka berdua.


"Aku yakin saat ini Ibu sedang pusing mencari kita berdua," ucap Amira sembari tersenyum mengambil sepotong semangka dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Biarkan saja, lagi pula Ibu memang perlu diberi pelajaran, bisa-bisanya Ibu berpikir untuk membawa semua pajangan yang ada di rumah itu hanya untuk dijual. Padahal, ibu sudah berulang kali ditipu oleh agen investasi, tapi dia tidak pernah kapok melakukan bisnis seperti itu." Gerutu Fernando yang juga menyesal atas kelakuan ibunya yang sama sekali tidak mencerminkan kelakuan seorang ibu.


"Hm,,, aku belum memikirkannya, Tapi bagaimana kalau sekarang kau membantuku memikirkannya?" Tanya Fernando sembari menatap istrinya yang kini langsung duduk dengan tegap.


"Hm,, Bagaimana kalau kau membangun sebuah perusahaan? Aku dengar salah satu anak perusahaan keluarga maherson yang diakuisisi sedang dilelang dengan harga yang sangat miring. Perusahaan itu bergerak di bidang teknologi, mereka membuat aplikasi permainan ataupun hiburan. Bukankah selama ini kau suka mencari informasi seperti itu di internet?" Ucap Amira membuat Fernando begitu terkejut.

__ADS_1


Selama ini dia memang tertarik dengan hal-hal seperti itu, tetapi karena keluarganya membutuhkan dirinya di perusahaan, maka dia tidak pernah melakukannya.


"Itu,, tapi meski badan perusahaan itu dilelang dengan harga yang miring, namun aku rasa mengakuisisi perasaan seperti itu bukan hal yang mudah." Ucap Fernando yang jelas tahu bahwa jika dia meminjam sejumlah uang ke bank untuk mengakuisi sebuah perusahaan yang bangkrut, maka tentu saja pihak bank tidak akan memberinya pinjaman.


Tetapi pria itu terkejut ketika Amira malah berkata, "kau tenang saja, aku memiliki banyak uang untuk mengakuisisi nya asalkan suamiku menyukainya."


Setelah berbicara demikian, Amira langsung mengambil ponselnya lalu dia menelpon seseorang untuk membantunya mencari tahu tentang perusahaan tersebut.


Fernando yang mendengarkan percakapan Amira dengan orang di seberang telepon kini duduk menatap istrinya dengan bingung.


'Istriku memang memiliki banyak uang karena kemampuannya menyembuhkan seseorang sudah dibayar mahal oleh orang-orang kaya. Tapi kenapa aku merasa bahwa hal ini sama sekali tidak benar? Aku seorang pria yang tidak berguna yang terus membebani istriku.' ucap pria itu dalam hati sembari menghela nafas dengan berat.

__ADS_1


__ADS_2